Dr. Cantiari Dorong Perkuat Karakter dan Jati Diri Bangsa Lewat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Analisnews.co.id — DENPASAR | Indonesia berdiri di atas keberagaman. Suku, agama, ras, budaya, bahasa, dan adat istiadat menjadi kekayaan yang harus dijaga bersama.
Di tengah arus globalisasi, tiga hal menjadi fondasi agar bangsa ini tetap utuh dan berdaya saing, yaitu meliputi wawasan kebangsaan, semangat bela negara, dan nilai-nilai karakter bangsa.
Dr. Dra. Ni Made Cantiari M. Si.,Alumni Lemhannas RI, Provinsi Bali, memaparkan tentang sudut pandang berlandaskan Pancasila.
Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Landasannya jelas: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Wawasan ini menjadi pedoman agar seluruh rakyat memiliki rasa persatuan, cinta tanah air, dan tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa.
Tujuannya sederhana namun sangat mendasar:
1.Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme
2.Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
3.Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
4.Meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara
5.Mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan nasional
Dalam praktik sehari-hari, wawasan kebangsaan diwujudkan dengan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menaati aturan, menjaga kerukunan, menggunakan produk dalam negeri, serta terlibat dalam kegiatan yang memajukan bangsa.
Dr.Dra.Ni Made Cantiari, M.Si., Wakil Ketua 1 FBN (Forum Bela Negara) RI Provinsi Bali, menegaskan, Bela Negara merupakan kewajiban seluruh warga.
Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, TNI-Polri. Bela negara merupakan sikap, prilaku tekad, dan tindakan yang dijiwai kecintaan pada tanah air, yang tulus dan Iklas, dalam memperkuat kesadaran berbangsa, dan keyakinan pada Pancasila untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah “Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejatinya di era modern, bela negara bisa dilakukan siapa saja sesuai profesi, dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja profesional, menjaga persatuan, melestarikan budaya, merawat lingkungan, hingga bijak menggunakan media sosial adalah bentuk nyata bela negara.
Nilai dasarnya meliputi:
Cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara secara fisik, mental, dan intelektual.
Tantangan saat ini pun bergeser. Selain ancaman militer, ada ancaman nonmiliter: hoaks, radikalisme, intoleransi, narkoba, korupsi, kejahatan siber, dan lunturnya budaya bangsa. Karena itu literasi digital, semangat persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara menjadi sangat penting.
Karakter Bangsa: Kompas Perilaku Anak Bangsa
Karakter bangsa adalah kumpulan nilai luhur yang bersumber dari Pancasila, budaya, agama, dan tujuan pendidikan nasional. Penguatan karakter penting untuk membentuk generasi yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.
Salah satu nilai yang harus terus di galakan dan terus dikuatkan, meliputi Religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, gotong royong, tanggung jawab, nasionalisme, integritas, serta peduli lingkungan dan sosial.
Dr.Dra.Ni Made Cantiari,M.Si., dorong tempat kerja, dan masyarakat harus menjadi ruang praktik. Pendidikan karakter adalah tanggung jawab bersama.
Untuk itu, wawasan kebangsaan, semangat bela negara, dan karakter bangsa adalah fondasi Indonesia yang kuat, bersatu, dan berdaya saing.
Dengan memahami dan mengamalkannya, setiap warga negara turut menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional, dan mewujudkan cita-cita bangsa sesuai Pancasila dan UUD 1945.
Di tengah perubahan global yang cepat, bangsa Indonesia harus tetap memegang jati diri, menjunjung nilai luhur, dan bersama-sama membangun Indonesia yang maju, adil, makmur, dan bermartabat, pungkas Dr. Cantiari. (ranu)
#Dr.Dra.Ni Made Cantiari, M. Si. #Wawasan Kebangsaan#Semangat Bela Negara.
