SUKAMARA – Polres Sukamara melaksanakan patroli udara menggunakan helikopter untuk memantau sejumlah titik yang terindikasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Sukamara. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H., tersebut dimulai dari Helipad PT. Prime Agri Resources (PAR) di Desa Kartamulia, Senin (24/08/2026).
Dalam patroli udara tersebut, rombongan menyusuri jalur Kota Sukamara, kawasan Sungai Jelai, wilayah perbatasan Kalimantan Barat hingga menuju kawasan PT. GCM di Desa Kenawan, Kecamatan Permata Kecubung. Pemantauan dari udara dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi wilayah sekaligus mencermati titik-titik hotspot yang terdeteksi sebagai bagian dari langkah deteksi dini karhutla.
Setibanya di kawasan PT. GCM, Kapolres Sukamara bersama Pejabat Utama Polres Sukamara, personel Sat Intelkam dan Sat Reskrim, serta pihak perusahaan melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran. Fasilitas yang ditinjau meliputi 125 embung dengan total luasan sekitar 36 hektare, satu unit water cannon, satu unit mobil pemadam kebakaran, enam unit truk tangki, dua unit sepeda motor, serta 18 menara pemantau api, yang didukung 14 personel pemadam kebakaran perusahaan.
Perhatian khusus diberikan terhadap ketersediaan sumber air pada sejumlah embung yang berada di kawasan perusahaan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H., meminta pihak perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah sumber air melalui pembangunan sumur bor, terutama pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Pemantauan kemudian dilanjutkan menuju titik kebakaran di kawasan Sungai Tembayau, Desa Semantun, Kecamatan Permata Kecubung. Kapolres Sukamara bersama personel Polres Sukamara dan pihak perusahaan turun langsung melakukan pengecekan sekaligus mengikuti proses pendinginan pada area terdampak untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Melalui patroli udara dan pengecekan lapangan tersebut, Polres Sukamara berupaya memperoleh kondisi faktual terhadap hotspot sekaligus memastikan kesiapan sumber daya penanggulangan karhutla di wilayah rawan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi dengan perusahaan dan unsur terkait agar langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan lancar. (HMS)

