Indramayu – Al-Zaytun menggelar turnamen sepak bola bertajuk Piala 307 yang mempertemukan lima tim perwakilan civitas Al-Zaytun, yakni tim pelajar, mahasiswa, guru, karyawan, dan alumni. Pertandingan hari ini, Sabtu (18/7/2026), berlangsung di Palagan Agung, Al-Zaytun International School, Indramayu.
Turnamen ini digelar dalam rangka menyambut Milad Syekh Al-Zaytun yang jatuh pada 30 Juli 2026 mendatang. Ketua Komite Olahraga dan Seni Mahad Al-Zaytun (Kosmas), Abi Sularno, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Piala 307 bermula dari instruksi Panitia Tetap sekitar dua pekan sebelum acara berlangsung.
“Berkait dengan milad Syekh yang ke-80, saya diminta untuk merancang turnamen sepak bola yang diikuti oleh seluruh civitas Al-Zaytun,” ujar Pak Sularno.
Ia menambahkan bahwa turnamen telah dimulai sejak 17 Juli 2026 dengan sesi pembukaan (opening), dan akan berlangsung hingga 29 Juli 2026. Menurutnya, semangat kebersamaan antar civitas menjadi tujuan utama dari kegiatan ini, sekaligus mendorong pentingnya berolahraga bagi kesehatan.
Pada hari kedua pelaksanaan, Pak Sularno menyebut pertandingan berjalan cukup baik meski cuaca panas turut menguji stamina para peserta, khususnya tim guru yang mayoritas berusia di atas 35 tahun. Salah satu laga berjalan dramatis, di mana tim guru sempat kebobolan lebih dulu dengan skor 0-1, namun mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1, meski sempat kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
Format pertandingan Piala 307 menggunakan sistem setengah kompetisi, di mana setiap tim akan bermain sebanyak empat kali. Dua tim dengan peringkat ketiga dan keempat akan memperebutkan juara tiga, sementara dua tim teratas akan bertemu di partai final untuk memperebutkan gelar juara pertama dan kedua.
“Setengah kompetisi ini tidak otomatis membuat tim dengan nilai tertinggi langsung menjadi juara. Ini memberi kesempatan bagi tim di bawahnya untuk berebut menjadi juara, dan itu yang menjadi serunya kompetisi ini,” jelas Pak Sularno.
Sebagai bentuk apresiasi, Syekh Al-Zaytun turut memberikan hadiah kepada para juara turnamen, yakni Rp25 juta untuk juara pertama, Rp20 juta untuk juara kedua, Rp15 juta untuk juara ketiga, dan Rp10 juta untuk juara keempat. Seluruh hadiah tersebut murni berasal dari Syekh Al-Zaytun tanpa ada kontribusi dana dari peserta.
Keterlibatan alumni dalam turnamen ini juga menjadi sorotan tersendiri. Ketua Ikatan Alumni Mahad Al-Zaytun (Ikamaz), Ustadz Iqbal Aulia, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi langsung dengan para alumni untuk menghadirkan tim yang solid dalam ajang ini.
“Alhamdulillah, alumni terlibat langsung. Kami berkoordinasi dengan teman-teman alumni di luar, dan bisa menghadirkan tim yang memberikan perlawanan luar biasa,” kata Ustadz Iqbal.
Ia menegaskan bahwa Piala 307 merupakan bagian dari rangkaian menyambut Milad Syekh Al-Zaytun ke-80, dan berharap kegiatan positif semacam ini dapat terus berlanjut setiap tahun. “Insya Allah tahun depan akan diadakan lagi,” ujarnya.
Salah satu pemain dari tim alumni, Kak Fatahila, turut membagikan kesan dan harapannya usai bertanding. Menurutnya, latihan yang dilakukan timnya bersifat mandiri, mengingat tim alumni baru dibentuk dari gabungan beberapa angkatan yang sebelumnya aktif di berbagai kegiatan olahraga semasa masih menempuh pendidikan di Al-Zaytun.
“Semoga acara ini terus berjalan dan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, tidak hanya di cabang sepak bola tapi juga cabang olahraga lain,” harap Fatahila.
Sementara itu, dari tim yang meraih kemenangan pada laga hari ini, sang kiper, Sukma Amr, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya meski sempat tertinggal lebih dulu 0-1.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Meski sempat tertinggal, tapi karena semangat, energi, dan kerja sama tim yang bagus, kami bisa membalikkan keadaan,” ujar Sukma.
Ia menyampaikan optimismenya agar timnya dapat terus melaju hingga partai final pada 29 Juli mendatang. Sukma juga menitipkan pesan kepada seluruh peserta dan pecinta sepak bola untuk terus menjaga semangat, konsistensi, dan kesehatan tubuh dalam setiap pertandingan.
“Tetap semangat, istiqomah, dan jaga kesehatan tubuh. Jangan pernah meremehkan lawan,” pesan Sukma.
Turnamen Piala 307 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar civitas Al-Zaytun, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milad Syekh Al-Zaytun yang ke-80. (Salbana/Iska)
