Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gerak Cepat Satreskrim Polres Lebak Ungkap Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor di Cimarga

Maknai Hari Raya Galungan, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Bersama-sama Jaga Kamtibmas

Dampingi Wakapolda, Kapolresta Tangerang Anjangsana ke Mantan Kapolda Banten

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Featured»Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam
Featured

Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam

vritimesBy vritimes18 Juni 2026 5:34 AM0104 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pergerakan harga emas dunia pada pekan kedua Juni diperkirakan masih akan menarik perhatian pelaku pasar. Setelah mencatat kenaikan yang cukup kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, logam mulia ini berpotensi memasuki fase koreksi jangka pendek sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif, sejumlah indikator teknikal mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan mulai melambat.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 menunjukkan adanya perubahan tren yang cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir berhasil membawa harga mencapai target resistance yang sebelumnya telah diproyeksikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli masih cukup kuat dan mampu mendorong harga bergerak lebih tinggi.

Namun setelah mencatat kenaikan yang relatif cepat, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda perlunya penyesuaian harga. Dalam kondisi seperti ini, koreksi sering kali dianggap sebagai bagian normal dari pergerakan pasar. Koreksi tidak selalu menandakan berakhirnya tren naik, tetapi lebih sebagai upaya pasar untuk mencari keseimbangan baru sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya.

Menurut Geraldo, emas saat ini berpotensi memasuki fase rebalancing price atau penyesuaian harga setelah reli yang cukup agresif. Fase tersebut biasanya ditandai dengan munculnya tekanan jual jangka pendek yang bertujuan mengoreksi kenaikan sebelumnya. Dalam analisis teknikal, kondisi seperti ini sering disebut sebagai secondary trend atau tren koreksi sementara.

Secara teknikal, area support di level 4.119 menjadi titik yang cukup penting untuk diperhatikan pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan menjadi target koreksi terdekat apabila tekanan jual mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan. Selama harga masih mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk kembali bergerak naik tetap terbuka.

Sinyal perlambatan momentum juga terlihat dari terbentuknya swing high baru setelah harga mencapai puncak kenaikan terbaru. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kekuatan beli mulai berkurang dibandingkan sebelumnya. Selain itu, harga juga terlihat mulai tertahan di sekitar area Moving Average (MA) 21 dan MA 34 yang saat ini berfungsi sebagai area penghalang pergerakan jangka pendek.

Indikator stochastic turut memberikan sinyal yang serupa. Setelah sebelumnya bergerak di area overbought atau jenuh beli, indikator tersebut kini mulai berbalik turun. Kondisi ini umumnya menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai melemah dan pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi atau koreksi.

Meski begitu, koreksi yang berpotensi terjadi saat ini masih dianggap sebagai bagian dari pergerakan normal setelah kenaikan yang cukup tajam. Selama tidak terjadi tekanan jual yang terlalu besar dan harga mampu bertahan di area support utama, peluang pemulihan masih tetap terbuka.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas pada pekan ini juga akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen fundamental yang datang dari Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menjadi perhatian utama investor adalah arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Saat ini pasar masih menilai bahwa bank sentral Amerika Serikat berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama. Ekspektasi tersebut muncul karena sejumlah data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Data tenaga kerja yang solid, inflasi yang belum sepenuhnya turun ke target, serta aktivitas ekonomi yang masih stabil membuat pasar belum melihat adanya urgensi bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

Situasi tersebut memberikan dukungan terhadap dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya menghadapi tantangan karena menjadi lebih mahal bagi investor global yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan terhadap emas dapat berkurang dan membatasi ruang kenaikan harga.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang masih bertahan di level tinggi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Yield yang tinggi membuat instrumen pendapatan tetap menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak menawarkan imbal hasil. Kondisi ini dapat mendorong sebagian investor mengalihkan dana mereka ke aset berbasis dolar.

Di sisi lain, sentimen pasar global yang cenderung lebih stabil juga ikut memengaruhi pergerakan emas. Ketika pelaku pasar merasa optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan, minat terhadap aset safe haven biasanya menurun. Dana investasi cenderung bergerak ke instrumen yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar, seperti saham dan aset berisiko lainnya.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek pada pekan kedua Juni. Area 4.119 menjadi level yang akan menjadi perhatian utama pasar. Meskipun tren sebelumnya menunjukkan penguatan yang cukup kuat, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi yang dapat terjadi sebelum emas menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleIFG Life Kembali Hadir Sebagai Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026
Next Article KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan Pada Libur Akhir Pekan Dan Tahun Baru Islam 1448 H
vritimes

Related Posts

Tangani Pembayaran Klaim Dengan Cepat, BRI Insurance Bayarkan Asuransi Mikro Puluhan Juta di Balikpapan

18 Juni 2026 6:09 AM

IFG Life Kembali Hadir Sebagai Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026

18 Juni 2026 4:57 AM

Dibangun PTPP, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo

16 Juni 2026 11:05 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.