Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tim Gabungan Bahu-Membahu Jinakkan Kebakaran Lahan di Desa Tumbang Nusa

POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN SOSIALISASI KARHUTLA KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MANTANGAI

PERSONEL POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN GIAT DEKLARASI ANTI H.P.U.S (HOAX, PORNOGRAFI, UJARAN KEBENCIAN DAN SARA) KEPADA WARGA MASYARAKAT

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Nasional»Kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Ke Hamburg Dalam Rangka Hamburg Sustainability Conference
Nasional

Kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Ke Hamburg Dalam Rangka Hamburg Sustainability Conference

nurjenBy nurjen3 Juli 2026 8:13 AM053 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id – Dalam rangka mewakili Presiden RI pada Hamburg Sustainability Conference, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, melakukan kunjungan kerja ke Hamburg pada 29–30 Juni 2026.

 

Dalam forum tingkat tinggi tersebut, Menteri PPN menyampaikan komitmen Indonesia terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global. Indonesia memandang aksi iklim bukan hanya sebagai agenda lingkungan, tetapi juga sebagai motor utama transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.

 

Pada keynote speech dalam sesi High-Level Roundtable: “ Why Climate Action Can Become One of The World’s Biggest Job Creators ”, Menteri PPN menekankan bahwa aksi iklim membuka peluang bagi penciptaan lapangan kerja baru. Hal ini karena proses transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan perubahan pada proses ekonomi yang perlu didukung dengan tenaga kerja terampil, inovasi, serta infrastruktur yang berkelanjutan

dan rendah emisi.

 

Dalam konteks tersebut, berdasarkan Green Jobs Roadmap, Indonesia memperkirakan akan tercipta lebih dari 5,3 juta lapangan kerja hijau pada tahun 2029, serta transformasi lebih dari 72 juta pekerjaan yang ada menuju praktik kerja yang lebih berkelanjutan dan

ramah lingkungan.

 

Upaya ini difokuskan pada sektor energi terbarukan, ekonomi sirkular, serta pengelolaan lahan dan kehutanan berkelanjutan, dengan penguatan sumber daya manusia. Guna mencapai tujuan ini, Indonesia perlu memperkuat kemitraan global.

 

Kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Jerman, yang diwujudkan melalui kolaborasi dengan GIZ dan Program Strategis GESIT yang saat ini sedang berjalan, menjadi contoh nyata model kemitraan global yang kuat.

 

Di sela-sela Hamburg Sustainability Conference, Menteri PPN juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan mitranya yaitu Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja sama Pembangunan Belanda, Menteri Menteri Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Board Member and International Affairs Advisor Former Vice President and

Minister of Foreign Affairs Panama.

 

Selain menghadiri konferensi, Menteri PPN juga melakukan kunjungan ke Sekolah Vokasi Teknik dan Konstruksi BS13 untuk melihat secara langsung praktik pendidikan vokasi di Jerman, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

 

Menteri PPN juga mengunjungi Pelabuhan Hamburg dan berdiskusi dengan Hamburg Port Consulting dalam upaya penguatan mengembangkan pelabuhan-pelabuhan yang menggunakan prinsip ekonomi berkelanjutan. Sebagai salah satu pelabuhan terbesar dan tersibuk di Eropa, Pelabuhan Hamburg memiliki pengalaman dalam digitalisasi, efisiensi logistik, serta penerapan teknologi ramah lingkungan yang relevan dengan

pengembangan sektor maritim Indonesia.

 

Kunjungan ini menegaskan fokus Indonesia pada penguatan kerja sama di bidang ekonomi hijau, maritim, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePolresta Tangerang Patroli Rumah Warga dan Sambangi Pengungsian Korban Asap TPA Jatiwaringin
Next Article Universitas Indonesia (UI) Lead Community Education Initiative in Selangor, Malaysia
nurjen

Related Posts

Perpanjangan Kerja Sama Kemenag-KPK Perkuat Pencegahan Korupsi

30 Juni 2026 8:26 PM

Panglima TNI dan Kapolri Jalan Santai Bersama, Tegaskan Soliditas Jelang Indonesia Emas 2045

28 Juni 2026 8:04 PM

Kawal Hak Jemaah, Kemenhaj Dorong Penyelesaian Kasus Travel Umrah Melalui Mediasi

18 Juni 2026 11:17 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.