Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polsek Balai Riam Pantau Permukiman Warga, Jaga Ketenteraman hingga Malam Hari

Polsek Jelai Gelar KRYD Malam, Cermati Jalur Sepi dan Aktivitas Masyarakat

Polsek Sukamara Tingkatkan Monitoring Perbankan pada Malam Hari

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Anak Sulit Fokus Saat Belajar ? Ternyata Otot Core Berperan Penting dalam Konsentrasi
Terkini

Anak Sulit Fokus Saat Belajar ? Ternyata Otot Core Berperan Penting dalam Konsentrasi

ranuBy ranu1 Agustus 2026 12:05 AM093 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anak Sulit Fokus Saat Belajar? Ternyata Otot Core Berperan Penting dalam Konsentrasi

 

 

Paparankita.com — DENPASAR | Kesulitan anak berkonsentrasi saat belajar tidak selalu disebabkan oleh kurangnya motivasi atau gangguan perhatian.

Para ahli menjelaskan bahwa kemampuan fokus juga dipengaruhi kondisi fisik, terutama kekuatan otot inti atau core yang berfungsi menjaga stabilitas tubuh.

Saat berada di kelas, tubuh anak terus bekerja mempertahankan keseimbangan. Kepala harus tetap stabil, mata mengikuti tulisan di papan, sementara tangan bergerak saat menulis. Jika otot inti belum cukup kuat, sebagian energi dan perhatian anak akan digunakan untuk mempertahankan postur tubuh sehingga kemampuan berkonsentrasi pada pelajaran menjadi berkurang.

“Otot core bukan hanya soal six-pack. Ini adalah fondasi tubuh yang membuat anak bisa duduk tegak lebih lama tanpa mudah lelah,” kata para ahli.

Apa Itu Otot Core?
Otot core meliputi otot perut, punggung, diafragma, dasar panggul, serta otot di sekitar panggul dan tulang belakang. Semua otot ini bekerja sama menjaga kestabilan tubuh.

Postur yang baik membantu kepala tetap stabil, mata lebih mudah mengikuti tulisan, dan tangan menulis lebih efisien. Dengan begitu, perhatian anak bisa lebih terpusat pada tugas belajar.

Selain otot, sistem vestibular di telinga bagian dalam juga berperan besar menjaga keseimbangan. Sistem ini bekerja bersama otot inti untuk mempertahankan postur. Dengan begitu, hubungan antara kekuatan otot dan sistem vestibular sangat berpengaruh pada aktivitas anak.

Latih Lewat Bermain;
Perkembangan motorik dan kontrol postur bisa dilatih melalui aktivitas fisik. Latihan sambil bermain menjadi cara efektif untuk menguatkan otot inti anak saat sedang belajar.

Beberapa pilihan latihan yang bisa dilakukan:
Bear walk, berjalan seperti beruang
Crab walk, berjalan seperti kepiting
Animal walk, meniru gerakan hewan
Wheelbarrow walk, dorong teman seperti gerobak dorong
Berguling di matras
Cannon ball duduk meringkuk lalu berguling

Dukung dengan Pola Hidup Sehat:
Selain kebugaran fisik, fokus anak juga dipengaruhi pola hidup. Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua:
Kualitas tidur yang cukup
Nutrisi seimbang
Kesehatan fisik dan mental
Emosi yang stabil
Lingkungan belajar yang nyaman
Stimulasi sensorik yang cukup

Dengan kombinasi latihan fisik untuk menguatkan otot core dan pola hidup sehat, diharapkan anak bisa lebih fokus, tidak mudah lelah, dan hasil belajarnya meningkat.

Daftar Pustaka:
1.Shumway-Cook A, Woollacott MH. Pengendalian Motorik: Menerapkan Hasil Penelitian ke dalam Praktik Klinis. Edisi ke-5. 2017.

2.Kibler WB, Press J, Sciascia A. Peran Stabilitas Otot Inti dalam Fungsi Atletik. Jurnal Sports Medicine. 2006.

3.Diamond A. Fungsi Eksekutif Otak. Jurnal Annual Review of Psychology. 2013.

4.Case-Smith J, O’Brien JC. Terapi Okupasi untuk Anak dan Remaja. Edisi ke-8. 2019.

5._Ayres AJ. Integrasi Sensorik pada Anak. 2005._

6.Bundy AC, Lane SJ, Murray EA. Integrasi Sensorik: Teori dan Praktik. Edisi ke-3. 2020.(ranu)

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePersonel Piket Jaga Mako Polsek Kapuas Kuala
Next Article Personel Polsek Kapuas Kuala Gencar melaksanakan Himbauan Hpus
ranu

Related Posts

Polsek Balai Riam Pantau Permukiman Warga, Jaga Ketenteraman hingga Malam Hari

25 Agustus 2026 10:30 PM

Polsek Jelai Gelar KRYD Malam, Cermati Jalur Sepi dan Aktivitas Masyarakat

25 Agustus 2026 10:30 PM

Polsek Sukamara Tingkatkan Monitoring Perbankan pada Malam Hari

25 Agustus 2026 10:30 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.