Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dalam Rapat Satgas Koordinasi Terpadu, Polres Barito Utara Perkuat Pengawasan Karhutla dan BBM

Polres Murung Rqya Kerahkan Puluhan Personel Gabungan pada Penutupan Mura Expo 2026

Strong Point Pagi Di Area Sekolah, Satlantas Polres Murung Raya Bantu Sebrangi Pelajar

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal
Technology

Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal

vritimesBy vritimes19 Agustus 2026 10:58 AM024 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Yogyakarta, Agustus 2026 — Tambak Indonesia merdeka dari produk impor: FisTx hadirkan Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver buatan lokal untuk petambak Indonesia.

FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, terus memperluas lini produk yang dirancang dan diproduksi secara mandiri di dalam negeri, sebagai bagian dari seruan Tambak Merdeka dari Produk Impor dalam gerakan #Merdeka Bersama FisTx dalam rangka memeriahkan HUT NKRI ke 81 Tahun. Tiga produk yang menjadi sorotan dalam sub-campaign ini adalah Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver.

Selama ini, sebagian kebutuhan alat uji kualitas air maupun bahan desinfeksi tambak di Indonesia masih bergantung pada produk impor, yang umumnya datang dengan harga lebih tinggi dan waktu tunggu distribusi yang lebih lama, terutama bagi petambak di wilayah yang jauh dari pusat distribusi. FisTx menjawab kebutuhan itu dengan mengembangkan dan memproduksi alternatif lokal yang dirancang khusus untuk kondisi perairan tambak di Indonesia.

Sekilas tentang ketiga produk:

– Nawasena Test Kit adalah alat uji kualitas air yang dapat digunakan langsung di tepi kolam untuk mendeteksi parameter seperti amonia, nitrit, total alkalinitas, dan kadar oksigen terlarut secara realtime, tanpa perlu mengirim sampel ke laboratorium eksternal. Salah fitur menarik dari Nawasena Test Kit, dilengkapi dengan fitur Smart Virtual Assistant selama 7*24 Jam Non Stop. Fitur ini gratis untuk setiap customer yang sudah melakukan pembelian Nawasena test kit. Fitur Smart Virtual Assistant memastikan pengguna mendapatkan panduan instan kapan saja tanpa kendala waktu.

– Nano Disinfektan adalah larutan disinfektan berbasis ion tembaga dengan kandungan 150.000 ppm yang bekerja menekan populasi patogen penyebab penyakit pada air budidaya, digunakan sebagai bagian dari rutinitas sterilisasi air tambak. Dosis pencegahan Nano Disinfektan (nano copper) FisTx adalah 0,05 ppm setiap 7–14 hari, dan dosis pengobatan 0,1 ppm setiap 3 hari hingga mortalitas menurun signifikan, disesuaikan dengan volume air kolam aktual.

– Nano Silver adalah produk desinfektan berbasis ion perak dengan kandungan Mulai Dari 1.000 ppm s/d 10.000 ppm ion nano silver yang bekerja melengkapi perlindungan terhadap patogen memiliki pH netral (8) dan dirancang khusus untuk dicampur pakan dengan dosis pencegahan 0,05 ppt, sehingga aman dikonsumsi udang secara rutin tanpa mengganggu proses hidupnya.

Ketiganya dikembangkan melalui riset internal FisTx dan diproduksi di fasilitas dalam negeri.

Rico Wisnu Wibisono, Founder dan CEO FisTx, mengatakan pengembangan produk lokal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kemandirian teknologi akuakultur nasional. “Petambak Indonesia berhak mendapatkan teknologi yang dirancang khusus untuk kondisi perairan Indonesia, dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang lebih cepat, tanpa harus bergantung pada produk dari luar negeri,” kata Rico.

Di Kulon Progo, seorang petambak binaan FisTx sempat mengalami lonjakan kematian udang sejak hari ke-30 budidaya (DOC 30). Setelah rutin menerapkan Nano Disinfektan, kondisi kolam berangsur pulih. “Alhamdulillah sudah membaik, yang bermasalah kemarin kolam 8 dan kolam 6, sudah mau makan dan kematian menurun,” tulis petambak tersebut kepada tim FisTx. Tambak ini akhirnya berhasil dipanen tuntas pada DOC 120 dengan size 28, total hasil panen 9,5 ton dari tiga kolam.

Berdasarkan data internal perusahaan, adopsi teknologi FisTx secara keseluruhan selama lebih dari lima tahun terakhir berkontribusi pada peningkatan success rate budidaya hingga 83,6%, dan penurunan biaya produksi hingga 27%. FisTx tercatat telah menjangkau lebih dari 1.500 petambak dan pembudidaya di 25 provinsi di Indonesia.

Seruan Tambak Merdeka dari Produk Impor merupakan salah satu tema dan seruan dalam “Merdeka Bersama FisTx”, yang secara keseluruhan menyasar lima masalah klasik budidaya, mulai dari sterilisasi air, penyakit, efisiensi pakan, kualitas air, hingga ketergantungan produk impor.

Tentang FisTx Indonesia

FisTx adalah perusahaan teknologi akuakultur nomor 1 dengan solusi terlengkap di Indonesia, menghadirkan lima solusi terintegrasi meliputi teknologi sterilisasi dan oksigenasi air, nutrisi budidaya melalui AquaSupport, perencanaan dan konstruksi kolam melalui Aquadex, pendampingan budidaya melalui program TAMPAN, serta kemitraan strategis lintas sektor untuk mendukung ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Indonesia. FisTx berkantor pusat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMenggunakan Spanduk Anggota Polsek Basarang Melaksanakan Sosialisasi Stop Ilegal Logging
Next Article DJI AP100 Resmi Hadir di Indonesia, Parasut Keselamatan Khusus untuk DJI Matrice 400
vritimes

Related Posts

Menyiapkan Kuota e-Meterai Perusahaan Sebelum Musim Kontrak Menumpuk

19 Agustus 2026 10:00 AM

BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah

18 Agustus 2026 9:37 PM

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menyiapkan Sistem ERP di Cabang Baru

18 Agustus 2026 8:58 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.