Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Peringati Hari Buruh Nasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional VI Berikan Apresiasi kepada Pekerja di Kota Langsa

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Darurat demi Keselamatan Pengguna

Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I (Persero) Hadirkan “Ruang Tenang” Lewat Aset Agrowisata di Jawa Tengah
Terkini

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I (Persero) Hadirkan “Ruang Tenang” Lewat Aset Agrowisata di Jawa Tengah

vritimesBy vritimes22 Juni 2026 1:38 AM043 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Aroma daun teh di lereng yang menguapkan embun dijerang matahari, udara sejuk hingga menembus angka empat derajat, dan panorama gunung yang spektakuler menjadi rindu setiap jiwa.

Di berbagai aset yang dikelola PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) keindahan lanskap tersebut hadir sebagai “ruang tenang” yang menyatu dengan aktivitas perkebunan. Di Jawa Tengah, kebun-kebun yang dikelola PTPN I (Persero) Regional 3 juga menyimpan pengalaman serupa yang kini dikembangkan sebagai bagian dari optimalisasi aset non-kebun.

Bagi warga kota-kota besar, istilah “macet” dan “polusi” telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Karena itu, setiap jeda waktu libur menjadi kemewahan tersendiri. Bukan sekadar staycation di hotel, melainkan pengalaman tinggal di kabin kayu di tengah perkebunan yang menawarkan ketenangan alami yang sulit ditemukan di kawasan urban.

Firman (30), seorang pekerja kreatif asal Jakarta, menuturkan bahwa aset wisata milik PTPN I (Persero) Regional 3 menjawab kebutuhan ruang pemulihan bagi masyarakat urban. Ia mengaku terkesan saat berkunjung ke Kawasan Agrowisata Jollong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

“Bangun tidur, kalau biasanya sudah bising kendaraan, di sini kita disambut kicau burung. Udara sejuk dan suasananya memang menenteramkan hati. Keluar ke teras, serasa ada terapi deep cleaning paru-paru. Seger banget,” kata dia.

Pengalaman tersebut mencerminkan upaya Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) dalam mengoptimalkan aset melalui diversifikasi usaha berbasis agrowisata. Profesionalitas pengelolaan menjadi bagian dari strategi menjadikan aset perkebunan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.

Agrowisata Jollong

Perjalanan menuju ketenangan dapat dimulai dari Agrowisata Jollong di lereng Gunung Muria, Desa Sitiluhur, Kabupaten Pati. Berada di ketinggian hingga 900 mdpl, kawasan ini menghadirkan ikon tugu cangkir kopi raksasa sebagai simbol sentra kopi bersejarah sejak era kolonial.

Dengan tiket masuk Rp20.000, pengunjung dapat menikmati kopi lokal langsung dari sumbernya, mengunjungi Bukit Naga untuk memetik buah segar, hingga merasakan terapi ikan di kolam alami. Air Terjun Grenjengan menjadi salah satu daya tarik yang memberikan pengalaman alam yang menenangkan.

Kampoeng Karet

Di Kabupaten Karanganyar, PTPN I (Persero) Regional 3 juga mengembangkan Kampoeng Karet sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kebun karet. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Lawu menghadirkan suasana teduh dari kanopi pohon karet yang rimbun.

Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang rekreasi keluarga dengan konsep camping “no ribet”, di mana fasilitas telah disiapkan oleh pengelola. Pengunjung juga dapat menikmati playground, kolam renang, hingga gazebo di tengah kawasan hijau.

Agrowisata Kaligua

Agrowisata Kaligua di Kabupaten Brebes menjadi destinasi unggulan di dataran tinggi dengan ketinggian hingga 2.050 mdpl. Berada di kaki Gunung Slamet, kawasan ini menghadirkan suhu ekstrem hingga 4°C serta panorama kebun teh peninggalan Belanda tahun 1889.

Dengan tiket Rp20.000, pengunjung dapat menikmati Puncak Sakub untuk menyaksikan matahari terbit, Gua Jepang sebagai wisata sejarah, serta mata air Tuk Bening yang terkenal dengan kesegarannya.

Banaran Sky View

Sebagai penutup perjalanan, Banaran Sky View di Bawen, Semarang, menawarkan pengalaman kuliner dengan panorama Danau Rawa Pening dan tujuh gunung di sekitarnya. Lokasinya yang strategis dekat pintu tol Bawen menjadikannya destinasi singgah yang mudah dijangkau.

Selain restoran dengan menu berbasis kopi, kawasan ini juga menyediakan fasilitas Banaran Coffee Camp untuk pengalaman glamping di tengah kebun kopi.

Libur panjang menjadi momentum jeda dari rutinitas perkotaan. Aset-aset yang dikelola Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) Regional 3 membuktikan bahwa pengalaman rekreasi berkualitas dapat hadir dari lanskap perkebunan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBRI Region 6 Ikuti Puncak Peringatan HUT SP BRI Secara Daring, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
Next Article Lulus dalam 3,5 Tahun dengan Jejak di 5 Negara — Kisah Binusian yang Memulai Perjalanan Global Sejak Tahun Pertama Kuliah
vritimes

Related Posts

Peringati Hari Buruh Nasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional VI Berikan Apresiasi kepada Pekerja di Kota Langsa

22 Juni 2026 2:09 AM

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Darurat demi Keselamatan Pengguna

22 Juni 2026 1:56 AM

Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026

22 Juni 2026 1:42 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.