Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Personil Polsek Kapuas Hilir  memberikan pelayanan kepada masyarakat di Mako Polsek Kapuas Hilir

Polsek Kapuas Hilir beri rasa aman dan tentram di lingkungan masyarakat melalui kegiatan patroli oleh  anggotanya

Sosialisasi Maklumat Kapolda Kalteng Sanksi Karhutla Oleh Polsek Kapuas Hilir

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Celebrities»Iwan Fals Suarakan Perlawanan Lewat Konser Menembus Awan, Kritik Korupsi hingga Kerusakan Hutan
Celebrities

Iwan Fals Suarakan Perlawanan Lewat Konser Menembus Awan, Kritik Korupsi hingga Kerusakan Hutan

yadiBy yadi2 November 2026 8:27 PM063 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | DEPOK — Panggung Kita, Markas Tiga Rambu, Leuwinanggung, Tapos, Depok, berubah menjadi panggung kritik sosial dan kampanye lingkungan. Di hadapan sekitar 5.000 penonton, Sabtu (31/10/2026), musisi legendaris Iwan Fals tidak sekadar menghibur, tetapi juga menyuarakan perlawanan terhadap korupsi dan kerusakan alam Indonesia.

Melalui konser bertajuk Menembus Awan dengan tema HIJAU, Iwan mengajak masyarakat tidak menutup mata terhadap praktik korupsi, pembabatan hutan, pencemaran lingkungan, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Antusiasme penonton terlihat sejak sore. Ribuan penggemar dari berbagai daerah memadati lokasi pertunjukan. Seluruh kategori tiket, mulai Festival Merah, Festival Biru, VIP hingga VVIP, dilaporkan ludes terjual.

Lautan manusia memenuhi area konser, menghadap panggung dengan tulisan besar HIJAU. Suasana semakin istimewa ketika ibunda Iwan Fals hadir di tribun VIP bersama grup bernyanyinya untuk memberikan dukungan langsung kepada sang putra.

Di sela penampilan, Iwan menyampaikan apresiasi kepada para penggemar yang hadir.

“Terima kasih sudah datang. Doa saya, yang datang ke sini sehat, pulangnya tambah sehat,” ujar Iwan.

Namun, bukan hanya sapaan hangat yang disampaikan. Iwan juga melontarkan sindiran keras terhadap para pelaku korupsi.

“Tikus yang paling berbahaya itu bukan tikus di sawah, tapi tikus kantor, para koruptor,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut riuh penonton. Iwan kemudian menggebrak panggung dengan lagu legendaris Tikus-Tikus Kantor.

Ribuan penonton ikut bernyanyi. Lagu yang selama ini dikenal sebagai kritik terhadap praktik korupsi itu kembali menemukan relevansinya di tengah persoalan bangsa.

Hutan Rusak, Sungai Tercemar, Alam Menjerit

Kritik sosial dalam konser tersebut tidak berhenti pada persoalan korupsi. Iwan juga merangkai pesan lingkungan melalui sejumlah lagu yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan musikalnya.

Lagu Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi mengingatkan tentang alih fungsi dan pembukaan lahan hutan. Sementara Sampah menyuarakan persoalan limbah plastik dan kaleng yang semakin mengancam lingkungan.

Lewat Hutanku Rusak, Iwan menggambarkan kerusakan alam, pencemaran udara, dan langit yang kehilangan kejernihannya.

Ada pula Balada Orang Pedalaman yang menyoroti kehidupan masyarakat adat, Esek Esek Udug Udug tentang pencemaran sungai akibat limbah pabrik, serta Panggilan Dari Gunung yang dirilis pada 1995 sebagai pengingat atas kondisi kawasan pegunungan yang semakin gundul.

Lagu Hijau menjadi salah satu sajian utama yang paling relevan dengan tema konser. Pesannya mengingatkan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan serta pencemaran udara.

Iwan pun mengajak penonton tidak sekadar menikmati lagu, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.

“Mari kita tetap menanam pohon dan menjaga kelestariannya, agar masa depan Indonesia lebih hijau,” ajaknya.

Malahayati Edukasi Bahaya Pinjol dan Judol

Menariknya, pesan edukasi dalam konser Menembus Awan tidak hanya disampaikan melalui musik. Di area pertunjukan, Organisasi Konsultan Malahayati turut membuka booth untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online (judol), dan investasi bodong.

Owner Malahayati, Ujay, mengatakan kehadiran organisasinya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan kehidupan ekonomi keluarga.

“Kami dapat kesempatan buka booth di sini. Konsernya luar biasa, 5 ribu orang. Temanya tentang hutan dan karhutla, lagunya lagu Hijau. Jadi sangat relevan dengan isu yang kami bawa,” ujar Ujay saat ditemui di booth Malahayati.

Menurut Ujay, keterlibatannya dalam kegiatan tersebut juga dilandasi kekagumannya terhadap sosok Iwan Fals. Komunikasi dan kolaborasi dengan manajemen Iwan Fals bahkan telah terjalin intens sejak kegiatan Malahayati sebelumnya.

Konser ini memperlihatkan bahwa panggung musik dapat menjadi ruang yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Melalui lagu, kritik, dan edukasi publik, Iwan Fals kembali menghadirkan musik sebagai medium untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus mengajak masyarakat peduli terhadap persoalan bangsa.

Di Panggung Kita, malam itu, pesan yang bergema bukan hanya tentang musik. Ada perlawanan terhadap korupsi dan ajakan menyelamatkan lingkungan yang dibawa pulang oleh ribuan penonton.(red/py).

#LingkunganHidup IwanFal KonserHijau MenembusAwan TikusTikusKantor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAntisipasi Bahaya Hoaks dan Ujaran Kebencian, Polsek Kapuas Kuala Melakukan Sosialisasi Pada Masyarakat
Next Article Laksanakan Giat Patroli Rutin Pada Malam Hari Personil Polsek Kapuas Murung Di Objek Vital Dan Tempat Berkumpulnya Masyarakat
yadi

Related Posts

Messi, Ronaldo, dan Harry Kane Bersaing dalam Nominasi FIFPRO World 11 2026

3 November 2026 8:33 PM

Betrand Putra Onsu Hadapi Tiga Masalah, dari Dugaan Peretasan hingga Persoalan Hukum

3 November 2026 8:22 PM

SEMBARI PATROLI KE PASAR PERTOKOAN DESA PUJON, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN MASYARAKAT BAHAYA BERITA HOAX LEWAT DIALOGIS KAMTIBMAS

3 November 2026 6:46 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.