LEBAK, Analisnews.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten menjadi momentum di Hari Santri untuk mengapresiasi 2 tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperkuat kelembagaan pesantren dengan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama pada Maret 2026.
”Kita meyakini adanya setingkat Direktorat Jenderal Pesantren dipastikan dapat membawa kemajuan pesantren dari tingkat pusat sampai daerah,” kata Wakil Ketua MUI Lebak KH Ahmad Hudori di Lebak, Jumat.
Saat ini, keberadaan pesantren di Kabupaten Lebak tumbuh dan berkembang hingga mencapai ribuan unit tersebar di 344 desa/kelurahan di 28 kecamatan.
Berkembangnya, pesantren tersebut di antarnya sudah terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag.
Bahkan, pesantren kini sudah banyak mendapatkan bantuan berupa sarana prasarana gedung baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kotamadya.
Oleh karena itu, dibawah kepimpinan Prabowo – Gibran dipastikan pesantren menjadi pusat pendidikan berbasis agama Islam sehingga dapat menciptakan generasi yang memiliki SDM yang religius , berkarakter dan berakhlak mulia.
Selain itu juga dapat mencetak generasi patriotik yang cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
”Kami memastikan pesantren di Lebak terus berkembang dan santri belajar dengan tenang, aman serta dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan juga keilmuan,” kata Kiyai Ahmad.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak Halson Nainggolan mengatakan pemerintah daerah tahun 2026 mengalokasikan anggaran untuk beasiswa santri yang menimba ilmu di pesantren modern.
Pengalokasian dana tersebut sekitar Rp1 miliar untuk 100 santri dari keluarga yang tidak mampu ekonomi atau Desil 1 dan Desil 2.
”Kami berharap beasiswa santri itu dapat mendukung pembangunan dan mampu mengentaskan kemiskinan ekstrem,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak KH Ade Bujhaerimi mengatakan saat ini jumlah pesantren yang terdaftar di daerah ini tercatat sebanyak 1.600 pesantren dengan pengelolaan terdiri dari tradisional dan modernisasi.
”Kami mengapresiasi Prabowo – Gibran yang peduli terhadap pesantren yang diperkuat kelembagaan dengan adanya Direktor Jenderal Pesantren, dipastikan terus berkembang,” katanya.
