Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tingkatkan Kewaspadaan Personil Polsek Kapuas Hilir Giat Siaga Mako

Polsek Kapuas Hilir beri rasa aman dan tentram di lingkungan masyarakat melalui kegiatan patroli oleh  anggotanya

Sosialisasi Maklumat Kapolda Kalteng Sanksi Karhutla Oleh Polsek Kapuas Hilir

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Warga Pubian Meradang, Bupati Komang Koheri Dituding Ingkar Janji Bangun Jalan Bandar Sari – Payung Rejo
Terkini

Warga Pubian Meradang, Bupati Komang Koheri Dituding Ingkar Janji Bangun Jalan Bandar Sari – Payung Rejo

ranuBy ranu1 November 2026 12:15 AM033 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Warga Pubian Meradang, Bupati Komang Koheri Dituding Ingkar Janji Bangun Jalan Bandar Sari-Payung Rejjo

 

Analisisnews.co.id — LAMPUNG TENGAH | Kekecewaan masyarakat Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah atas janji pembangunan infrastruktur jalan semakin memuncak.

Bahkan, Aliansi 7 Kampung nekat melakukan pemortalan akses jalan Bandar Sari-Payung Rejo di Desa Tanjung Rejo, Selasa (27/10/2026).

Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga atas realisasi pembangunan jalan yang dinilai tidak sesuai dengan janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah dibawah kepemimpinan Bupati I Komang Koheri.

Warga menyebutkan ruas jalan yang sebelumnya dijanjikan untuk diperbaiki adalah Bandar Sari-Payung Rejo.

Namun, realisasi pembangunan justru hanya menyasar ruas Bandar Sari-Mojokerto.

Janji Pembangunan Dinilai Tidak Sesuai

Warga menilai kebijakan pembangunan tersebut tidak mencerminkan pemerataan dan keberpihakan atas kebutuhan masyarakat.

“Ruas Jalan Bandar Sari-Payung Rejo hancur, berlubang, penuh genangan. Kenapa yang dibangun cuma Bandar Sari – Mojokerto yang mulus hotmix? Yang seharusnya dibangun menyeluruh dari Bandar Sari hingga Payung Rejo, tapi yang diperbaiki hanya sampai Mojokerto,” kata warga di lokasi aksi.

Kekecewaan masyarakat bahkan dituangkan melalui poster bertuliskan, “KAMI MASYARAKAT PUBIAN BUKAN PEMAIN POLITIK, KAMI BUTUH JALAN BUKAN JANJI”.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan menyangkut keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang selama puluhan tahun menantikan perbaikan jalan.

Debu Truk Tambang Ganggu Kesehatan

Selain kondisi jalan yang rusak parah, aktivitas kendaraan pengangkut material tambang juga menjadi sorotan warga.

Truk bermuatan berat yang melintas setiap hari disebut memperparah kerusakan jalan. Saat musim kemarau, debu yang beterbangan bahkan masuk ke rumah-rumah warga dan menutupi tanaman.

Kondisi tersebut dikeluhkan karena memicu gangguan pernapasan dan gatal-gatal.

“Puluhan tahun jalan lintas Payung Rejo-Bandar Sari rusak. Kami dijanjikan terus tanpa ada realisasi. Kami sudah lelah dengan janji-janji pemerintah,” teriak orator aksi.

Warga juga menyoroti keberadaan sedikitnya tujuh perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut. Aktivitas perusahaan dinilai memberikan dampak lingkungan dan infrastruktur yang digunakan masyarakat.

“Warga menyebutkan 7 perusahaan tambang yang beroperasi cuma mengambil keuntungan dari alam bumi Lampung Tengah, tetapi melupakan dampak lingkungan,” tegas Sanadi, salah satu peserta aksi.

Atas kondisi tersebut, warga menuntut perbaikan jalan secara menyeluruh dengan konstruksi beton sedalam 60 sentimeter melalui pembongkaran dan pengecoran ulang.

Mereka menolak jika penanganan hanya dilakukan melalui tambal sulam yang dinilai tidak akan bertahan lama akibat lalu lintas truk bermuatan berat.

 

Aliansi 7 Kampung Ancam Portal Permanen

Aliansi 7 Kampung yang terdiri dari Bandar Sari, Sangun Ratu, Tanjung Rejo, Tanjung Kemala, Payung Rejo, Mojokerto, dan Gunung Haji menyatakan akan mempertahankan aksi pemortalan hingga tuntutan pembangunan jalan mendapat kepastian.

“Jalan ini mau dibangun atau tidak dibangun, kami akan tetap pasang portal. Jangan biarkan aspirasi masyarakat Pubian hanya menjadi catatan di atas kertas,” tegas warga.

Warga juga telah menyepakati skema pemortalan lanjutan. Apabila pembangunan dimulai dari Sangun Ratu, portal akan dipasang di Tanjung Rejo dan Tanjung Kemala.

Namun, jika tidak ada pembangunan sama sekali, portal permanen akan dipasang di Bandar Sari.

“Aksi ini adalah peringatan keras agar Pemda Lampung Tengah kembali berpihak kepada rakyatnya, bukan kepada kepentingan oligarki,” kata warga dalam aksi tersebut.

Masyarakat berharap Pemkab Lampung Tengah segera memberikan kepastian dan merealisasikan pembangunan ruas jalan Bandar Sari-Payung Rejo. Mereka menegaskan tidak lagi membutuhkan janji, melainkan bukti nyata pembangunan yang dapat dirasakan langsung.

Pewarta: Ranu Sugito
Editor: Putu Wiguna

Lampung Tengah, Komang Koheri, Aliansi 7 Kampung, Jalan Rusak Pubian, Aksi Pemortalan

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAntisipasi Aksi Balap Liar, Sat Lantas Polres Sukamara Gencarkan Patroli Blue Light di Jalur Rawan
Next Article KAPOLSEK KAPUAS HILIR PIMPIN GIAT PATROLI TANGGAP DARURAT KARHUTLA DI WILKUM POLSEK KAPUAS HILIR BERSAMA TIM POSLAP KEC. KAPUAS HILIR
ranu

Related Posts

Tingkatkan Kewaspadaan Personil Polsek Kapuas Hilir Giat Siaga Mako

1 November 2026 12:56 AM

Polsek Kapuas Hilir beri rasa aman dan tentram di lingkungan masyarakat melalui kegiatan patroli oleh  anggotanya

1 November 2026 12:52 AM

Sosialisasi Maklumat Kapolda Kalteng Sanksi Karhutla Oleh Polsek Kapuas Hilir

1 November 2026 12:48 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.