Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BERANTAS KEJAHATAN LINGKUNGAN, POLSEK KAPUAS KUALA GENCAR SOSIALISASI ILLEGAL MINING

Anggota Piket Stand By Jaga Mako Polsek Kapuas Kuala

Polsek Kapuas Kuala Gencar melaksanakan Himbauan Hpus

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Featured»Universitas Amikom Yogyakarta Hadirkan Creative Economy Park, Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif dalam Satu Ekosistem
Featured

Universitas Amikom Yogyakarta Hadirkan Creative Economy Park, Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif dalam Satu Ekosistem

vritimesBy vritimes8 Juli 2026 11:19 PM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di provinsi ini mencapai 74,70 persen, tertinggi secara nasional. Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi, Universitas Amikom Yogyakarta menghadirkan Amikom Creative Economy Park (ACEP) sebagai ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, industri kreatif, inovasi, dan kewirausahaan dalam satu lingkungan kampus. Saat ini Universitas Amikom Yogyakarta memiliki sekitar 10.000 mahasiswa aktif yang belajar dalam lingkungan pendidikan berbasis teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan. Pengembangan ekosistem tersebut didukung oleh tiga fakultas utama, yaitu Fakultas Ilmu Komputer (FIK), Fakultas Ekonomi dan Sosial (FES), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Ketiga fakultas tersebut menghadirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri digital dan ekonomi kreatif, mulai dari informatika, kecerdasan buatan, ilmu komunikasi, hubungan masyarakat, bisnis digital, akuntansi, arsitektur, geografi, hingga perencanaan wilayah dan kota. Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., mengatakan bahwa Amikom tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas kreatif. “Di Amikom, mahasiswa tidak hanya belajar untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dipersiapkan untuk menciptakan pekerjaan. Melalui Amikom Creative Economy Park, kami membangun ekosistem yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam industri kreatif sejak masih berada di bangku kuliah,” ujarnya. Melalui ACEP, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman industri secara langsung melalui berbagai teaching industry dan unit kreatif yang berada di lingkungan kampus, seperti studio animasi, studio gim, software house, radio, televisi, motion capture studio, pusat inovasi, hingga technopreneur center. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa mengembangkan produk, mengelola proyek, serta memahami kebutuhan industri sebelum lulus. Ekosistem tersebut telah melahirkan berbagai karya dan inovasi yang mendapatkan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Mahasiswa dan alumni Amikom terlibat dalam pengembangan animasi, film, aplikasi digital, serta startup teknologi. Untuk memperkuat daya saing global, Amikom juga menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra internasional, termasuk institusi dan pelaku industri kreatif dari Silicon Valley dan Hollywood. Komitmen terhadap inovasi dan kewirausahaan turut mengantarkan Universitas Amikom Yogyakarta meraih berbagai pengakuan internasional. Pada 2024, Amikom berhasil meraih Peringkat 1 Dunia kategori Leadership dan Peringkat 2 Dunia kategori Symbol/Promotion dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2024. Pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen Amikom dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya relevan bagi dunia pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri. “Pengakuan internasional yang diraih Amikom menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masa depan. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan berinovasi, berkolaborasi, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Prof. Suyanto. Selain membangun budaya inovasi, Amikom juga menumbuhkan budaya prestasi di kalangan mahasiswa. Pada 2024, universitas memberikan penghargaan beasiswa kepada 44 mahasiswa berprestasi yang berhasil meraih pencapaian di tingkat internasional, nasional, dan regional sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka di bidang akademik maupun non-akademik. Untuk memastikan akses pendidikan yang lebih luas, Universitas Amikom Yogyakarta menyediakan berbagai program beasiswa bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa aktif. Program tersebut mencakup Beasiswa Prestasi Akademik, Beasiswa Prestasi Olahraga, Beasiswa Prestasi Seni Budaya, Beasiswa Pemimpin Muda, Beasiswa Mahasiswa Berprestasi, serta berbagai program beasiswa hasil kerja sama dengan mitra strategis. Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh dukungan biaya pendidikan hingga 100 persen sesuai kategori dan capaian prestasi yang dimiliki. Melalui kombinasi pendidikan berbasis industri, budaya inovasi, prestasi global, dan akses pendidikan yang inklusif, Universitas Amikom Yogyakarta terus mengembangkan ekosistem Creative Economy Park untuk mencetak talenta unggul, inovator, dan entrepreneur masa depan Indonesia. Press Release ini juga tayang di VRITIMES
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleArtificial intelligent summit –Indonesia 2026: 16th JULY 2026 AYANA Midplaza Jakarta, Indonesia
Next Article BRI Finance Tebar Promo Menarik di Mini Expo Mobil Bekas Berkualitas Bersama OLXMobbi di Dumai
vritimes

Related Posts

Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Masyarakat, Ini 5 Kereta Api Favorit Keberangkatan Daop 2 Bandung

10 Juli 2026 12:23 AM

Bittime: Perkembangan Regulasi Berpotensi Jadi Penopang Pasar Kripto pada Semester II 2026

10 Juli 2026 12:17 AM

India Sebut Kunjungan PM Modi ke Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam

10 Juli 2026 12:10 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.