Analisnews.co.id | JAKARTA – Kompetisi sepak bola usia muda semestinya menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar arena mengejar kemenangan. Namun, prinsip pembinaan itu kembali mendapat ujian setelah insiden perkelahian melibatkan dua pemain muda dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 di Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (7/11).
Keributan yang melibatkan Al Habsy Forlan Fahroji dan Abdullah Yusuf Azzam, masing-masing disebut memperkuat Farama FC dan Bina Taruna, menjadi catatan serius di tengah konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia muda oleh Radio Bola di Lapangan Sintetis Pancoran Soccer Field.
Pertandingan Farama FC melawan Bina Taruna pada pekan ke-11 Liga Jakarta U-17 itu sebenarnya berakhir imbang 2-2. Akan tetapi, persoalan tidak berhenti ketika peluit panjang dibunyikan. Ketegangan yang sempat diredam di lapangan kembali pecah di area parkir PSF.
Insiden tersebut memperlihatkan bahwa rivalitas pertandingan dapat berubah menjadi persoalan disiplin apabila tidak disertai pengendalian emosi dan penghormatan terhadap lawan.
Keributan Berlanjut di Area Parkir
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, Al Habsy mengaku menjadi pihak yang lebih dahulu dipukul sehingga berusaha membalas. Situasi kemudian memanas dan membutuhkan upaya sejumlah rekan setim untuk melerai kedua pemain.
CEO Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17, Erwiyantoro, yang akrab disapa Mbah Coco, bahkan turun langsung menghentikan keributan tersebut.
Mbah Coco menunjukkan sikap keras terhadap tindakan yang dinilai mencederai semangat pembinaan sepak bola usia muda. Ia menegaskan, panitia tidak akan memberikan toleransi kepada pemain yang terlibat perkelahian, baik di lapangan maupun di luar lapangan selama masih berada di lingkungan PSF.
“Kedua pemain harus dicoret sebagai peserta!” tegasnya.
Sikap tersebut mendapat dukungan dari pelatih Farama FC, Hilman Akbar, yang menyatakan kesediaannya mencoret nama Azzam dari skuad.
“Ya, saya sepakat. Kami akan mencoret nama Azzam dari Farama FC,” ujar Hilman.
Mbah Coco kemudian mengeluarkan surat resmi terkait pencoretan kedua pemain tersebut. Menurut dia, tindakan disipliner harus berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat, tanpa membedakan siapa yang memulai maupun siapa yang membalas.
“Yang memukul dan yang dipukul sama-sama salah dan harus sama-sama dihukum. Yang dipukul pun kalau tidak dihalangi akan melakukan hal yang sama,” katanya.
Ia bahkan menegaskan, pemain yang terlibat perkelahian tidak hanya dicoret dari daftar peserta, tetapi juga dilarang kembali memasuki kawasan PSF.
Farama FC Ambil Langkah Tegas
Respons terhadap keputusan panitia datang dari manajer Farama FC, Ade Luken. Melalui surat resmi kepada penyelenggara, ia menegaskan bahwa Abdullah Yusuf Azzam tidak lagi menjadi bagian dari skuad Farama FC.
Langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab klub terhadap disiplin pemain sekaligus menjaga lingkungan kompetisi tetap kondusif bagi pembinaan sepak bola usia muda.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pelatih Bina Taruna, Elga Renaldi, mengenai status Al Habsy Forlan Fahroji di timnya.
Kompetisi Usia Muda Bukan Sekadar Mencari Juara
Insiden ini menjadi pengingat bahwa Liga Jakarta U-17 dan Liga Soeratin U-15 memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar menyelenggarakan pertandingan dan menentukan pemenang.
Kompetisi usia muda merupakan ruang pembelajaran untuk mengasah keterampilan, kebugaran, mental, serta membangun persaudaraan dan relasi positif antarpemain. Di dalamnya, kemenangan seharusnya berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap lawan, pengendalian emosi, dan kepatuhan terhadap aturan.
Sepak bola usia muda adalah laboratorium pembentukan pesepakbola sekaligus manusia yang berkarakter. Karena itu, disiplin dan sportivitas bukan pelengkap kompetisi, melainkan bagian utama dari tujuan pembinaan.
Ketegasan panitia terhadap insiden di PSF menjadi pesan bahwa lapangan sepak bola tidak boleh menjadi tempat pembenaran bagi kekerasan. Bagi pemain muda, kemampuan menerima kekalahan, mengendalikan emosi, dan menghormati lawan justru merupakan kemenangan yang jauh lebih penting daripada sekadar angka di papan skor.(red-phy).
