Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapan Waktu yang Tepat Menaruh Uang di Deposito Online?

Patroli Dialogis, Upaya Polri Ciptakan Kamtibmas

POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN SOSIALISASI KEPADA WARGA TERKAIT ILLEGAL LOGGING DAN ANCAMAN PIDANA PELAKUNYA

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara
Terkini

Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara

vritimesBy vritimes2 Juni 2026 12:49 AM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Huntap di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang dibangun Kemenko Polkam. dok. Satgas PRR/Kemenko Polkam.

Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang.

Pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2026. Percepatan pembangunan huntap penting untuk memberi kepastian bagi masyarakat terdampak, khususnya korban rumah hilang dan rusak berat, agar segera bisa menata kehidupan kembali.

Progres pembangunan huntap dan informasi pemulihan pascabencana dapat diakses melalui satgasprr.id, agar masyarakat dan pemangku kepentingan selalu mendapatkan update resmi secara transparan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pembangunan huntap menjadi fokus penting dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) yang tengah disiapkan pemerintah.

“Di 2026 pasti hal-hal prioritas misalnya adalah pembangunan huntap supaya (penyintas) jangan terlalu lama di huntara. Kalau semakin lama di huntara, huntap belum terbangun, nanti akan menjadi masalah kepastian bagi masyarakat yang rumahnya hilang dan rusak berat,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terdampak di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Tito, masyarakat terdampak membutuhkan kepastian untuk dapat kembali hidup di hunian tetap mereka sendiri. Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang.

Data Satgas PRR per 24 Mei 2026 menunjukkan pembangunan huntap di tiga provinsi terdampak terus bergerak. Dari total rencana 39.335 unit huntap, sebanyak 1.110 unit saat ini berada dalam tahap pembangunan dan 364 unit telah selesai dibangun. Jumlah huntap selesai tersebut meningkat dibandingkan data 11 Mei 2026 yang mencatat 357 unit telah terbangun.

Aceh menjadi provinsi dengan kebutuhan pembangunan huntap terbesar, yakni mencapai 28.910 unit. Dari jumlah tersebut, 758 unit saat ini dalam proses pembangunan dan 115 unit telah selesai dibangun.

Di Sumatera Utara, kebutuhan huntap tercatat sebanyak 7.601 unit. Saat ini, 297 unit berada dalam tahap pembangunan dan 227 unit telah selesai dibangun. Sementara di Sumatera Barat, tercatat kebutuhan pembangunan 2.824 unit huntap. Hingga 24 Mei 2026, sebanyak 55 unit berada dalam tahap pembangunan dan 22 unit telah selesai dibangun.

Pembangunan huntap melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Koordinator Politik dan keamanan (Kemenko Polkam), Polri, serta sejumlah institusi kemasyarakatan.

Sebelumnya, juru bicara Satgas PRR Amran mengatakan, pembangunan huntap memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pembangunan hunian sementara (huntara) karena pemerintah ingin memastikan bangunan memiliki kualitas yang secara berkelanjutan.

“Huntap ini memang punya tahapan yang agak panjang untuk menjamin kualitas tempat tinggal karena sebagai hunian tetap, tidak bisa langsung kita paksakan untuk tuntas dalam waktu dekat seperti halnya huntara,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR)

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) dibentuk sebagai langkah strategis pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Satgas ini mengintegrasikan kerja lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat transisi dari masa tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi berkelanjutan.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleWujud Kampus Kebangsaan, Dosen Unwar jadi Juri Lomba Bulan Bung Karno 2026
Next Article Fakultas Vokasi UB Perkuat Kompetensi Keamanan Siber melalui Kolaborasi dengan Positive Technologies dan Kampus Rusia
vritimes

Related Posts

Kapan Waktu yang Tepat Menaruh Uang di Deposito Online?

24 Juni 2026 12:49 PM

Patroli Dialogis, Upaya Polri Ciptakan Kamtibmas

24 Juni 2026 12:48 PM

POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN SOSIALISASI KEPADA WARGA TERKAIT ILLEGAL LOGGING DAN ANCAMAN PIDANA PELAKUNYA

24 Juni 2026 12:47 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.