Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dukung Bupati Cup 2026 Tetap Aman dan Meriah, Sat Samapta Polres Sukamara Patroli Lapangan GSG

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Mangga Dua Semarakkan Kantor dengan Nuansa Merah Putih

4.758 Lulusan Dikukuhkan, BINUS University Dorong Lahirnya Pemimpin Inovatif yang Berdampak

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Serukan Perdamaian di Papua, Lenis Kogoya Minta TPNPB-OPM Setop Kekerasan
Daerah

Serukan Perdamaian di Papua, Lenis Kogoya Minta TPNPB-OPM Setop Kekerasan

yadiBy yadi11 Agustus 2026 9:46 PM092 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta — Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Lenis Kogoya meminta kelompok TPNPB-OPM menghentikan aksi kekerasan terhadap warga sipil dan meninggalkan wilayah Wamena serta sekitarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Lenis dalam keterangan resmi pada Senin (10/8/2026). Seruan itu ditujukan kepada juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom beserta anggota kelompoknya di Tanah Papua.

Lenis mengatakan, seruan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua. Ia menyoroti sejumlah tindakan yang disebutnya berupa intimidasi, penganiayaan, pembunuhan terhadap warga sipil, guru, misionaris, dan penginjil, serta pembakaran fasilitas pendidikan.

“Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan,” kata Lenis.

Lenis, yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tanah Papua, menyampaikan tiga poin yang dimintanya untuk dipatuhi.

Pertama, menghentikan penyebaran isu provokatif dan ancaman pembunuhan terhadap warga sipil maupun pemerintah daerah.

Kedua, mengosongkan wilayah Wamena dan sekitarnya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, termasuk persiapan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ketiga, menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap sesama Orang Asli Papua (OAP) maupun warga sipil lainnya.

Menurut Lenis, mandat adat dari tujuh wilayah adat di Papua serta konstitusi menjadi dasar baginya untuk turut melindungi masyarakat sipil dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengatakan, apabila tiga poin tersebut tidak diindahkan, para pemilik hak ulayat dan masyarakat adat dari tujuh wilayah adat Papua akan berkumpul untuk mengambil sikap.

“Jika tiga poin ini tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari tujuh wilayah adat akan berkumpul dan mendoakan agar Anda sekalian bertobat kembali kepada jalan yang benar, sesuai firman Tuhan untuk saling mengasihi,” ujar Lenis.

Lenis juga mengingatkan keterlibatannya dalam berbagai upaya membela masyarakat Papua. Ia menyebut pernah menolak pelabelan teroris terhadap OPM dengan alasan keselamatan warga sipil, baik di perkotaan maupun wilayah pedalaman.

Karena itu, Lenis meminta TPNPB-OPM tidak mengganggu situasi keamanan di wilayah La Pago yang merupakan bagian dari tanah kelahirannya.

Ia kemudian mengimbau masyarakat di wilayah La Pago, Mee Pago, dan sekitarnya tetap tenang serta tidak panik menghadapi berbagai isu keamanan yang beredar.
Lenis memastikan pemerintah bersama tokoh adat terus berkomitmen menjaga keamanan agar pembangunan, pelayanan publik, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan damai. (Phyd)

#KeamananPapua #NKRI HUTRI81 LaPago LenisKogoya MasyarakatAdat Papua TanahPapua TPNPBOPM Wamena
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous Article“Seni Merayu Tuhan”: Kisah Toleransi dan Makna Hidup yang Disaksikan Tokoh Lintas Agama
Next Article 4.758 Lulusan Dikukuhkan, BINUS University Dorong Lahirnya Pemimpin Inovatif yang Berdampak
yadi

Related Posts

Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla Serentak di Seluruh Indonesia

11 Agustus 2026 7:06 PM

Dari Panggung Sekolah Annisa Dalimunthe dan Ikmal Tobing Kobarkan Semangat “Merah Putih Gemilang”

10 Agustus 2026 5:35 PM

Menuju 17 Agustus, Ketum DPP AWPI Tekankan Peran Pers dalam Menjaga Persatuan dan NKRI

9 Agustus 2026 11:53 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.