Tapanuli Utara – analisnews.co.id
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarutung menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas eskalasi konflik kemanusiaan yang kembali terjadi di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya dan sejumlah wilayah lainnya. Berbagai laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil, termasuk tokoh agama, perempuan hamil, dan warga sipil lainnya, merupakan duka yang menyayat hati bangsa Indonesia.
Sebagai organisasi kader yang berlandaskan iman Kristen, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab intelektual, GMKI menegaskan bahwa setiap nyawa manusia memiliki martabat yang harus dihormati. Tidak ada kepentingan apa pun yang dapat membenarkan hilangnya nyawa warga sipil.
Pernyataan ini di ucapkan oleh Ketua GMKI cabang Tarutung Amos Derebi,S.Ag. pada 10 juli, di sekretariat GMKI Tarutung.
Bapak Presiden Republik Indonesia, Konstitusi mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia tanpa terkecuali, termasuk masyarakat Papua. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan rasa aman, keadilan, dan perlindungan bagi seluruh rakyat.
Konflik yang berkepanjangan telah mengganggu pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta memaksa banyak warga hidup dalam ketakutan dan pengungsian. Situasi ini memerlukan langkah penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan.
GMKI Cabang Tarutung mendesak Presiden Republik Indonesia untuk:
1. Mengevaluasi kebijakan dan tata kelola keamanan di wilayah konflik dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.
2. Memastikan setiap dugaan pelanggaran hak asasi manusia diselidiki secara independen, transparan, dan akuntabel.
3. Menjamin perlindungan bagi tokoh agama, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, perempuan, anak-anak, masyarakat adat, dan seluruh warga sipil.
4. Membuka ruang dialog yang inklusif sebagai jalan penyelesaian konflik yang damai dan bermartabat.
5. Memastikan pembangunan di Papua berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, keadilan sosial, serta peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
6. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera memerintahkan aparat keamanan dan Menteri Hak Asasi Manusia menginvestigasi secara menyeluruh, independen, dan transparan dugaan pembunuhan warga sipil di Papua serta menindak tegas setiap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
GMKI juga mengajak seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengedepankan dialog sebagai jalan menuju perdamaian. Sebagai umat percaya, kami meyakini bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
“Usahakanlah kesejahteraan kota … sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yeremia 29:7)
Bapak Presiden, Indonesia Emas 2045 hanya akan bermakna apabila seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Papua, merasakan kehadiran negara secara adil, aman, dan bermartabat. Papua bukan halaman belakang republik ini, melainkan beranda timur Indonesia yang harus dijaga dengan keadilan, kasih, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
GMKI Cabang Tarutung mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan tragedi kemanusiaan di Papua sebagai momentum memperkuat persatuan, menegakkan hukum, melindungi hak asasi manusia, dan membangun perdamaian yang berkelanjutan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Fiat Justitia Ruat Caelum”
Hendaklah keadilan ditegakkan sekalipun langit runtuh.
(ABB)
