
Analisnews.co.id, JAKARTA – Festival Syawal 1447 H yang digelar oleh LPPOM kembali jadi momen penting buat memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Bukan sekadar acara tahunan, festival ini fokus bantu UMKM naik level lewat sertifikasi halal, edukasi, dan penguatan rantai pasok dari hulu sampai hilir.
Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan kalau pemberdayaan UMKM nggak cukup cuma kasih sertifikat. Yang lebih penting, pelaku usaha juga dibekali supaya bisnisnya bisa berkembang dan lebih siap bersaing. Sampai 2025, program ini sudah menjangkau hampir 10.000 peserta dan membantu lebih dari 1.500 UMKM mendapatkan sertifikasi halal.
Tahun ini, fokus utama ada di penguatan bahan baku halal. Soalnya, masih banyak pelaku usaha yang kesulitan cari bahan yang jelas kehalalannya. Dari situ, LPPOM mulai mengembangkan toko bahan baku halal di beberapa daerah, termasuk proyek awal di Bogor.
Dukungan juga datang dari pemerintah. Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyebut festival ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di industri halal global. Saat ini, Indonesia bahkan sudah masuk peringkat tiga dunia dalam ekonomi Islam dengan nilai ekspor halal mencapai 64,42 miliar dolar AS.
Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, mengingatkan bahwa masih banyak produk di Indonesia yang belum bersertifikat halal. Dari sekitar 64 juta produk, baru 24 juta yang sudah tersertifikasi.
Lewat Festival Syawal, kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan pelaku usaha terus diperkuat. Harapannya, industri halal Indonesia bisa makin solid, terpercaya, dan punya daya saing global yang lebih kuat.
Reporter : Ayhano