Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Lepas Kontingen ke Jurnas Bola Tangan Junior 2026, ABTI Bali Kobarkan Semangat Juang : ” Bali Datang Untuk Bertarung, Bukan Sekedar Hadir”

Waspada Penipuan Digital, Nomor WhatsApp Catut Nama Ketua PWI Banten Sebarkan Kabar Duka Palsu

Demokrat Bali Ajak Masyarakat Jaga Danau Beratan, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Rakyat Bangkit

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional
Technology

Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

vritimesBy vritimes6 Juli 2026 3:39 PM084 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilaksanakan oleh IDSurvey pada 8 pelabuhan di Indonesia.

Mengusung tema “Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya,” GSPI ASRI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta digitalisasi layanan. Program ini sebagai upaya mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan nasional sebagai simpul distribusi logistik yang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Seiring meningkatnya tuntutan perdagangan global terhadap rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan terdigitalisasi, daya saing pelabuhan tidak lagi semata ditentukan oleh kapasitas dan kecepatan layanan. Kemampuan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan transformasi digital kini menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa transformasi pelabuhan merupakan bagian penting dalam memperkuat kelancaran logistik pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global”,ujar Tatang.

Program Green and Smart Port merupakan serangkaian instrumen asesmen yang dirancang untuk mengukur sekaligus mendorong implementasi praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan melalui pendekatan Green Port dan Smart Port. Indikator penilaian pada Green and Smart Port telah dikategorikan berdasarkan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), dikarenakan program ini selaras dengan program Presiden Republik Indonesia yaitu melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Penilaian GSPI mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang disusun berdasarkan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Asesmen mencakup aspek tata kelola, teknis operasional, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, kepelabuhanan, serta digitalisasi dengan komposisi penilaian 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port. Pelabuhan peserta mengikuti tahapan asesmen melalui mekanisme self-assessment pada platform My Green Port, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, survei lapangan oleh tim asesor independen, hingga penilaian akhir oleh dewan pertimbangan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Asesmen Green and Smart Port Tahun 2025, Kegiatan GSPI ASRI 2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur sebagai salah satu peserta GSP. Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk penyerahan hasil penilaian GSP kepada 8 (delapan) pelabuhan peserta asesmen yang telah menunjukkan komitmen dan capaiannya yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung. Melalui GSPI ASRI 2026, hasil asesmen tersebut ditindaklanjuti melalui pendampingan, penguatan implementasi praktik terbaik, serta akselerasi transformasi pelabuhan agar semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing dalam mendukung sistem logistik nasional serta ketahanan pangan Indonesia.

Program Green and Smart Port menunjukkan adanya kebermanfaatan terhadap kinerja dan citra pelabuhan dengan penerapan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub menyatakan siap untuk mendorong pelabuhan lain yang belum ikut berpartisipasi untuk bisa ikut serta mengimplementasikan program Green and Smart Port ini. Harapannya lebih banyak pelabuhan di Indonesia yang menerapkan prinsip pelabuhan yang pintar dan ramah lingkungan.

“Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey bersama dengan entitasnya PT SUCOFINDO (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan assurance yang tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja dan daya saing pelabuhan nasional. Green and Smart Port Initiatives menjadi instrumen penting untuk mempercepat transformasi menuju pelabuhan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan mampu memenuhi tuntutan perdagangan global di masa depan,” ujar David.

Melalui penyelenggaraan GSPI ASRI 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menargetkan semakin banyak pelabuhan yang berpartisipasi untuk mengikuti asesmen Green and Smart Port, sehingga mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat distribusi pangan, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBank Raya Dukung Lala Market Vol.11, Hadirkan Pengalaman Transaksi Digital Praktis untuk Ribuan Fashion Enthusiasts
Next Article Pererat Kemitraan Wilayah, Polsek Balai Riam Sambang Dialogis ke Pemukiman Penduduk
vritimes

Related Posts

Kanit SPK Polsek Kapuas Timur Laksanakan Pemeriksaan Senpi Dinas Dalam Rangka Serahterima Piket Jaga dan Pelayanan Masyarakat

31 Juli 2026 9:15 AM

Hari Anak Nasional 2026, KAI Bandara Ajak Anak Mengenal Dunia Perkeretaapian dan Hadirkan Perjalanan yang Ramah Anak

31 Juli 2026 7:59 AM

Pelabuhan Makassar Catat Pertumbuhan Positif Arus Bongkar Muat pada Semester I – 2026

31 Juli 2026 7:27 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.