Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Luxury Bag Auction Kembali Digelar, Prada Re-Edition 2005 Siap Diperebutkan Mulai Rp5 Juta di @degaiya.id

Safa Tour, Memberikan Promo Sebesar 500 Ribu Bagi Pengunjung Yang Melakukan Pesanan Tiket, Perjalanan(Booking)

Polda Metro Jaya Menggagalkan Dua Orang Pengedar Etomidate Dan Ekstasi Dalam Kemasan Beras India, Terkait Jaringan Malaysia

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Featured»Kolaborasi Dinkop dan UNAIR Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern
Featured

Kolaborasi Dinkop dan UNAIR Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern

vritimesBy vritimes25 Juni 2026 5:19 AM053 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

SURABAYA – Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Timur mempercepat implementasi transformasi teknologi pada jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah strategis ini memperkuat peran korporasi desa agar tetap relevan dan memiliki daya saing kompetitif di era digital. Kebijakan ini sekaligus mendukung perluasan Program Koperasi Merah Putih nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai pilar kesejahteraan berbasis kerakyatan.

Kepala Dinkop UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, memaparkan arah kebijakan ini dalam forum ekonomi Airlangga Support for Economic Collaboration (ASEC). Kegiatan ilmiah tersebut diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Angkatan 65-66 di Plaza Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Kamis (18/6).  Endy menjelaskan bahwa kedatangan ekosistem digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) menciptakan peluang profesi baru, bukan sekadar memicu disrupsi lapangan kerja. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri dari pelaku koperasi dan mahasiswa.

“Pemerintah mendorong revitalisasi peran ekonomi institusi ini secara fundamental. Koperasi tidak lagi sekadar mengelola aktivitas simpan pinjam konvensional. Ekosistem ini harus bertindak sebagai agregator komoditas hasil tani dan produk UMKM guna meningkatkan nilai tambah ekonomi perdesaan,” jelas Endy.

Dinkop UKM Jatim merujuk kesuksesan pengelolaan aset skala besar pada entitas besar di Jawa Timur.

Entitas percontohan tersebut meliputi Koperasi Sidogiri, Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat, Koperasi Semen Indonesia, dan Koperasi Petrokimia (K3PG). Pemerintah mengaplikasikan standar manajemen serupa melalui penugasan manajer profesional lulusan perguruan tinggi (S1) dengan proses penyaringan ketat bersama BUMN.

Koordinator Mata Kuliah Etika Bisnis dan Creating Shared Value Universitas Airlangga, Prof. Gancar Candra Premananto, menegaskan urgensi adopsi instruksi digital ini. Institusi ekonomi saat ini menghadapi fenomena polycrisis. Tantangan ini meliputi disrupsi teknologi masif, instabilitas ekonomi global, dan perubahan perilaku pasar. Koperasi wajib mengadopsi platform digital guna mencegah risiko kehilangan basis loyalitas anggota.

Pada forum yang sama, Manajer Pengembangan K3PG, Dwi Anggraini Futurhesa, membagikan studi kasus empiris mengenai proses pembaruan tata kelola yang mereka rintis sejak tahun 2012. K3PG membuktikan keberhasilan pengubahan citra institusi tradisional menjadi korporasi modern yang adaptif.

Keberhasilan transformasi sistem layanan digital K3PG bertumpu pada empat pilar strategi utama:

1. Modernisasi infrastruktur teknologi dan digitalisasi sistem operasional secara menyeluruh.

2. Penguatan kompetensi sumber daya manusia serta implementasi tata kelola organisasi yang akuntabel.

3. Diversifikasi lini bisnis komersial sesuai dengan fluktuasi kebutuhan pasar global.

4. Akselerasi rasa memiliki (sense of belonging) para anggota terhadap ekosistem usaha bersama.

Integrasi sistemik ini memastikan seluruh operasional koperasi, mulai dari pengelolaan simpanan hingga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), dapat berjalan secara transparan. Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi industri menjadi prasyarat mutlak dalam membangun ekosistem ekonomi perdesaan yang sehat. [pp.nl]

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePERSONEL PIKET POLSEK KAPUAS KUALA SIAGA MAKO PADA MALAM HARI
Next Article Sneak Peek: Purana dan Puragraph Umumkan Kolaborasi “Liveable Art” Revolusioner Bersama Afganial di YATS Colony Yogyakarta
vritimes

Related Posts

BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

26 Juni 2026 7:19 AM

BRI Kalimalang Ramaikan Emporium Pluit dengan Booth Pembukaan Rekening dan Kartu Debit Eksklusif FC Barcelona

26 Juni 2026 7:12 AM

Nyaman Sejak Langkah Pertama: KAI Perkuat Keandalan Fasilitas Stasiun Seiring Pertumbuhan Pengguna LRT Jabodebek

26 Juni 2026 5:15 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.