Tanamkan Integritas Sejak Muda : Sekhe Teruna Yowana Mekar Pelopor Antikorupsi
Analisnews.co.id — DENPASAR | Upaya membangun budaya antikorupsi sejak generasi muda terus dilakukan melalui pendekatan kearifan lokal Bali. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sekhe Teruna Pelindung Desa: Sosialisasi dan Prakarsa Anti-Korupsi Berbasis Kearifan Lokal di Desa Adat” yang dilaksanakan bersama Sekhe Teruna Yowana Mekar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua ST Yowana Mekar, I Gd. Okhan Mayura, bersama anggota Sekhe Teruna dan Tim Pengabdi Universitas Warmadewa yang diketuai Dr. I Wayan Werasmana Sancaya, S.H., M.H. dengan Anggota Dr. Anak Agung Gde Krisna Paramita, S.Pd.,M.Pd. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya integritas, transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial dan tata kelola desa adat.
Ketua ST Yowana Mekar, I Gd. Okhan Mayura, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam edukasi antikorupsi sangat penting karena Sekhe Teruna merupakan bagian dari kekuatan sosial masyarakat adat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa nilai kejujuran, tanggung jawab dan kebersamaan yang selama ini hidup dalam adat juga harus diterapkan dalam kehidupan organisasi dan bermasyarakat.
Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Sekhe Teruna,” ujarnya.
Tim Pengabdi menekankan bahwa pendidikan antikorupsi tidak harus selalu disampaikan melalui pendekatan hukum formal, tetapi dapat dikembangkan melalui nilai-nilai yang telah hidup dalam masyarakat Bali.
Nilai Satya, Ajeg, Dharma, serta Tri Hita Karana didorong untuk diterjemahkan menjadi sikap nyata berupa kejujuran, tanggung jawab, keterbukaan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Pendekatan ini sejalan dengan rancangan program yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal dengan prinsip pencegahan korupsi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diarahkan memahami berbagai bentuk potensi penyimpangan sekaligus pentingnya partisipasi pemuda dalam pengawasan sosial.
Tim Pengabdi mendorong Sekhe Teruna tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi berkembang menjadi agen perubahan dan pelopor integritas di lingkungan banjar dan desa adat. Program selanjutnya diarahkan pada penguatan kapasitas, penyusunan Prakarsa Integritas Banjar, serta pengembangan mekanisme pemantauan partisipatif oleh generasi muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dengan menjadikan kearifan lokal sebagai basis gerakan, Sekhe Teruna Yowana Mekar diharapkan mampu menjadi kekuatan moral generasi muda dalam menjaga nilai kejujuran, transparansi, dan tata kelola yang baik, sekaligus memperkuat keberlanjutan nilai-nilai luhur dalam kehidupan desa adat.(rnau)
