
Pulang Pisau – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan terus digalakkan melalui program strategis pemerintah. Bertempat di Balai Pertemuan Kantor Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Agroforestasi Pangan dan Energi (FAPE) Perhutanan Sosial yang diinisiasi oleh Balai Perhutanan Sosial Banjarbaru. Kegiatan tersebut berlangsung tertib mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, Kamis (14/05/2026) Pagi.
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari penyuluh Balai Perhutanan Sosial Banjarbaru, perwakilan UPT KPHP Kahayan Hilir, Kepala Desa Talio Hulu, hingga Bhabinkamtibmas Desa Talio Hulu, Aipda Muliyadi, S.Sos. Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi serta memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat berjalan aman dan lancar di wilayah binaannya. Selain itu, para pengurus dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Sido Makmur turut hadir sebagai penerima manfaat utama dari program agroforestasi ini.
Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pandih Batu Ipda Yuan Sanjaya S.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat. “Kami sepenuhnya mendukung inisiatif agroforestasi ini karena memiliki dampak positif ganda, yaitu menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengelola lahan demi kepentingan pangan dan energi,” ujar Ipda Yuan Sanjaya saat memberikan keterangannya.
Tujuan utama dari pelaksanaan FAPE ini adalah untuk mendukung kemandirian swasembada pangan nasional. Melalui skema Perhutanan Sosial, masyarakat yang tergabung dalam KTH Sido Makmur diberikan akses legal untuk mengelola hutan kemasyarakatan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, diharapkan produktivitas lahan hutan dapat meningkat sehingga mampu mendongkrak taraf hidup warga Desa Talio Hulu secara signifikan tanpa merusak ekosistem lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan interaktif, di mana para petani mendapatkan penjelasan teknis mengenai metode agroforestasi yang menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman pangan atau energi. Diharapkan setelah sosialisasi ini, kelompok tani dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat guna mewujudkan kemandirian ekonomi desa. (Humasrespulpis).