
Analisnews, jakarta,Musyawarah Daerah(Musda)KNPI DKI Jakarta, mengukuhkan ferawati resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta untuk periode tiga tahun ke depan. Proses keterpilihannya ini dipastikan berjalan secara aklamasi setelah dirinya mengawal persiapan Musyawarah Daerah (Musda) sebagai *caretaker* selama kurang lebih tiga hingga empat bulan terakhir.
Dalam wawancara pasca-terpilih di Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Ferawati membagikan pengalamannya selama menjadi *caretaker*. Ia mengaku sempat menghadapi dinamika yang cukup rumit akibat banyaknya tuntutan khusus dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP).
“Saya pun juga sempat bingung karena dirapatkan dengan OKP, kemudian dengan MPI, dan lain-lain. Hingga akhirnya masuk beberapa calon, dan setelah disaring, akhirnya saya yang maju. Jujur saya pun agak deg-degan,” ungkap Ferawati.
Ferawati, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum di Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI, menegaskan bahwa misi utamanya memimpin DKI Jakarta adalah menyatukan perpecahan. Menurutnya, wilayah DKI Jakarta selama ini kerap diwarnai oleh ego sektoral yang memicu dualisme di kubu pemuda.
Ia menyampaikan bahwa selama masa transisi sebagai *caretaker*, ia bersama tim fokus menciptakan kondisi yang kondusif. Langkah ini membuahkan hasil positif dengan merapatnya kubu-kubu yang sebelumnya terpecah.
“Tujuan kami adalah menciptakan kondisi yang kondusif. Keberhasilan saya dengan tim adalah kita bisa merapatkan dari dualisme itu. Bahkan, sudah ada dua pihak dari dualisme tersebut yang secara sukarela menghubungi saya lewat WhatsApp untuk menyatakan bersatu kembali,” jelasnya. Mengusung Gerakan yang Berdampak
Menyelaraskan dengan slogan dari DPP KNPI, Ferawati mengusung visi tiga tahun ke depan dengan *tagline pemuda Bergerak, Pemuda Berdampak**. Ia menilai, belakangan ini kegiatan KNPI yang menyentuh langsung ke masyarakat seperti olahraga dan kegiatan kepemudaan lainnya—sudah mulai minim dan cenderung terjebak pada pusaran pergerakan elit OKP saja.
“Saya ingin meminimalisir hal tersebut dan membuat keseimbangan antara pergerakan kepemudaan OKP, mahasiswa, dengan kegiatan nyata yang harusnya berjalan,” tambahnya.
Sebagai sosok pemimpin, perempuan yang feminim, Ferawati berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh para pemilik suara. Ia meyakini bahwa kehadiran sosok perempuan di pucuk pimpinan KNPI DKI Jakarta akan membawa suasana baru yang lebih mengayomi, bukan konfrontatif.
“Mungkin mereka melihat saya sebagai sosok senior atau perempuan. Saya yakin ke depannya dengan saya sebagai perempuan, mereka bisa lebih terayomi. Mereka itu sebenarnya tidak susah, cuma mau didengar dan diayomi saja,” tuturnya sambil tersenyum.
Kami juga menjaga jarak dari Politik Praktis,demi menjaga legalitas kuat yang diturunkan dari kepengurusan Profesor Dr. Ilyas Indra serta menjaga keutuhan organisasi. Ferawati menegaskan komitmennya untuk membawa KNPI kembali ke jalur yang murni (*real*) ujarnya.