17
April
2026
Jumat - : WIB

Diserang Netizen, Rizky Billar Bongkar Penghasilan dan Bisnis: Dari Sinetron ke Valuasi Ratusan Miliar

yadisuryadi
April 16, 2026 7:01 pm pada Entertainment

Analisnews.co.id | Aktor Rizky Billar kembali menjadi sorotan publik setelah langkahnya memamerkan penghasilan di media sosial memicu perdebatan luas di kalangan netizen.

Suami dari Lesti Kejora itu mengaku lelah dengan berbagai tudingan negatif yang kerap diarahkan kepadanya, termasuk label “mokondo” yang ramai beredar di jagat maya. Sebagai respons, Billar memilih “buka-bukaan” dengan mengunggah data yang diklaim sebagai bukti pendapatannya.

Dalam unggahannya di platform Threads, Billar menyebut angka yang mencuri perhatian Rp14,6 miliar untuk satu judul sinetron yang ia bintangi.

“Dibilang mokondo. Padahal begaji segini satu sinetron,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi beragam. Sebagian warganet menganggap langkah itu sebagai bentuk pembelaan diri yang wajar, sementara lainnya mempertanyakan validitas data yang ditampilkan.

Tak Hanya Akting, Billar Klaim Kuat di Bisnis

Tak berhenti pada soal honor akting, Billar juga mengungkap perannya dalam mengelola keuangan keluarga. Ia menyebut strategi bisnis yang dijalankannya turut berkontribusi pada peningkatan kekayaan sang istri.

Menurutnya, ia mengembangkan sejumlah usaha di bawah bendera Leslar Corp yang disebut memiliki valuasi mendekati Rp400 miliar. Bahkan, ia mengaku telah melepas sebagian kecil saham kepada perusahaan lain sebagai bagian dari ekspansi bisnis.

Dari Pernikahan hingga Kemandirian Finansial

Billar juga menyinggung soal pemasukan dari hak siar rangkaian acara pernikahannya yang disebut mampu menopang kebutuhan hidup keluarga dalam jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa secara finansial dirinya telah mandiri sejak lama, jauh sebelum berbagai tudingan negatif muncul.

Pro-Kontra Netizen Tak Terhindarkan

Unggahan tersebut langsung memicu perdebatan panas. Dukungan datang dari penggemar yang menilai Billar berhak membela diri, namun kritik juga bermunculan, terutama dari mereka yang meragukan keaslian data yang ditampilkan.

Beberapa netizen bahkan menyebut dokumen yang dibagikan hanya sebatas catatan sederhana yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana kehidupan figur publik di era digital tak lepas dari sorotan dan penilaian publik. Di satu sisi, transparansi menjadi pilihan untuk meluruskan isu. Namun di sisi lain, respons publik tetap tak bisa dikendalikan sepenuhnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU