Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SATBINMAS POLRES KAPUAS LAKSANAKAN APEL FUNGSI

Catat Sejarah, PLN NPC Tuntaskan ECRL FS 01 Lebih Cepat di Malaysia

Okinawa Harborview Hotel Rampungkan Renovasi Menyeluruh, Hadirkan Pengalaman Okinawa Modern

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo
Technology

Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

vritimesBy vritimes2 Agustus 2026 9:15 PM073 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap melangkah maju. Bukan untuk mencari pertempuran, melainkan menjalankan misi kemanusiaan dengan membawa pulang warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Misi tersebut tidak berlangsung dengan mudah. Lokasi kejadian berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan kondisi geografis yang didominasi pegunungan terjal dan akses yang sangat terbatas. Meski dihadapkan pada medan yang berat dan berbagai tantangan di lapangan, prajurit TNI tetap melakukan penyisiran secara bertahap demi memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menjelaskan bahwa proses pencarian diawali dengan ditemukannya jejak darah yang mengarah ke lokasi para korban. “Kami menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian menelusurinya hingga mengarah ke lokasi korban. Saat proses penyisiran berlangsung sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM hingga terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel mampu mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan.”

Setelah situasi berhasil dikendalikan, prajurit TNI akhirnya menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban yang diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe. Sementara itu, satu korban lainnya yang merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian, sedangkan identitas lengkapnya masih terus didalami oleh aparat.

Mayjen TNI Yudha Airlangga, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. “Sebagai seorang prajurit, kami sudah memahami setiap risiko dalam menjalankan tugas. Namun, ketika yang kami hadapi adalah warga sipil yang menjadi korban kekerasan, kami tidak bisa tinggal diam. Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, bahkan kami sempat mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata. Tidak ada satu pun prajurit yang mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban dapat dievakuasi dan kembali kepada keluarganya dengan layak. Tidak boleh ada rasa takut yang mengalahkan nilai kemanusiaan.”

Saat ditemukan, kondisi kedua jenazah sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya tindakan yang tidak manusiawi. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, kedua korban dibawa ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan pihak berwenang. Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai bentuk perhatian terhadap penanganan para korban.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen Yudha Airlangga turut membantah tegas narasi yang disebarkan kelompok OPM yang menyebut para korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Menurutnya, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan hanya memperkeruh situasi. Ia menegaskan bahwa para korban adalah warga sipil Orang Asli Papua yang menjadi korban tindak kekerasan, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan, penghormatan, dan penanganan yang layak sebagai sesama anak bangsa.

Di balik keberhasilan operasi tersebut, tersimpan dedikasi dan pengorbanan para prajurit yang rela mempertaruhkan keselamatan demi menunaikan misi kemanusiaan. Menembus medan ekstrem, menghadapi cuaca yang tidak menentu, hingga tetap bertahan di bawah ancaman kelompok bersenjata, mereka membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga yang menjadi korban dapat memperoleh pertolongan. Bagi Satgas Habema, setiap nyawa masyarakat Papua adalah amanah yang harus diperjuangkan, dan selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, prajurit akan terus hadir di garis terdepan, apa pun risiko yang harus dihadapi.

Tentang Koops TNI Habema

Koops TNI Habema merupakan satuan komando operasi TNI yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Dalam pelaksanaan tugasnya, Koops TNI Habema juga mendukung operasi kemanusiaan, pengamanan wilayah, serta bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJaga Kelestarian Hutan, Polsek Teweh Tengah Sampaikan Stop Karhutla Ke Warga
Next Article Sapu Bersih Berita Hoax, Polsek Teweh Tengah Sampaikan Stop Hoax Kepada Warga
vritimes

Related Posts

ANEV TW II 2026 Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Kapuas, Perkuat Peran Bhabinkamtibmas dalam Menjaga Kamtibmas dan Pencegahan Karhutla

26 Agustus 2026 10:24 AM

Google Perkuat Amunisi AI, Akuisisi Data Spirit Airlines Buka Peluang Baru

26 Agustus 2026 8:03 AM

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

26 Agustus 2026 7:49 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.