Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Personel Polsek Dusut Sosialisasikan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 Tentang Saber Pungli

Pastikan Aman, Personel KRYD Polres Barito Selatan Lakukan Patroli Dialogis Obyek vital

Antisipasi Kamtibmas, Satsamapta Polres Barsel Sambangi Rumah Tahanan Kelas IIB Buntok

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo
Technology

Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

vritimesBy vritimes2 Agustus 2026 9:15 PM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap melangkah maju. Bukan untuk mencari pertempuran, melainkan menjalankan misi kemanusiaan dengan membawa pulang warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Misi tersebut tidak berlangsung dengan mudah. Lokasi kejadian berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan kondisi geografis yang didominasi pegunungan terjal dan akses yang sangat terbatas. Meski dihadapkan pada medan yang berat dan berbagai tantangan di lapangan, prajurit TNI tetap melakukan penyisiran secara bertahap demi memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menjelaskan bahwa proses pencarian diawali dengan ditemukannya jejak darah yang mengarah ke lokasi para korban. “Kami menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian menelusurinya hingga mengarah ke lokasi korban. Saat proses penyisiran berlangsung sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM hingga terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel mampu mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan.”

Setelah situasi berhasil dikendalikan, prajurit TNI akhirnya menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban yang diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe. Sementara itu, satu korban lainnya yang merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian, sedangkan identitas lengkapnya masih terus didalami oleh aparat.

Mayjen TNI Yudha Airlangga, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. “Sebagai seorang prajurit, kami sudah memahami setiap risiko dalam menjalankan tugas. Namun, ketika yang kami hadapi adalah warga sipil yang menjadi korban kekerasan, kami tidak bisa tinggal diam. Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, bahkan kami sempat mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata. Tidak ada satu pun prajurit yang mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban dapat dievakuasi dan kembali kepada keluarganya dengan layak. Tidak boleh ada rasa takut yang mengalahkan nilai kemanusiaan.”

Saat ditemukan, kondisi kedua jenazah sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya tindakan yang tidak manusiawi. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, kedua korban dibawa ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan pihak berwenang. Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai bentuk perhatian terhadap penanganan para korban.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen Yudha Airlangga turut membantah tegas narasi yang disebarkan kelompok OPM yang menyebut para korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Menurutnya, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan hanya memperkeruh situasi. Ia menegaskan bahwa para korban adalah warga sipil Orang Asli Papua yang menjadi korban tindak kekerasan, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan, penghormatan, dan penanganan yang layak sebagai sesama anak bangsa.

Di balik keberhasilan operasi tersebut, tersimpan dedikasi dan pengorbanan para prajurit yang rela mempertaruhkan keselamatan demi menunaikan misi kemanusiaan. Menembus medan ekstrem, menghadapi cuaca yang tidak menentu, hingga tetap bertahan di bawah ancaman kelompok bersenjata, mereka membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga yang menjadi korban dapat memperoleh pertolongan. Bagi Satgas Habema, setiap nyawa masyarakat Papua adalah amanah yang harus diperjuangkan, dan selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, prajurit akan terus hadir di garis terdepan, apa pun risiko yang harus dihadapi.

Tentang Koops TNI Habema

Koops TNI Habema merupakan satuan komando operasi TNI yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Dalam pelaksanaan tugasnya, Koops TNI Habema juga mendukung operasi kemanusiaan, pengamanan wilayah, serta bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJaga Kelestarian Hutan, Polsek Teweh Tengah Sampaikan Stop Karhutla Ke Warga
Next Article Sapu Bersih Berita Hoax, Polsek Teweh Tengah Sampaikan Stop Hoax Kepada Warga
vritimes

Related Posts

Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B

2 Agustus 2026 9:33 PM

BRI KCP Pasar Tanah Abang Perkuat Layanan Perbankan bagi Pelaku Usaha dan Pengunjung Pusat Grosir Terbesar di Indonesia

2 Agustus 2026 8:29 PM

BINUS University @Semarang Gelar DIGINEXIA 2026 x Discovery Day, Kenalkan Dunia Perkuliahan Digital Sejak Dini

2 Agustus 2026 2:52 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.