Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

WAKILI DANKODAERAL III, WADAN HADIRI TAKLIMAT AWAL PEMERIKSAAN KINERJA PENDAHULUAN BPK RI

Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran, Kapolda Metro Jaya perkuat Organisasi dan Pelayanan

Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Narkotika Etomidate Jaringan Internasional, 8.698 Cartridge Disita

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Nasional»Tak Ingin Indonesia Hanya Jadi Pasar, Komdigi Pacu Compute Cluster dan Talenta AI
Nasional

Tak Ingin Indonesia Hanya Jadi Pasar, Komdigi Pacu Compute Cluster dan Talenta AI

yadiBy yadi7 Juli 2026 11:31 AM0172 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pembangunan compute cluster nasional menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu bersaing dalam industri kecerdasan artifisial (AI) global. Menurutnya, Indonesia harus melangkah lebih jauh dengan membangun kapasitas komputasi yang kuat, sekaligus menyiapkan talenta digital yang kompetitif.

Hal itu disampaikan Nezar saat membuka acara Pertemuan dan Kolaborasi Menyatukan Inovasi, Mengakselerasi Perkembangan Ekosistem AI Nasional di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

“Paling tidak ada dua strategi yang sangat penting. Yang pertama memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI. Yang kedua adalah memperkuat posisi kita di compute cluster, termasuk memperkuat talenta digital Indonesia agar mampu bersaing dengan tantangan global,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan, kebutuhan akan compute cluster semakin mendesak karena pengembangan AI modern sangat bergantung pada kapasitas komputasi berskala besar. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung untuk riset, pengembangan model AI, hingga lahirnya berbagai inovasi berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan di dalam negeri.

Menurut Nezar, penguatan infrastruktur komputasi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem AI nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi juga mampu menjadi salah satu pemain penting dalam rantai nilai industri AI global.

“Kita jangan hanya menjadi pengguna, tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi significant player yang ikut menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia,” tegasnya.

Nezar menambahkan, keberhasilan pengembangan AI tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga pada kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, akademisi, BUMN, komunitas, dan para inovator nasional.

Ia mengatakan, pengembangan AI telah menjadi salah satu prioritas dalam Visi Indonesia Digital 2045 dengan tiga sasaran utama, yakni menciptakan teknologi yang inklusif, memberdayakan ekosistem nasional, serta memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar atau pengguna. Kita ingin memperoleh posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global,” katanya.

Menurut Nezar, Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan ambisi tersebut, mulai dari ketersediaan mineral kritis yang dibutuhkan industri AI, sumber energi untuk menopang infrastruktur digital, hingga bonus demografi yang menjadi sumber talenta digital masa depan.

Di tengah pesatnya perkembangan AI yang kini juga menjadi bagian dari persaingan geopolitik dunia, Nezar menilai Indonesia harus mampu membangun kekuatan nasional agar tetap tangguh sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam kerja sama yang kuat dan kolaborasi yang sinergis sehingga Indonesia dapat membangun ekosistem AI yang inklusif, berdaya, dan berdaulat,” pungkasnya

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleSINERGI POLRI DAN KELOMPOK TANI, PENANAMAN JAGUNG DI DESA KARTAMULIA DUKUNG KETAHANAN PANGAN
Next Article Film Baby Udon Bagikan First Look, Perjuangan Fanny dan Hajime Kondoh Mendapatkan Buah Hati Di Tengah Sakit Kanker
yadi

Related Posts

Polsek Kapuas Timur Perkuat Sinergi dengan PDAM dalam Menjaga Kelancaran Distribusi Air Bersih di Kecamatan Kapuas Timur

28 Juli 2026 11:30 AM

Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan

27 Juli 2026 7:36 PM

“Cegah Karhutla” Polsek Kapuas Timur Rutin Sosialisasi dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

25 Juli 2026 12:54 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.