Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabid Humas DPP AWPI Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan, Serukan Solidaritas dan Aksi Damai Tanpa Kekerasan

Matangkan Persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput Audiensi dan Koordinasi dengan Wagubsu

BRI Finance Gandeng Relawan Nanda Ladio Peduli untuk Perbaikan Jalan Berlubang di Pekanbaru

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Siapa Layak Pimpin TNI AL? Rekam Jejak Hersan Jadi Perbincangan
Terkini

Siapa Layak Pimpin TNI AL? Rekam Jejak Hersan Jadi Perbincangan

hartonoBy hartono13 Oktober 2026 9:17 PM043 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, Analisnews.co.id, – Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menjadi perhatian di tengah tantangan pertahanan maritim Indonesia yang semakin kompleks. Nama Laksamana Madya TNI Hersan menjadi salah satu figur yang diperbincangkan, dengan rekam jejak penugasan yang mencakup pengalaman operasional, komando armada, hingga jabatan strategis di lingkungan Istana.

Hersan dinilai memiliki pengalaman lintas penugasan yang relevan dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut ke depan. Selain memahami dinamika operasional di laut, ia juga pernah menduduki posisi penting yang memberinya pengalaman dalam pengelolaan organisasi dan koordinasi pada level strategis.

Laksamana Madya TNI Hersan merupakan abituren Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1994. Sepanjang perjalanan kariernya, ia pernah memimpin kapal perang, di antaranya KRI Diponegoro-365 dan KRI Slamet Riyadi-352.

Pengalamannya juga mencakup penugasan sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014-2016, kemudian Sekretaris Militer Presiden pada 2022-2023. Setelah itu, Hersan dipercaya menjabat Panglima Komando Armada III pada 2023-2025 sebelum mengemban tugas sebagai Inspektur Jenderal TNI.

Rentang penugasan tersebut memperlihatkan pengalaman Hersan di sejumlah lingkungan berbeda, mulai dari operasional kapal perang, komando armada, hingga tugas strategis di lingkar pemerintahan dan pengawasan internal TNI.

Di luar rekam jejak jabatan, Hersan juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan disenangi anggota. Kedekatan dengan personel menjadi salah satu karakter yang melekat pada dirinya dalam menjalankan tugas.

Dalam organisasi militer yang menuntut disiplin dan kesiapsiagaan tinggi, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan ketegasan dalam mengambil keputusan. Kemampuan membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, serta merawat soliditas anggota juga menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan satuan.

Pemerhati militer Dar Edi Yoga menilai, tantangan kepemimpinan TNI AL ke depan tidak ringan. Perkembangan situasi kawasan, kebutuhan menjaga kedaulatan laut, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta penguatan interoperabilitas antarmatra membutuhkan kepemimpinan yang memahami persoalan operasional sekaligus mampu melihat kebutuhan strategis pertahanan.

“Pengalaman Hersan di kapal perang, komando armada, dan penugasan strategis merupakan bagian dari rekam jejak yang relevan untuk dicermati dalam pembahasan calon pemimpin TNI AL,” kata Dar Edi Yoga, Selasa (13/10/2026).

Meski demikian, penentuan Kasal merupakan kewenangan sesuai mekanisme dan keputusan negara. Rekam jejak karier, kapasitas kepemimpinan, kebutuhan organisasi, serta tantangan pertahanan yang dihadapi menjadi sejumlah aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut.

Pada akhirnya, tantangan bagi pemimpin TNI AL bukan semata menjaga kesiapan armada dan profesionalisme prajurit. Lebih dari itu, pemimpin harus mampu memastikan kekuatan laut Indonesia terus berkembang, menjaga kedaulatan wilayah perairan, serta menjawab dinamika keamanan maritim yang semakin kompleks.

Nama Hersan dengan pengalaman penugasan dan karakter kepemimpinannya menjadi bagian dari pembicaraan tersebut. Namun, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin TNI AL akan menghadapi pekerjaan besar, memperkuat kemampuan pertahanan maritim sekaligus menjaga soliditas prajurit sebagai fondasi utama kekuatan armada.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMakin Mudah dan Transparan, Begini Cara BRI Life dan BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan Peserta
Next Article POLSEK KAPUAS MURUNG SOSIALISASIKAN LARANGAN MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN
hartono

Related Posts

Matangkan Persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput Audiensi dan Koordinasi dengan Wagubsu

13 Oktober 2026 10:48 PM

BRI Finance Gandeng Relawan Nanda Ladio Peduli untuk Perbaikan Jalan Berlubang di Pekanbaru

13 Oktober 2026 10:27 PM

KAI Bandara Layani 5,1 Juta Penumpang pada Triwulan III 2026

13 Oktober 2026 10:09 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.