Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sorotan: Ir. Ilham Aidit Bersama Tim Lawyer Sukanto S.H., M.H., & Rekan Tiba di Mahad Al Zaytun Guna Hadiri Milad Mahad Al Zaytun Ke-27

MODB BINUS UNIVERSITY Pertemukan Karya Master Designer dengan Industri Kreatif melalui ‘The Convergence of Design’

NPURE Ultra-Light Cleansing Oil – Solusi untuk Kulit Sehat dan Bercahaya

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Celebrities»Tiya Rima: Ketika Bunga Tak Selalu Mekar di Musim yang Sama
Celebrities

Tiya Rima: Ketika Bunga Tak Selalu Mekar di Musim yang Sama

yadiBy yadi6 Agustus 2026 8:48 AM0152 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | SURAKARTA — Bagi Tiya Rima, cerita terbaik tidak selalu disampaikan dari atas panggung. Ada kisah-kisah yang justru lebih jujur bersuara melalui benda-benda yang diam: keping CD tua, coretan lirik yang menguning, hingga buket bunga yang menyimpan kenangan.

Melalui pameran tunggal “Perjalanan Perkenalan Tiya Rima” di Galeri Lokananta, Surakarta (8 Agustus – 7 Oktober 2026), penyanyi dan penulis lagu ini mengajak kita memasuki ruang paling personal: tempat sebuah mimpi bertahan di tengah keraguan.

Lahir dari keluarga non-musisi, Tiya paham betul rasanya memperjuangkan jalur hidup yang tak selalu mudah dipahami lingkungan sekitar. Namun, ia memilih terus melangkah.

Menggunakan metafora bunga, pameran ini merekam pasang surut seorang musisi independen—tentang masa ketika harus layu, sebelum akhirnya mekar kembali di musim yang tepat.

Di dalam galeri, pengunjung disambut instalasi taman kecil berlatar kanvas merah lukisan Tiya, instalasi audio, hingga bocoran tiga lagu dari album barunya, Cycle Logic. Pameran ditutup dengan gestur hangat: pengunjung dapat menuliskan mimpi mereka pada Kartu Harapan untuk dibawa pulang.

Kurator Caroline S. Darmawan berharap pameran ini menjadi penyejuk bagi siapa pun yang sedang berjuang.

Di usianya yang ke-70, Lokananta kembali membuktikan bahwa musik tidak hanya berdenyut lewat nada, tetapi juga hidup melalui arsip, ingatan, dan keberanian untuk terus tumbuh. (PH)

#MusikIndonesia CycleLogic GaleriLokananta Lokananta MusisiIndependen PameranMusik PerjalananPerkenalanTiyaRima SeniIndonesia Surakarta TiyaRima TumbuhDanBersemi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBRI KKB Expo 2026 Sambangi Jawa Timur, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Kendaraan
Next Article DKI Tambah Aset Rp2,27 Triliun dari Fasos-Fasum, Pramono: Segera Buka untuk Publik
yadi

Related Posts

Polsek Kapuas Timur Lakukan Penanganan Karhutla di Desa Anjir Serapat Tengah

26 Agustus 2026 2:10 PM

ANEV TW II 2026 Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Kapuas, Perkuat Peran Bhabinkamtibmas dalam Menjaga Kamtibmas dan Pencegahan Karhutla

26 Agustus 2026 10:24 AM

Lewat Single “Terpesona”, BCL Tandai Babak Baru

25 Agustus 2026 10:28 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.