03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Celoteh sekor burung gagak mewakili inspirasi masyarakat Bangka Belitung,demi martabat kesejahteraan dan masa depan kami rakyat Bangka Belitung.

jonkenedy
jonkenedy
November 21, 2025 3:08 am pada News, TERKINI
Oplus
Oplus_131072

Bangka Belitung -21 November 2025, Pulau Bangka Belitung bukan hanya tana kelahiran kita saja,
Didalam bumi nya tersimpan harta yang langkah yang tak dimiliki semua daerah: ialah timah.
kalau karet, sawit, kelapa,aren dan lain sebagainya bisa ditanam dimanapun dinegeri Indonesia ini,tapi timah..?
Bangka Belitung yang punya dan terbesar di Indonesia,

Tapi apa yang Bangka Belitung dapatkan selama ini dari timah..?

Bangka Belitung hanya jadi penjual timah mentah,bumi digali,Laut dikeruk, tapi nilai kekayaan dari timah mengalir keluar Bangka Belitung,

Yang tersisa kolong menganga,laut keruh, nelayan terganggu masyarakat kehilangan harapan, rakyat Bangka Belitung seperti Tamu dirumah sediri,
Dan lebih ironis nya lagi PT timah membangun hilirisasi di Cilegon,Arsari group membangun hilirisasi di Batam, sementara Bangka Belitung Tanah asal timah itu sendiri hanya jadi penonton.

Ini bukan sekedar salah langkah, ini namanya kecolongan besar !,
Sudah saatnya Bangka Belitung berdiri diatas kaki nya sendiri.

Rakyat Bangka Belitung harus membangun dan memiliki industri hilirisasi timah di Bangka Belitung,untuk Bangka dan oleh Bangka Belitung.

Agar rakyat Bangka Belitung merasakan manfaat nyata karunia Allah SWT Tuhan yang maha esa anugerah yang besar dari timah dibumi Bangka Belitung, inilah saatnya kepemimpinan daerah diuji, Bangka Belitung menunggu kebijakan pemerintah daerah nya.bangunlah hilirisasi industri timah ditanah Bangka Belitung, demi martabat, kesejahteraan dan masa depan provinsi Bangka Belitung.

Setelah tiga ratus hektar lebih hutan hilang dilubuk besar Baru razia,

Pertanyaan nya sederhana:

Selama ini aparat penegak hukum di Bangka Belitung kemana.?
Apa benar mereka tidak mengetahui aktivitas tambang timah ilegal skala besar ini, atau justru mereka aparat penegak hukum di Bangka Belitung tahu,tapi pura-pura tidak tahu karena ikut melindungi.?

Dalam laporan disebutkan bahwa lahan yang berhasil ditertibkan dilubuk kecamatan Bangka Tengah mencapai 315.48 hektar, dan dari aktivitas tambang ilegal di wilayah itu estimasi kerugian negara mencapai Rp 12.9 triliun,
Angka yang fantastis, tapi lagi-lagi,yang disorot hanya soal kerugian negara bukan kerugian rakyat Bangka Belitung,

Setiap kali razia tambang ilegal terjadi yang selalu dijadikan headline adalah:
“Kerugian negara miliaran rupiah,kerugian negara triliunan rupiah”,
Tapi kenapa tidak pernah disebut kerugian masyarakat Bangka Belitung,lingkungan provinsi Bangka Belitung banyak yang rusak,ini bukan cuma angka dilaporkan, tapi luka yang nyata bagi masyarakat Bangka Belitung,ironisnya Bangka Belitung ini cuma dapat secuil fee dari hasil timahnya sendiri, padahal Bangka Belitung yang jadi korban utama dari kerusakan akibat pertambangan timah,

Selama ini royalty penjualan timah diterima daerah penghasil timah diBABEL hanya 3% dari nilai penjualan logam timah dari angka 3% itu hanya sekitar 0,48% yang benar-benar masuk ke kas provinsi sisanya tersedot ke pusat dan pihak lain,jadi wajar kalau Bangka Belitung terus rusak tapi masyarakat nya tak pernah sejahtera,

Kalau memang mau adil Bangka Belitung seharusnya dapat 20% dari hasil timah yang dikelola diwilayahnya,itu baru sebanding dengan kerusakan lingkungan, sosial dan kesehatan yang ditanggung rakyat Bangka Belitung,

Tapi kalau masih seperti sekarang, Bangka Belitung cuma jadi korban,tak pernah jadi tuan rumah ditanah sendiri, lebih baik zona tambang perusahaan itu dijadikan wilayah pertambangan rakyat(WPR).

Biar masyarakat Bangka Belitung bisa menambang secara legal, ikut aturan tapi hasilnya benar-benar kembali dirasakan oleh rakyat Bangka Belitung,

Karena dengan sistem timah seperti sekarang ini yang merasakan dampaknya bukan masyarakat Bangka Belitung, tapi keuntungan timah sekarang ini dirasakan pejabat dipusat korporasi besar dan pion-pion pejabat dan aparat penegak hukum di Bangka Belitung.

Seharusnya Bangka Belitung dapat 20% dari hasil timah yang dikelola diwilayahnya atau kalau tidak bisa lebih baik zona tambang perusahaan itu dijadikan wilayah pertambangan rakyat (WPR).

Karena menurut hemat saya terbentuk nya sebuah negara.

1: tanah atau wilayah.
2: rakyat.
Lantas dimana posisi pemerintah,

Perintah itu awalnya tidak ada,karena pemerintah itu hanyalah sebuah organisasi,
Apakah organisasi sangat penting.?

Jawaban tidak juga,
Apakah ketika sebuah organisasi bubar, rakyat mati,jawabannya jelas tidak.
Lantas bagaimana tiba -tiba bisa ada organisasi ditengah-tengah rakyat,
Jadi ketika rakyat itu semakin banyak, maka rakyat ber musyawarah untuk mempermudah kehidupan rakyat, maka rakyat membutuhkan organisasi,maka rakyat sepakat membentuk sebuah pemerintahan dan rakyat lah yang menggajinya itulah asal mula pemerintah.

Jadi ibarat negara itu adalah rumah,maka rakyat adalah majikan
Dan pemerintah adalah asisten.

Pertanyaan nya:
Apakah asisten rumah tangga perlu,ya Perlu juga sih,
Karena akan mempermudah kehidupan kita, tapi apakah kita akan mati atau tidak bisa makan jika asisten tidak ada.
Ya jelas tidak,
Kan kita bisa masak sendiri atau beli dari rumah makan,
Jadi seperti itulah peranan pemerintah ditengah-tengah rakyat.

Nah masalah nya pemerintah di negara Indonesia yang kita cintai ini dari awalnya sudah sangat pandai,jadi mereka sering menyamakan pemerintah sama dengan negara,

Disinilah awal mula kekeliruan nya,
Sehingga mereka berpikir tanah negara adalah tanah pemerintah.analisnews.co.id

M.Jhon Kenedy

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU