Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Anytime Fitness Asia Resmikan Klub ke-600 di Asia, Indonesia Rayakan dengan Pembukaan Anytime Fitness Sakura Garden City Cipayung

Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal: Ini Penjelasan Kemenag

‎Antisipasi Gangguan Kamtibmas Di Sekitar Mako Polsek Kapuas Hilir Laksanakan Siaga Mako ‎

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026
Technology

Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026

vritimesBy vritimes12 Agustus 2026 6:42 PM032 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Dinamika industri batu bara dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak menyurutkan prospek pembiayaan alat berat PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”). Perseroan melihat kebutuhan alat berat masih terjaga seiring berlanjutnya aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Permintaan pembiayaan alat berat tahun ini masih berjalan dengan baik. Kami melihat kebutuhan tersebut berasal dari sektor-sektor produktif dengan fundamental usaha yang kuat.”

BRI Finance terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk proses revisi RKAB batu bara 2026. Namun demikian, hingga saat ini Perseroan belum melihat adanya penundaan investasi maupun ekspansi yang secara signifikan memengaruhi permintaan pembiayaan alat berat.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi produksi 2025 yang mencapai 817,48 juta ton. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara sekaligus mendukung stabilitas harga komoditas di pasar global.

Di sisi lain, pemerintah masih membuka ruang penyesuaian produksi secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan harga batu bara. Proses revisi RKAB 2026 pun menjadi salah satu perkembangan yang terus dicermati pelaku industri.

Bagi BRI Finance, dinamika tersebut tidak serta-merta mengubah prospek pembiayaan alat berat. Pasalnya, kebutuhan alat berat memiliki basis permintaan yang lebih luas, mencakup sektor konstruksi, perkebunan, logistik, hingga proyek infrastruktur.

