Tutup HUT ke-81 RI di Pantai Nyanyi, DPD PSI Tabanan: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata Hingga ke 133 Desa
Analisnews.co.id — TABANAN | Upacara penurunan Bendera Merah Putih menandai akhir dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momen sakral ini diperingati dengan khidmat oleh DPD Partai Solidaritas Indonesia PSI Kabupaten Tabanan di halaman Sekretariat, Jalan Pantai Nyanyi, Desa Braban, Kecamatan Kediri, Senin 17/8/2026 sore.

Meski dikemas sederhana, upacara ini menyimpan makna yang dalam. Ratusan pengurus, kader, dan simpatisan PSI Tabanan berdiri tegak, mengikuti setiap aba-aba dengan penuh penghormatan. Sang Saka Merah Putih diturunkan perlahan, menjadi simbol bahwa tongkat estafet perjuangan kini ada di pundak generasi hari ini.
Selain itu, pada hari bersejarah ini, turut dikibarkan Bendera Pataka PSI, sebagai simbol kekuatan solidaritas.
Ketua DPD PSI Tabanan, Made Edi Wirawan SE., dalam amanatnya menegaskan, penurunan bendera bukanlah akhir dari perayaan kemerdekaan. Justru, ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Menurunkan bendera hari ini artinya kita mengibarkan semangat itu dalam tindakan. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu kita dengan darah dan air mata, tidak boleh kita sia-siakan hanya dengan seremoni. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja, karya, dan pengabdian nyata untuk rakyat Tabanan,” ujarnya dengan lantang.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat merasakan manfaatnya secara langsung. Ketika desa-desa tidak lagi tertinggal, ketika potensi lokal tidak lagi tidur, dan ketika kesejahteraan benar-benar merata.
Berangkat dari semangat itulah, PSI Tabanan menggagas sebuah program besar: pemberdayaan 133 desa di seluruh Kabupaten Tabanan.
“Kami tidak ingin Tabanan hanya maju di pusat kota. Kami ingin 133 desa ini bangkit bersama. Setiap desa punya potensi. Ada yang punya hasil pertanian, ada kerajinan, ada pariwisata, ada budaya. Tugas kita adalah menggali itu, mengemasnya, dan menjadikannya produk unggulan yang bisa mengangkat ekonomi desa itu sendiri,” jelas Edi Wirawan
Menurutnya, jika setiap desa mampu mandiri secara ekonomi dengan produk unggulannya, maka secara otomatis kemakmuran akan tumbuh dari bawah. Inilah fondasi untuk membangun Tabanan yang lebih kuat.
“Ini bukan mimpi. Ini kerja. Kalau 133 desa kita makmur, maka Tabanan akan otomatis menjadi kabupaten yang tentram, damai, dan sejahtera. Itulah cita-cita kita bersama,” tegasnya.

Ia pun menutup amanatnya dengan pekikan semangat.
“Desa Makmur, Kabupaten Sejahtera!”
Semangat 17 Agustus 1945 tidak boleh berhenti di tanggal 17 Agustus. Ia harus hidup setiap hari, dalam setiap kebijakan, dalam setiap langkah, dan dalam setiap karya untuk rakyat. Karena bagi PSI, berpolitik adalah tentang melayani.
Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81, 17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026 Bersatu Berdaulat, Desa Makmur, Kabupaten Sejahtera.(ranu)
#HUT81RI #PSITabanan #DesaMakmurKabupatenSejahtera #133Desa1ProdukUnggulan
