Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hadir di Pasar Rumput, Bioskop Mini Rp15 Ribu Jadi Wadah Baru Film Nasional

Demi Peran Ustaz Adam di ‘Munafik: Melawan Iblis’, Arya Saloka Kembali Belajar Iqro

Refleksi Maulid Nabi, Menag: Peradaban Besar Berawal dari Akhlak

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Demi Peran Ustaz Adam di ‘Munafik: Melawan Iblis’, Arya Saloka Kembali Belajar Iqro
TV & Drama

Demi Peran Ustaz Adam di ‘Munafik: Melawan Iblis’, Arya Saloka Kembali Belajar Iqro

yadiBy yadi25 Agustus 2026 10:11 AM043 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta – Ada peran yang cukup dipelajari lewat naskah, ada pula karakter yang menuntut seorang aktor kembali ke dasar. Bagi Arya Saloka, memerankan Ustaz Adam dalam film “Munafik: Melawan Iblis” termasuk yang kedua.

Demi menghidupkan sosok pemuka agama sekaligus praktisi rukiah tersebut, Arya bahkan kembali belajar membaca Iqro. Ia ingin setiap lantunan ayat Al-Qur’an dalam film terdengar tepat dan meyakinkan, bukan sekadar menjadi bagian dari tuntutan akting.

“Memang kami belajar ulang dari Iqro, karena banyak obstacle dalam bacaan itu ya, baik itu panjang pendeknya, huruf-hurufnya dan sebagainya,” ujar Arya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Persiapan tersebut dilakukan sejak awal dirinya bergabung dalam proyek yang merupakan remake dari film horor populer asal Malaysia itu. Arya terlebih dahulu menyaksikan film sebelumnya untuk memahami karakter Ustaz Adam, kemudian mengikuti proses reading bersama para pemain.

Namun, tantangan terbesar justru datang ketika ia harus mendalami aspek keagamaan karakter. Arya belajar langsung bersama Ustaz Adi, mulai dari bacaan yang digunakan dalam adegan rukiah hingga memahami karakter seorang perukiah.

“Yang membuat saya deg-degan adalah bagaimana saya bisa mempelajari dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi proses itulah yang sangat menyenangkan,” tuturnya.

Kesungguhan itu terasa pula saat proses syuting. Adegan rukiah dalam film menggunakan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, dengan sebagian besar suara direkam langsung di lokasi. Hanya beberapa bagian yang menjalani proses dubbing untuk kebutuhan efek suara.

Karena sejumlah ayat sudah dihafalnya, Arya mengaku dapat lebih berkonsentrasi pada emosi dan perjalanan batin Adam ketika kamera mulai merekam.

Di tangan sutradara dan tim kreatif, “Munafik: Melawan Iblis” juga tidak sekadar membawa teror supranatural. Film ini berusaha memberi warna Indonesia melalui pendekatan sinematik dan unsur budaya lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Produser Oswin Bonifanz menegaskan, kedekatan dengan penonton Indonesia menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan film. Unsur lokal ditempatkan sebagai bagian penting agar kisah horor religi tersebut memiliki hubungan emosional dengan penonton Tanah Air.

Cerita berpusat pada Adam yang memilih berhenti melakukan rukiah setelah kehilangan sang istri. Namun, keputusan itu berubah ketika ia berusaha menyelamatkan seorang perempuan bernama Fitri. Dari sana, Adam kembali berhadapan dengan teror iblis dan rangkaian kejadian supranatural yang menguji keyakinannya.

Bagi Arya, judul film ini juga memiliki makna yang lebih dalam. Menurutnya, kemunafikan bukan semata-mata persoalan besar yang jauh dari keseharian manusia. Ia bisa muncul ketika perkataan dan perbuatan seseorang tidak berjalan beriringan.

Karena itu, ia berharap “Munafik: Melawan Iblis” tidak hanya menghadirkan ketegangan di dalam bioskop, tetapi juga meninggalkan ruang bagi penonton untuk bercermin.

“Munafik: Melawan Iblis” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Perpaduan horor religi, sentuhan budaya lokal, serta perjuangan Arya Saloka mendalami karakter membuat film ini membawa teror sekaligus refleksi tentang manusia, keyakinan, dan sisi gelap yang mungkin tersembunyi dalam diri sendiri. (Phyd)

Redaksi

#AryaSaloka #BioskopIndonesia #FilmHoror #FilmHororIndonesia #FilmIndonesia #FilmTerbaru Entertainment HororReligi MunafikMelawanIblis UstazAdam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRefleksi Maulid Nabi, Menag: Peradaban Besar Berawal dari Akhlak
Next Article Hadir di Pasar Rumput, Bioskop Mini Rp15 Ribu Jadi Wadah Baru Film Nasional
yadi

Related Posts

Hadir di Pasar Rumput, Bioskop Mini Rp15 Ribu Jadi Wadah Baru Film Nasional

25 Agustus 2026 10:18 AM

Gemuruh Suara Penonton LaLaLa Fest Mengiringi Dentingan Piano Matt Maltese

23 Agustus 2026 12:24 PM

Beautiful Pain, Drama Psikologis yang Mengajarkan Luka Tak Selalu Berakhir dengan Kehancuran

22 Agustus 2026 7:12 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.