Diversifikasi sektor tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kinerja portofolio pembiayaan alat berat. Dengan basis permintaan yang tidak terkonsentrasi pada satu industri, BRI Finance memiliki ruang untuk mengarahkan ekspansi pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan dan kebutuhan investasi yang berkelanjutan.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan industri saat ini, kami melihat pembiayaan alat berat hingga akhir tahun masih memiliki prospek yang stabil. Kami akan terus mengoptimalkan peluang di sektor-sektor yang memiliki prospek positif, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan penerapan manajemen risiko,” kata Dhani.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja aktual Perseroan. Hingga 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan telah memberikan kontribusi sebesar 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan alat berat masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah dinamika sektor komoditas. Ke depan, BRI Finance akan terus mencermati perkembangan industri dan kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif dengan prospek yang berkelanjutan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleSambang Warga Polsek Kapuas Hilir Sampaikan Maklumat Kapolda Tentang Sanksi Pidana Dan Denda Bagi Pelaku Karhutla Kepada Masyarakat
Next Article TPS RW 14 Halim Perdanakusuma Diresmikan, Munjirin Dorong Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Munjirin: Model Pengelolaan Sampah RW 14 Halim Perdanakusuma Bisa Ditiru Sembilan Kecamatan Kelola Sampah dari Sumbernya, TPS RW 14 Halim Perdanakusuma Dilengkapi Biopori hingga Perikanan Kolaborasi Pemkot dan Swasta, TPS RW 14 Halim Perdanakusuma Jadi Model Pengelolaan Sampah Sirkular JAKARTA TIMUR — Model pengelolaan sampah berbasis sirkular di RW 14, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, diharapkan menjadi percontohan bagi sembilan kecamatan lainnya. Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin saat meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) RW 14, Selasa (11/8/2026). Munjirin menilai TPS RW 14 memiliki konsep pengelolaan sampah yang cukup lengkap karena tidak hanya melakukan pemilahan sampah, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan pertanian, perikanan, dan pengelolaan lingkungan. “Ini menjadi pola sirkulasi atau sentral yang bagus dalam percontohan pengelolaan sampah. Mudah-mudahan model seperti ini bisa diikuti oleh wilayah lain, sembilan kecamatan yang ada di Jakarta Timur,” kata Munjirin. TPS RW 14 dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya lahan biopori jumbo, area pertanian dan perikanan, serta tempat pemilahan sampah organik dan anorganik. Menurut Munjirin, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mendorong pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, baik di lingkungan permukiman maupun kawasan usaha. Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat mengelola sampah yang dihasilkan secara optimal di lingkungan masing-masing sehingga tidak seluruhnya dibawa keluar wilayah. “Pengelolaan sampah harus dilakukan dari sumbernya. Sampah rumah tangga maupun tempat usaha diharapkan dapat dikelola sebaik-baiknya di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Munjirin juga mengapresiasi kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, dukungan dunia usaha dapat memperkuat program pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. “Kita menyaksikan sebuah kolaborasi yang sangat bagus dalam rangka pengelolaan sampah dari sumbernya. Perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar sini bergabung memberikan CSR-nya. Sementara pihak Halim, Lanud, menyediakan lahan yang begitu luas untuk dimanfaatkan,” ujar Munjirin. Dalam peresmian TPS tersebut juga dilakukan penebaran benih ikan nila serta penyerahan bantuan CSR berupa tong biopori dan cairan EM4. Total terdapat 275 tong biopori yang diterima melalui program CSR. Bantuan tersebut terdiri atas 100 tong dari Jasa Marga, 100 tong dari Transjakarta, 65 tong dari SPPG Kecamatan Makasar, dan 10 tong dari SPBU Pinang Ranti. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi, Camat Makasar Dimas Prayudi, perwakilan Lanud Halim Perdanakusuma M. Ilham, serta Kepala Dinas Teritorial Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pom Nanda Ruselvi. Dukungan terhadap program pengelolaan sampah dari sumbernya juga disampaikan Senior Manager Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Amri Sanusi. Ia mengatakan, Jasa Marga mendukung program CSR yang ditujukan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya Kecamatan Makasar. “Pada prinsipnya kami dari Jasa Marga sangat mendukung program CSR ini, terutama untuk wilayah yang berdekatan dengan kantor kami di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Bentuk bantuan kami berupa 100 tong sampah yang bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar,” kata Amri. Hal senada disampaikan Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Kusuma Wardhani. Ia menyebut bantuan 100 tong tersebut bukan merupakan kontribusi terakhir perusahaan untuk mendukung program lingkungan di Jakarta Timur. “Ini tentu bukan yang pertama kontribusi kami untuk wilayah Jakarta Timur. Ke depan akan banyak kolaborasi yang akan kita jalin bersama,” ujar Ayu. Sementara itu, perwakilan Lanud Halim Perdanakusuma, M. Ilham, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wali Kota Jakarta Timur serta kerja sama yang telah terjalin dalam pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut. “Kami ucapkan terima kasih banyak atas kunjungan ke Lanud Halim dan kerja samanya. Semoga apa yang kita kelola saat ini bisa bermanfaat untuk ke depannya, khususnya untuk Kecamatan Makasar,” kata M. Ilham. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan Lanud Halim Perdanakusuma, TPS RW 14 diharapkan mampu menjadi pusat pengelolaan sekaligus edukasi lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Jakarta Timur.
vritimes

Related Posts

Anytime Fitness Asia Resmikan Klub ke-600 di Asia, Indonesia Rayakan dengan Pembukaan Anytime Fitness Sakura Garden City Cipayung

12 Agustus 2026 7:28 PM

Bukti Komitmen Keberlanjutan, Jasa Marga Raih Predikat Gold pada 6th TJSL & CSR Award 2026

12 Agustus 2026 4:44 PM

Polsek Kapuas Timur Perkuat Kemitraan dengan SMPN 1 Kapuas Timur melalui Koordinasi Kamtibmas‎

12 Agustus 2026 12:20 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.