Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polantas Karib, Petugas Satlantas Polres Murung Raya Optimalkan Pelayanan SIM Yang Profesional dan Modern

Anak Sulit Fokus Saat Belajar, Tenyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh

Polantas Karib, Satlantas Polres Murung Raya Hadirkan Pelayanan Pajak Plat Kendaraan Yang Presisi

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Anak Sulit Fokus Saat Belajar, Tenyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh
Terkini

Anak Sulit Fokus Saat Belajar, Tenyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh

ranuBy ranu31 Juli 2026 12:02 PM0153 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anak Sulit Fokus Saat Belajar ? Ternyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh

 

Analisnews –DENPASAR | Ketika anak sulit berkonsentrasi saat belajar, banyak orang tua langsung mengaitkannya dengan kurangnya motivasi atau gangguan perhatian.

Padahal, kemampuan fokus tidak hanya bergantung pada otak, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh, terutama kemampuan menjaga postur tetap stabil.

Ilustrasi hubungan stabilitas otot inti (core stability) dengan kemampuan fokus anak saat belajar (pexels.com/Anna Shvets)

Fokus bukan hanya soal kerja otak
Banyak orang menganggap konsentrasi hanya berkaitan dengan fungsi otak. Saat anak duduk di kelas, tubuh menjaga keseimbangan, mengontrol posisi kepala, menggerakkan mata mengikuti tulisan, dan menggerakkan tangan saat menulis.

Jika tubuh belum stabil, sebagian perhatian digunakan untuk mempertahankan postur sehingga kapasitas belajar berkurang.

Ilustrasi contoh aktivitas bermain untuk melatih kekuatan otot inti dan kontrol postur anak(pexels.com/Anna Shvets)

Otot core bukan hanya six-pack:

Ilustrasi contoh aktivitas bermain untuk melatih kekuatan otot inti dan kontrol postur anak. (pexels.com/Anna Shvets)

Core meliputi otot perut, punggung, diafragma, dasar panggul, dan otot di sekitar panggul serta tulang belakang. Semua bekerja bersama menjaga kestabilan tubuh.

Postur yang baik membantu kepala tetap stabil, mata mengikuti tulisan, dan tangan menulis lebih efisien sehingga perhatian lebih mudah dipusatkan pada tugas belajar.

Pada tubuh terdapat sistem yang berpengaruh besar dalam menjaga stabilitas tubuh. Sistem vestibular yang terdapat di telinga bagian dalam membantu menjaga keseimbangan dan bekerja bersama otot inti untuk mempertahankan postur. Sehingga hubungan antara keadaan otot dan sitem vestibular sangat berpengaruh pada aktivitas anak.

Perkembangan motorik dan kontrol postur dapat berkembang melalui aktivitas fisik. Latihan sambil bermain bisa jadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kemampuan fisik yang berpengaruh pada focus anak saat belajar.

Terdapatlah berbagai pilihan Latihan fisik yang bisa dijadikan variasi penguatan otot core seperti bear walk, crab walk, animal walk, wheelbarrow walk, berguling di matras, dan cannon ball.

Selain didukung oleh kebugaran fisik, fokus anak dapat dimaksimalkan melalui mengatur pola hidup anak.

Pola hidup anak yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur, nutrisi, kesehatan, emosi, lingkungan belajar, serta stimulasi sensorik.
Referensi
Shumway-Cook A, Woollacott MH.

Motor Control: Translating Research into Clinical Practice. 5th ed. 2017.
Kibler WB, Press J, Sciascia A. The Role of Core Stability in Athletic Function. Sports Medicine. 2006.

Diamond A. Executive Functions. Annual Review of Psychology. 2013. doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143750
Case-Smith J, O’Brien JC. Occupational Therapy for Children and Adolescents. 8th ed. 2019.

Ayres AJ. Sensory Integration and the Child. 2005.
Bundy AC, Lane SJ, Murray EA. Sensory Integration: Theory and Practice. 3rd ed. 2020.(red)

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePolantas Karib, Satlantas Polres Murung Raya Hadirkan Pelayanan Pajak Plat Kendaraan Yang Presisi
Next Article Polantas Karib, Petugas Satlantas Polres Murung Raya Optimalkan Pelayanan SIM Yang Profesional dan Modern
ranu

Related Posts

Polantas Karib, Petugas Satlantas Polres Murung Raya Optimalkan Pelayanan SIM Yang Profesional dan Modern

31 Juli 2026 12:04 PM

Polantas Karib, Satlantas Polres Murung Raya Hadirkan Pelayanan Pajak Plat Kendaraan Yang Presisi

31 Juli 2026 12:02 PM

GEAR ULTIMA Taklukkan Tanah Celebes Dari Selatan Hingga Utara Sejauh 2740 KM

31 Juli 2026 11:53 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.