Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Putusan PTUN Klingking, Minta Banding Perkuat Bukti Tata Ruang dan Lingkungan

TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN, PERSONEL POLSEK KAPUAS HULU GELAR SISPAM MAKO

Delapan Hektare Lahan Terbakar, Tim Gabungan Sigap Lakukan Pemadaman dan Pendinginan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»BPOM Cetak 100 Kader Pramuka Pelopor Keamanan Obat dan Makanan
Terkini

BPOM Cetak 100 Kader Pramuka Pelopor Keamanan Obat dan Makanan

vritimesBy vritimes31 Juli 2026 11:42 AM063 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya terus memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko peredaran obat, kosmetik, dan pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) Tahun 2026 dengan membekali 100 anggota Pramuka agar menjadi pelopor keamanan obat dan makanan. Melalui program ini, BPOM memperluas edukasi hingga menjangkau sekolah, kampus, keluarga, dan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BPOM dalam membangun sistem pengawasan yang lebih kuat melalui pendekatan edukatif. Selain melakukan pengawasan di lapangan, BPOM juga mendorong keterlibatan generasi muda sebagai mitra strategis untuk menyebarluaskan informasi yang benar. Dengan demikian, budaya sadar keamanan obat dan makanan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Diklat SAKA POM Tahun 2026 dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Jawa Timur sekaligus Kepala BPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, M.Sc., Tech., Apt. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah, Gerakan Pramuka, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta para Pimpinan Satuan Karya. Kolaborasi tersebut menjadi langkah bersama dalam mencetak kader muda yang siap menjadi garda terdepan edukasi keamanan obat dan makanan.

Yudi Noviandi, M.Sc., Tech., Apt., Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Jawa Timur, mengatakan, “Pengawasan obat dan makanan tidak akan maksimal jika hanya dilakukan oleh BPOM. Karena itu, kami membangun gerakan bersama dengan mencetak kader-kader muda SAKA POM yang mampu menjadi pelopor keamanan obat dan makanan di lingkungannya. Mereka kami bekali dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengenali produk yang memenuhi ketentuan, menyampaikan informasi yang benar, serta mengedukasi masyarakat secara langsung. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang BPOM untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan yang diikuti 100 peserta, terdiri atas Pramuka Penegak tingkat SMA/sederajat dan Pramuka Pandega dari berbagai perguruan tinggi di Kota Surabaya. Selama kegiatan, peserta dibekali tiga krida utama SAKA POM, yaitu Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Informasi Obat dan Makanan. Pembekalan ini dirancang agar peserta memiliki kemampuan untuk menjadi edukator keamanan obat dan makanan di lingkungan masing-masing.

Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai layanan digital BPOM serta praktik pengujian sederhana untuk mendeteksi bahan berbahaya pada pangan. Melalui diskusi dan praktik secara langsung, peserta memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan saat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Melalui Diklat SAKA POM Tahun 2026, BPOM di Surabaya memperkuat upayanya membangun perlindungan masyarakat melalui pemberdayaan generasi muda. Sebanyak 100 kader yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan diharapkan menjadi penggerak edukasi sekaligus perpanjangan tangan BPOM dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai keamanan obat dan makanan. Dengan semakin luasnya edukasi yang diberikan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat sehingga perlindungan kesehatan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

Tentang BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi obat, obat bahan alam, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan yang beredar di Indonesia. BPOM berkomitmen melindungi masyarakat dengan memastikan produk yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat. Selain melakukan pengawasan, BPOM juga aktif mengedukasi masyarakat serta mendukung pengembangan produk dalam negeri, termasuk jamu Indonesia, agar semakin dipercaya dan berdaya saing.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBRI KK RS Carolus Hadir Berikan Kemudahan Layanan Perbankan bagi Civitas Rumah Sakit dan Masyarakat
Next Article Dari Operasional hingga Layanan Pelanggan, KAI Logistik Hadirkan Logistik yang Lebih Ramah Lingkungan
vritimes

Related Posts

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Putusan PTUN Klingking, Minta Banding Perkuat Bukti Tata Ruang dan Lingkungan

8 September 2026 8:57 AM

TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN, PERSONEL POLSEK KAPUAS HULU GELAR SISPAM MAKO

8 September 2026 8:50 AM

Delapan Hektare Lahan Terbakar, Tim Gabungan Sigap Lakukan Pemadaman dan Pendinginan

8 September 2026 8:38 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.