Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Semarakan Nasionalisme, Polsek Permata Intan Bagikan dan Pasang Bendera Merah Putih

Kobarkan Nasionalisme, Polsek Tanah Siang Bagikan dan Pasang Bendera Merah Putih

Patroli Malam Polres Gunung Mas Sasar Balap Liar dan Knalpot Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Nasib Dua JPO di Rasuna Said: Pemprov DKI Pilih Bongkar Salah Satunya
Daerah

Nasib Dua JPO di Rasuna Said: Pemprov DKI Pilih Bongkar Salah Satunya

yadiBy yadi9 Agustus 2026 1:54 PM082 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta — Dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berdiri berdekatan di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, akan disederhanakan menjadi satu akses penyeberangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan membongkar JPO lama dan mengoptimalkan JPO integrasi yang terhubung dengan Stasiun LRT Rasuna Said dan Halte Transjakarta.

Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah meninjau langsung kondisi kedua JPO, Minggu (9/8/2026).

Menurut Pramono, kedua JPO pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Namun, JPO integrasi yang dibangun lebih baru dinilai lebih memenuhi kebutuhan masyarakat karena telah dilengkapi fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas dan lansia.

“Dua-duanya ini fungsinya sama persis. Cuma yang satu dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta lebih lama, sementara yang satu lagi dibuat oleh LRT dan KAI lebih baru,” ujar Pramono.

JPO integrasi memiliki lift dan guiding block yang memungkinkan akses lebih mudah bagi pengguna dengan kebutuhan mobilitas khusus. Sebaliknya, JPO lama belum menyediakan fasilitas aksesibilitas yang memadai.

Pemprov DKI sempat mempertimbangkan kemungkinan menghubungkan kedua JPO tersebut. Namun, opsi itu tidak dipilih karena terdapat perbedaan ketinggian lantai sekitar 75 sentimeter.

Perbedaan tersebut dinilai justru dapat mengurangi kenyamanan sekaligus menyulitkan akses pengguna.

“Yang satu akan kita bongkar. Alasannya karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas. Kalau kita sambungkan, ada beda ketinggian yang cukup tinggi,” kata Pramono.

Dengan keputusan tersebut, arus penyeberangan pejalan kaki nantinya diarahkan melalui JPO integrasi. Pemprov DKI juga memastikan fasilitas yang tersedia, termasuk lift, dapat berfungsi secara optimal.

Pembongkaran JPO lama ditargetkan selesai paling lambat September atau Oktober 2026. Pelaksanaannya akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan H.R. Rasuna Said.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pembongkaran baru dapat dilakukan setelah proses administrasi aset bersama Badan Pengelolaan Aset Daerah serta tahapan pelelangan diselesaikan.

“Kalau pembongkaran, saya lihat tidak begitu lama, mungkin sekitar dua-tiga minggu,” ujar Heru.

Penataan dua JPO tersebut pada akhirnya bukan semata soal membongkar satu bangunan. Lebih dari itu, Pemprov DKI ingin memastikan satu jalur penyeberangan yang tersisa benar-benar dapat digunakan semua orang—termasuk mereka yang selama ini paling membutuhkan akses yang aman dan mudah.

(Red/Phyd)

Dinas Bina Marga DKI Jakarta JPO Rasuna Said Dibongkar Pemprov DKI Jakarta Pramono Anung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePOLSEK KAPUAS HULU SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN AKTIVITAS ILLEGAL MINING
Next Article Sorotan: Refleksi Kasus Bigmo: Mempromosikan dan Menjual Vape pada Anak adalah Kriminal
yadi

Related Posts

Mengenang Pusat Musik Era 80–90-an: Napak Tilas Musisi Legendaris di Glodok

9 Agustus 2026 10:39 AM

SOSIALISASI LARANGAN ILLEGAL MINING, BERTUJUAN CIPTAKAN MASYARAKAT SADAR AKAN LINGKUNGAN OLEH POLSEK KAPUAS TIMUR

8 Agustus 2026 1:47 PM

Cegah Perusakan Ekosistem Perairan, Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan Bahaya Illegal Fishing untuk Keberlanjutan

8 Agustus 2026 1:40 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.