Lebak, Analisnews.co.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar turnamen terbuka seni budaya pencak silat di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Cijaku, Senin (10/8/2026).
Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti 15 padepokan pencak silat yang berasal dari empat kecamatan berbeda. Ratusan peserta, mayoritas anak-anak dan remaja, turut berpartisipasi dalam ajang yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga wadah silaturahmi, pembinaan, serta pelestarian seni budaya asli bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cijaku H. Cece Saputra, S.IP., M.M., Ketua TTKKBI Korda II, ketua PAC TTKKBI, Ketua Bidang Pencak Silat Hasanudin, S.H., Panitia Perayaan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Cijaku, dewan juri, jajaran pengurus dan panitia pelaksana, perwakilan instansi pemerintah setempat, serta ratusan peserta dan masyarakat umum.
Pencak Silat Warisan Budaya yang Harus Dijaga Bersama
Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pencak Silat Hasanudin, S.H., menegaskan pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam untuk terus diwariskan. Ia juga mengingatkan bahwa pencak silat telah diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
“Pencak silat bukan hanya olahraga atau bela diri, melainkan seni dan budaya yang wajib kita jaga serta lestarikan. Pengakuan dari dunia melalui UNESCO menjadi bukti nilai luhur budaya kita. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan, mengembangkan, dan mewariskan budaya ini kepada generasi muda,” ujar Hasanudin.
Menurutnya, turnamen terbuka ini menjadi langkah nyata memberikan ruang bagi para pesilat mengasah kemampuan sekaligus memperkenalkan pencak silat secara lebih luas kepada masyarakat.
“Kegiatan ini membuka kesempatan bagi padepokan dari berbagai wilayah untuk berpartisipasi. Harapannya, ajang ini tidak sekadar perlombaan, melainkan menjadi sarana silaturahmi, pembinaan, pencarian bibit pesilat berprestasi, serta pengembangan seni budaya, terutama bagi anak-anak dan remaja,” katanya.
Hasanudin juga memperkenalkan dua dewan juri asal Kabupaten Lebak, yaitu Abah Yanto dan Abah Bandi. Keduanya dipercaya menilai penampilan peserta secara objektif dengan mempertimbangkan aspek teknik, ketepatan gerakan, nilai seni, serta nilai budaya yang ditampilkan.
PHBN Cijaku Komitmen Kedepankan Nilai Budaya Lokal
Sementara itu, Ketua Panitia PHBN Kecamatan Cijaku yang juga menjabat Kepala Desa Kandangsapi, Dede Hamdani, menyatakan peringatan HUT RI ke-81 di wilayahnya dijadikan momentum untuk mengangkat potensi budaya sekaligus mempererat persaudaraan.
“Semarak perayaan kemerdekaan ini kami arahkan untuk mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus mengangkat potensi budaya yang ada. Kami berkomitmen setiap kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya meriah, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Cijaku,” ungkap Dede.
Ia mengapresiasi antusiasme para padepokan yang berpartisipasi, yang menandakan pencak silat masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat. Dede berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya saat perayaan hari besar nasional, melainkan sebagai agenda rutin pembinaan generasi muda.
Cijaku Diharapkan Jadi Tuan Rumah Tingkat Kabupaten
Camat Cijaku H. Cece Saputra, S.IP., M.M., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai ajang ini memiliki manfaat besar bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meraih prestasi, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya turnamen ini. Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan seni pencak silat, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Camat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan skalanya. “Ke depannya, kami berharap Kecamatan Cijaku dapat dipercaya menjadi tuan rumah ajang pencak silat tingkat Kabupaten Lebak. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak,” tuturnya.
Dengan keikutsertaan 15 padepokan dari empat kecamatan, kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT RI ke-81 yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, melainkan juga mempererat silaturahmi antarpegiat budaya serta membuka ruang regenerasi pesilat muda. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Cijaku dalam merawat budaya dan menjaga tradisi agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
