DPD FBN RI Tabanan Perluas Makna Bela Negara, Dari Layanan Kesehatan hingga Literasi Digital
Analisnews.co.id – TABANAN | Dewan Pimpinan Daerah Forum Bela Negara Republik Indonesia (DPD FBN RI) Kabupaten Tabanan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 dengan meluncurkan sejumlah program yang memperluas makna bela negara di tengah tantangan zaman di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Minggu, 31 Mei 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga aksi sosial berupa pemeriksaan mata gratis, pembagian 50 kacamata, donor darah, ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, serta kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Ketua DPD FBN RI Tabanan, Letkol TNI (Purn) I Nyoman Salindra, menegaskan bahwa konsep bela negara saat ini harus dimaknai lebih luas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Bela negara hari ini bukan hanya mengangkat senjata. Dokter yang menyelamatkan nyawa, guru yang mendidik karakter, petani yang menjaga ketahanan pangan, itu semua bentuk bela negara,” tegas Letkol TNI (Purn) I Nyoman Salindra di sela-sela ziarah dan tabur bunga.
Menurutnya, di usia organisasi yang masih muda, FBN RI Tabanan berkomitmen membangun kesadaran bela negara melalui berbagai sektor, mulai dari ekonomi, ketahanan pangan, lingkungan hidup hingga dunia digital.
Sebagai bagian dari peringatan HUT pertama, DPD FBN RI Tabanan meluncurkan tiga program utama, yakni Bela Negara Medis, Bela Negara Digital, dan Bela Negara Budaya.
Program Bela Negara Medis difokuskan pada edukasi kesehatan dasar serta pelatihan tanggap darurat di desa-desa. Sementara Bela Negara Digital diarahkan untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam menghadapi hoaks dan paham radikal di kalangan pengguna gadget, khususnya generasi muda.
Adapun Bela Negara Budaya bertujuan memperkuat nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi persatuan dan kesatuan masyarakat Bali.
Nhlman Salindra menegaskan bahwa FBN RI hadir sebagai wadah untuk menggerakkan semangat cinta tanah air dan tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Dewan Penasehat DPW FBN RI Bali, Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika, Sp.PD., MARS., FINASIM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika menilai program bela negara perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tantangan global yang terus berubah.
Menurutnya, pendekatan bela negara harus mampu menyentuh aspek kesehatan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter generasi muda.
Ia menegaskan bahwa DPW FBN RI Bali berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam membangun kesadaran bela negara.
“Bela negara dimulai dari tubuh dan jiwa yang sehat, dengan tubuh dan jiwa yang sehat negara menjadi kuat, siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPW FBN RI Bali, I.B Putu Parta SE., SH., menyebut pelaksanaan HUT pertama FBN RI Tabanan di kawasan bersejarah TPB Margarana memiliki makna strategis karena selaras dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.
Ia menilai DPD FBN RI Tabanan telah menjadi contoh melalui kegiatan nyata yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pemeriksaan mata gratis, pembagian kacamata, donor darah, hingga bazar sembako murah.
Menurutnya, Forum Bela Negara sebagai komponen pendukung pertahanan negara harus hadir melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari berbagai sektor.
“Semangat Puputan Margarana adalah totalitas pengabdian. Kini totalitas itu kita wujudkan lewat profesi masing-masing, untuk Tabanan yang tangguh dan Indonesia yang berdaulat,” tutupnya.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Tabanan dari Bakesbangpol, I Putu Sutawan, SP., MSi., yang mewakili Bupati Tabanan, mengapresiasi kegiatan karya bakti yang dilakukan FBN RI Tabanan.
Menurutnya, bela negara tidak selalu diwujudkan melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bela negara tiidak harus selalu denvan angkat senjata, namun melalui wujud nyata yang bisa memberikan manfaat bagi sesama, melalui gotong royang,” tegasnya.
Ia berharap FBN RI dapat terus berperan aktif menjaga kerukunan sosial serta membantu masyarakat menghadapi tantangan era digital, termasuk penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memberikan dukungan terhadap keberadaan organisasi yang berkontribusi dalam penguatan semangat kebangsaan dan bela negara di Kabupaten Tabanan. (red).
FBN RI Tabanan, Bela Negara, Puputan Margarana, Literasi Digital, Generasi Muda
