Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Apel Pagi, Polsek Timpah Tekankan Disiplin dan Kesiapan Personel

Personel Piket Polsek Timpah Laksanakan Patroli Malam Hari

Antisipasi Kejahatan, Polsek Timpah Laksanakan Patroli Malam Hari ‎

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026
Technology

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

vritimesBy vritimes9 Juli 2026 10:03 AM004 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti obesitas, resistensi insulin, perlemakan hati, hingga penyakit kardiovaskular kini tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan melalui mekanisme biologis antara organ dan sistem tubuh. Kompleksitas tersebut mendorong dunia medis untuk mengembangkan pendekatan diagnostik yang lebih tepat dan bersifat individual sesuai kondisi masing-masing individu.

Melihat perkembangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) kembali menghadirkan forum ilmiah yang dilakukan secara tahunan Prodia Scientific Day 2026 yang mengangkat tema “Systemic Metabolic Disease: From Molecular Mechanism to Precision Diagnostics”. Kegiatan yang berlangsung di Prodia Tower, Jakarta Pusat, ini menjadi wadah kolaborasi ilmiah bagi klinisi, akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam membahas perkembangan terbaru penyakit metabolik sistemik serta implementasi precision diagnostics di Indonesia.

Perkembangan ilmu biomedis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan transformasi besar dalam pendekatan diagnostik, termasuk pemanfaatan biomarker molekuler dan teknologi omics untuk mendukung deteksi dini, stratifikasi risiko yang lebih akurat, hingga tata laksana pasien yang lebih personal. Melalui forum ini, Prodia berupaya menjembatani perkembangan ilmu dasar dengan aplikasi klinis guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Penyakit metabolik saat ini tidak lagi dapat dilihat sebagai kondisi yang berdiri sendiri. Dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan personal agar pasien memperoleh penanganan yang tepat sejak dini. Melalui Prodia Scientific Day, kami ingin menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan klinis di lapangan,” ujar Liana Kuswandi, Direktur PT Prodia Widyahusada Tbk. Sebagai perusahaan layanan laboratorium dan diagnostik kesehatan, Prodia terus mendorong pengembangan pemeriksaan laboratorium berbasis evidence-based medicine guna mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih presisi dan terintegrasi.

Prodia Scientific Day 2026 menghadirkan sejumlah pembicara ahli dari berbagai bidang, di antaranya Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Dr. Miftakh Nur Rahman, M.Farm, Dr. Adhi Pasha Dwitama, MKK, Drg. Ferry Sandra, PhD, serta Dr. dr. Stevent Sumantri, Sp.PD, KAI. Beragam topik ilmiah dibahas mulai dari clinical staging systemic metabolic disease, advanced metabolomics profiling, interpretasi biomarker metabolik, regenerative medicine, hingga autoimunitas pada penyakit metabolik sistemik.

Forum ilmiah ini diikuti oleh dokter umum dan dokter spesialis, akademisi Fakultas Kedokteran, peneliti, tenaga kesehatan, mitra industri, hingga karyawan internal Prodia sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi multidisiplin dalam pengembangan ilmu kedokteran laboratorium di Indonesia. Selain menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi diagnostik yang lebih inovatif dalam praktik klinis di Indonesia.

Melalui semangat inovasi dan kolaborasi, Prodia Scientific Day 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Prodia dalam mendukung transformasi layanan kesehatan menuju era precision medicine. Prodia meyakini bahwa masa depan layanan kesehatan akan bergerak menuju precision medicine, dimana keputusan klinis didukung oleh data biologis yang lebih spesifik dan personal. Melalui Prodia Scientific Day 2026, Prodia berharap dapat mempercepat adopsi inovasi diagnostik yang memberikan manfaat nyata bagi tenaga medis dan masyarakat Indonesia.

#Prodia #InovasiKesehatan #TenangKarenaTau

Tentang Prodia Health Care

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk. Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 31 Maret 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 395 outlet, di 82 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre,, Prodia Women’s Health Centre, dan Prodia Senior Health Centre. .

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India
Next Article Personel Piket Laks Giat Jaga Mako Malam
vritimes

Related Posts

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

9 Juli 2026 9:43 AM

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

9 Juli 2026 9:15 AM

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan

9 Juli 2026 8:45 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.