Sambas, Analisnews.co.id,
Kalimantan Barat – Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung modernisasi pertanian nasional. Sejak mulai berjalan pada September 2025, program ini telah menyelesaikan dua kali masa tanam dan satu kali panen, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Kementerian Pertanian RI dan organisasi kepemudaan mampu meningkatkan produktivitas lahan serta memperkuat kesejahteraan petani.
Keberhasilan tersebut semakin relevan dengan penguatan Pertanian Modern melalui Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian yang modern, efisien, dan berdaya saing. Melalui sinergi Brigade Pangan dan PM-AAS, diharapkan produktivitas pertanian nasional terus meningkat serta mampu memperkuat keberlanjutan swasembada pangan Indonesia.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman atas berbagai kebijakan yang dinilai berpihak kepada petani, khususnya melalui program Brigade Pangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman, atas komitmennya menghadirkan program Brigade Pangan. Program ini merupakan langkah konkret untuk melanjutkan swasembada beras Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. KAMMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pertanian agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.”
Jundi juga memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Prof. Fadjry Djufry, atas inovasi PM-AAS yang menjadi salah satu penggerak modernisasi sektor pertanian.
“Kami mengapresiasi Prof. Fadjry Djufry atas inovasi PM-AAS yang mendorong percepatan modernisasi pertanian Indonesia. Inovasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas lahan, dan daya saing pertanian nasional sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat.”
Di sisi lain, PP KAMMI menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian tidak boleh dirusak oleh praktik-praktik mafia pangan yang merugikan petani maupun masyarakat.
“PP KAMMI mengecam segala bentuk praktik mafia pangan yang merusak tata niaga pertanian, mempermainkan harga, menimbun komoditas, serta mengambil keuntungan di atas penderitaan petani dan rakyat. Kami siap menjadi garda terdepan dalam mengawal tata kelola pangan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada petani. Swasembada pangan hanya akan kokoh apabila dibangun di atas sistem yang bebas dari praktik mafia pangan.”
Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menilai arah kebijakan Kementerian Pertanian sudah berada pada jalur yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa implementasi Brigade Pangan harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin optimal bagi petani.
“Kami menilai Menteri Amran telah berada di jalur yang tepat dalam membangun sektor pertanian Indonesia. Brigade Pangan merupakan program yang sangat baik, tetapi implementasinya harus terus dikawal dan dievaluasi. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah brigade yang terbentuk, melainkan dari meningkatnya produktivitas lahan, pendapatan petani, dan tumbuhnya kelembagaan petani yang semakin mandiri.”
Menurut Furqon, sinergi Brigade Pangan dengan PM-AAS menjadi peluang besar untuk mempercepat transformasi pertanian di tingkat lapangan.
“Kami berharap program seperti ini terus dioptimalkan melalui pendampingan yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta penguatan kapasitas petani. Di saat yang sama, pengawasan terhadap distribusi sarana produksi, hasil panen, dan rantai pasok pangan juga harus diperkuat agar tidak ada ruang bagi praktik mafia pangan yang merugikan petani.”
Koordinator Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas, Dedi, mengungkapkan bahwa program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi petani sejak pertama kali dijalankan pada September 2025.
“Alhamdulillah, Brigade Pangan KAMMI Bersambut telah berjalan sejak September 2025 dan kini telah memasuki dua kali masa tanam serta satu kali panen. Kami merasakan langsung manfaat dukungan dari Kementerian Pertanian, baik melalui pendampingan maupun penguatan aktivitas pertanian di lapangan. Program ini telah memberikan semangat baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.”
Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada PP KAMMI yang telah menjembatani hadirnya program tersebut di Kabupaten Sambas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kepercayaan yang diberikan kepada Brigade Pangan KAMMI Bersambut. Terima kasih juga kepada PP KAMMI yang telah menyambungkan program ini hingga hadir di Sambas. Kami berharap Brigade Pangan terus dioptimalkan sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya dan kesejahteraan masyarakat pertanian semakin meningkat.”
Melalui Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas, PP KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pertanian yang berpihak kepada petani, mengawal implementasi PM-AAS di lapangan, memperkuat regenerasi petani muda, serta menjadi mitra kritis dan konstruktif pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan bebas dari praktik mafia pangan.