Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Peringati HUT ke-81 RI, BRI BO Tarutung Gelar Upacara Bendera Penuh Khidmat

Merah Putih Berkibar di Kedalaman Morotai, Menjaga Laut Indonesia

Pendakian Sindoro SAPALA: Merah Putih, Adab Al-Qur’an dan Ketangguhan Santri

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Merah Putih Berkibar di Kedalaman Morotai, Menjaga Laut Indonesia
Terkini

Merah Putih Berkibar di Kedalaman Morotai, Menjaga Laut Indonesia

hartonoBy hartono17 Agustus 2026 8:48 PM013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, Analisnews.co.id, Ada pengalaman yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Di perairan jernih Pulau Mimita, seberang Pulau Morotai, Romo Kolonel (Purn.) Sus. Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr., menyelam ke kedalaman laut dan menemukan pemandangan yang menggetarkan hati.

Di bawah permukaan laut, terbentang taman terumbu karang yang masih terjaga. Ribuan ikan berenang bebas, sementara kawanan blacktip reef shark atau hiu karang sirip hitam melintas dengan tenang di antara terumbu karang.

Di tengah keheningan bawah laut itulah Romo Yos membentangkan Bendera Merah Putih. Bagi Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri tersebut, pengibaran Merah Putih bukan sekadar simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, melainkan ungkapan syukur atas anugerah Tuhan berupa negeri kepulauan yang indah dan kaya.

“Indonesia bukan hanya tanah yang kita pijak. Indonesia juga lautan yang kita selami,” ungkap Romo Yos, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, laut merupakan bagian penting dari identitas Indonesia. Lebih dari dua pertiga wilayah Indonesia berupa laut yang sejak dahulu menjadi ruang kehidupan masyarakat, jalur pelayaran leluhur, sumber penghidupan nelayan, sekaligus penghubung antarpulau.

“Laut bukan batas. Laut adalah pemersatu Indonesia,” tegasnya.

Sebagai imam Katolik, pengalaman menyelam sambil membawa Merah Putih tersebut juga menjadi refleksi iman bagi Romo Yos. Menurutnya, mencintai tanah air tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan.

Ia mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup diwujudkan dengan mengibarkan bendera pada bulan kemerdekaan. Nasionalisme harus hadir dalam tindakan nyata, termasuk menjaga laut, hutan, pegunungan, serta seluruh kekayaan alam yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Nasionalisme sejati bukan sekadar mengibarkan bendera setiap bulan Agustus. Nasionalisme adalah kesediaan menjaga rumah bersama dan keberanian merawat kehidupan,” katanya.

Di kedalaman laut Pulau Mimita, Romo Yos juga mengaitkan pengalamannya dengan Kitab Kejadian 1:31: “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”

Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keindahan alam Indonesia bukan hanya kekayaan bangsa, tetapi juga anugerah Tuhan yang harus dijaga.

Pertanyaan kemudian muncul dalam permenungannya: apakah generasi mendatang masih dapat menikmati keindahan laut Indonesia seperti yang disaksikan hari ini?

Bagi Romo Yos, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia bukan hanya momentum untuk mengenang perjuangan mempertahankan kedaulatan. Kemerdekaan juga harus dimaknai sebagai tanggung jawab menjaga warisan alam agar tetap lestari.

Kemerdekaan, katanya, berarti memastikan anak cucu Indonesia masih dapat menyaksikan terumbu karang yang hidup, laut yang bersih, hutan yang hijau, serta kekayaan keanekaragaman hayati Nusantara.

“Merah Putih harus berkibar bukan hanya di puncak gunung, tetapi juga dalam hati setiap warga negara,” ujarnya.

Dari kedalaman Pulau Mimita, Romo Yos membawa pesan bahwa nasionalisme sejati lahir dari hati yang bersyukur. Dan hati yang bersyukur, menurutnya, akan selalu berusaha menjaga apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada manusia.

“Merah Putih adalah ikrar untuk mencintainya: menjaga laut Indonesia adalah cara mengasihi tanah air; mengasihi tanah air adalah salah satu wujud syukur kepada Allah atas anugerah ciptaan-Nya.”

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePendakian Sindoro SAPALA: Merah Putih, Adab Al-Qur’an dan Ketangguhan Santri
Next Article Peringati HUT ke-81 RI, BRI BO Tarutung Gelar Upacara Bendera Penuh Khidmat
hartono

Related Posts

Peringati HUT ke-81 RI, BRI BO Tarutung Gelar Upacara Bendera Penuh Khidmat

17 Agustus 2026 8:57 PM

Pendakian Sindoro SAPALA: Merah Putih, Adab Al-Qur’an dan Ketangguhan Santri

17 Agustus 2026 8:45 PM

Jelang HUT ke-81 RI, Kapolres Barito Selatan Pimpin Apel Kehormatan Dan Renungan Suci Di Makam Pahlawan Abdi Kencana

17 Agustus 2026 8:42 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.