Lima Dekade Bersama: Kisah Cinta Bhakti dan Dharma, Ida Bagus Djodhi dan Sumarwati
Analisnews.co.Id — ENPASAR | Lima puluh tahun adalah perjalanan yang panjang. Ada suka. Ada duka. Ada ujian yang ditempa waktu, dan pengabdian yang terus dirawat.
Itulah yang dirayakan Drs. Ida Bagus Djodhi, S.H., M.M. dan Dra. Sumarwati,M.Pd., Minggu, 28 Juni 2026. Pasangan ini menggelar 50 Tahun Golden Wedding Anniversary, di Istana Taman Jepun, Denpasar, Bali.
Bagi Ida Bagus Djodhi, setengah abad bukan kebetulan. “Begitu hebat yang telah dipersatukan dahulu. Sang Hyang Kala memberi kami ruang 50 tahun untuk bersama,” ujarnya, lirih namun mantap.
Ia percaya, cinta memiliki arah. “Tidak ada cinta di semesta ini, kecuali untuk bhakti dan dharma,” ujarnya.
Dalam tradisi Bali, perayaan ini disebut “Saptara Wulan Mas,” atau Pernikahan Emas. Emas dipilih bukan tanpa makna. Ia simbol keteguhan dan kesetiaan. Sesuatu yang kian langka di tengah derasnya zaman.
Menariknya acara berlangsung terbuka. Untuk itu, keluarga, sahabat, hingga semeton datang untuk memanjatkan syukur bersama atas anugerah 50 tahun dari Sang Hyang Widhi.
Dalam kesempatan berbahagia tersebut, Ida Bagus Djodhi dan Sumarwati menyampaikan rasa terima kasih kepada Ratu Peranda Putri Isteri Jelantik, termasuk kepada Ketua Partai Gerindra Bali, De Gadjah bersama jajarannya. Juga kepada Ketua PWS, Persatuan Werde Sejahtera, dan Ketua PWRI, Persatuan Werdetame Republik Indonesia, terkhusus termasuk kepada para Lansia telah menyempatkan hadir.
Istana Taman Jepun dipilih sebagai rumah perayaan. Dengan taman dan arsitektur Bali yang meneduhkan, tempat ini menjadi saksi bisu kebahagiaan keluarga besar, Ida Bagus Djodhi dan Sumarwati.
Latarbelakang keduanya berbeda, namun saling menguatkan. Djodhi dari dunia hukum. Sumarwati dari dunia pendidikan. Keduanya tetap aktif, baik di keluarga maupun di tengah masyarakat.
Di akhir perayaan, satu pesan mengemuka: bahwa fondasi rumah tangga yang bertahan setengah abad adalah cinta, bhakti, dan dharma. (Red)
