Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tim Gabungan Polres Taput, Pemkab, Bulog Dan Badan Ketahanan Pangan Nasional Cek Ketersediaan Pangan, Mutu Serta Harga Pangan di Wilayah Taput.

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

Cegah Perusakan Ekosistem Perairan, Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan Bahaya Illegal Fishing untuk Keberlanjutan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Beautiful Pain, Drama Psikologis yang Mengajarkan Luka Tak Selalu Berakhir dengan Kehancuran
TV & Drama

Beautiful Pain, Drama Psikologis yang Mengajarkan Luka Tak Selalu Berakhir dengan Kehancuran

yadiBy yadi22 Agustus 2026 7:12 AM0283 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta — Ada luka yang tidak tampak di wajah. Ia bersembunyi di balik senyum, percakapan keluarga, bahkan di rumah yang dari luar terlihat baik-baik saja. Namun, ketika luka itu terlalu lama dipendam, ia bisa berubah menjadi pertarungan untuk merebut kembali suara, harga diri, dan kehidupan.

Gagasan itulah yang dibawa Beautiful Pain, film drama psikologis terbaru produksi Dapur Film yang akan menyapa penonton di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Menjelang penayangannya, film ini merilis materi first-look berupa foto dan video yang justru menghadirkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Tatapan dingin Raihaanun saat merengkuh kedua anaknya di tepi pantai, kedekatan Nikita Mirzani dan Baim Wong dalam ruang temaram, hingga ketegangan antara Nikita dan Raihaanun menjadi serpihan misteri tentang sebuah relasi yang menyimpan pengkhianatan.

Di balik proyek tersebut, ada nama Nikita Mirzani yang memasuki babak baru. Bukan hanya tampil sebagai pemain, ia untuk pertama kalinya dipercaya sebagai Executive Producer.

“Melalui film Beautiful Pain, saya akhirnya mengambil langkah baru untuk mendukung sebuah cerita yang penting untuk dibicarakan,” ujar Nikita. Ia berharap film tersebut dapat membuka ruang diskusi bagi mereka yang pernah mengalami luka dan menjadi korban keadaan.

Film ini juga menjadi panggung debut Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara. Ia menggandeng Dapur Film, rumah produksi yang dikenal lewat karya-karya Hanung Bramantyo, untuk meramu cerita tentang trauma, relasi kuasa, ketidakadilan, dan keberanian seorang perempuan menghadapi sistem.

Hanung yang turut memproduseri film tersebut mengatakan dirinya selalu menyambut hadirnya suara-suara baru dalam perfilman. Menurut dia, Beautiful Pain memiliki gagasan mengenai perjuangan seseorang untuk pulih dari trauma yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

Pertanyaan terbesar film ini kemudian mengarah pada karakter yang diperankan Raihaanun. Sebagai seorang ibu tunggal, ia berusaha membangun kembali hidupnya melalui karier baru sebagai aktris. Ketika harapan mulai tumbuh, kehidupannya kembali runtuh setelah fitnah dan kasus pelecehan seksual menghancurkan reputasinya sekaligus membuatnya kehilangan hak asuh anak.

Ia dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah: diam dan menerima keadaan atau melawan demi merebut kembali kehormatan serta keluarganya.

Di titik inilah Beautiful Pain tidak sekadar menawarkan drama rumah tangga. Film tersebut membawa isu KDRT, kekerasan seksual, relasi kuasa, hingga bias dalam sistem ke dalam konflik yang personal sekaligus sosial.

Dmaz menyebut film ini bukan semata-mata kisah tentang trauma, melainkan keberanian seseorang untuk bangkit dan kembali memiliki suara.

Pertanyaan tentang siapa yang dipercaya, siapa yang dilindungi, dan bagaimana keadilan seharusnya diberikan kepada mereka yang berjuang seorang diri menjadi denyut utama cerita.

Apakah trauma Raihaanun bermula dari hubungan terlarang antara karakter Baim Wong dan Nikita Mirzani? Jawabannya sengaja disimpan rapat hingga film ini membuka seluruh rahasianya di layar lebar.

Kekuatan Beautiful Pain turut ditopang jajaran pemain lintas generasi, antara lain Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, dan Berliana Lovell.

Dengan tema “fight the trauma”, Beautiful Pain mencoba mengajak penonton melihat bahwa luka tidak selalu berakhir dengan kehancuran. Ada kalanya, dari rasa sakit justru lahir keberanian untuk berdiri kembali.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. (Phyd)

Redaksi

#BioskopIndonesia #FilmDrama #FilmIndonesia BaimWong BeautifulPain DapurFilm DmazBrodjonegoro FightTheTrauma FilmPsikologis HanungBramantyo NikitaMirzani Raihaanun
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleTNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkotika di Kepri
Next Article Ketua H M S Bali Beserta Anggota Hadiri Pemakaman Tokoh H.R.Kendi Yasin Bin R.Badarudin
yadi

Related Posts

Infotainment Awards 2026 Hadirkan Deretan Bintang di Studio 6 EMTEX City

18 September 2026 12:48 PM

Beautiful Pain Rilis Poster, Kisahkan Perempuan yang Bangkit dari Pengkhianatan Rumah Tangga

18 September 2026 11:47 AM

Bukan Motor Biasa, Gading Marten Wujudkan Mimpi Masa Muda Ariel NOAH

18 September 2026 11:37 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.