Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sekjen Kemenag Tegaskan Menag Nasaruddin Umar Tetap Fokus Jalankan Tugas

Sorotan: Peringatan HUT Ke-27 Mahad Al Zaytun, Tema : “Menyambut 100 Tahun Indonesia dengan Memperbesar Investasi Pendidikan Yg Berkualitas “

Kapolres Barsel Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Wilkum Barito Selatan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Brigjen TNI (Mar) Pardosi: Karhutla Harus Ditangani dari Hulu hingga Hilir
Terkini

Brigjen TNI (Mar) Pardosi: Karhutla Harus Ditangani dari Hulu hingga Hilir

hartonoBy hartono27 Agustus 2026 6:53 PM033 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

DURI , Analisnews.co.id, – Asap dan kobaran api yang mengancam kawasan hutan dan lahan di Riau menjadi perhatian serius Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Mabes TNI menerjunkan Tim Penyuluh ke wilayah Kodim 0303/Bengkalis, tepatnya di Kota Minyak Duri, Kecamatan Mandau, Kamis (27/8/2026).

Staf Khusus KSAL sekaligus Ketua Tim Penyuluh, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, hadir langsung untuk berdialog dengan aparat kewilayahan dan unsur lintas sektoral. Didampingi Kolonel Tek Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf Sugianto, Pardosi disambut Danramil 03/Mandau Kapten Czi Suratmin, Camat Mandau Riki Rihardi, Kapolsek Mandau I Made Pasek serta jajaran terkait.

Bagi Pardosi, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan memadamkan api. Di balik setiap titik kebakaran terdapat ancaman terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi, bahkan keselamatan personel yang berjibaku di lapangan. Karena itu, ia menekankan pentingnya penanganan yang terencana, cepat, aman dan melibatkan seluruh unsur.

“Mulai dari kesiapan personel pemadam dari berbagai elemen dan lintas sektoral, ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber air, pengenalan medan di lapangan sampai dengan sistem pemadaman cepat–selamat penting dijalankan agar Karhutla yang terjadi dapat segera padam,” kata Pardosi.

Ia menegaskan, strategi penanggulangan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Artinya, upaya tidak hanya berfokus pada api yang sudah membesar, tetapi juga memastikan kesiapan sejak sebelum kebakaran terjadi, termasuk pemetaan wilayah rawan, kesiapan sumber air, akses menuju lokasi, hingga koordinasi antarlembaga.

Langkah tersebut dinilai penting karena kebakaran di wilayah gambut kerap menghadirkan tantangan tersendiri. Api dapat berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau kendaraan pemadam. Jika terlambat ditangani, asap yang ditimbulkan dapat semakin luas dan mengganggu kehidupan masyarakat.

Persoalan akses itulah yang dihadapi personel gabungan di Kecamatan Mandau. Danramil 03/Mandau Kapten Czi Suratmin menjelaskan, sejumlah titik api berada jauh dari jalan utama dengan kondisi medan yang sulit.

“Lokasi titik api berjarak cukup jauh dengan keadaan akses jalan yang sulit, sehingga armada pemadam tak bisa masuk dan menjangkau titik api. Dalam keadaan ini, kami terpaksa memakai pompa portabel dan menggelar gulungan selang pemadam untuk sampai ke pusat kebakaran,” ungkap Suratmin.

Di tengah keterbatasan tersebut, personel di lapangan dituntut tidak hanya berani, tetapi juga mampu menghitung risiko. Keselamatan petugas menjadi bagian penting dalam setiap operasi pemadaman agar upaya menyelamatkan lingkungan tidak justru menimbulkan korban.

Selain persoalan teknis, Tim Penyuluh juga menerima masukan mengenai persoalan kepemilikan lahan. Camat Mandau Riki Rihardi mengungkapkan, sebagian lahan yang terbakar diketahui dimiliki warga dari luar daerah sehingga aparat mengalami kesulitan melakukan pengawasan maupun meminta pertanggungjawaban pemilik.

“Lahannya di sini, tapi yang punya entah di mana. Kami kesulitan mencari siapa pemilik lahan untuk dimintai keterangan serta pertanggungjawaban di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Mandau I Made Pasek menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Menurutnya, langkah hukum diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

Penyuluhan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi lintas sektor. Berbagai persoalan yang dihadapi petugas di lapangan, mulai dari akses, peralatan, sumber air, kondisi medan hingga aspek pengawasan dan penegakan hukum, dihimpun sebagai bahan evaluasi.

Bagi Pardosi, pengalaman para petugas yang berhadapan langsung dengan api merupakan masukan penting untuk memperbaiki sistem penanggulangan Karhutla secara nasional. Berbagai saran dan persoalan yang muncul di Bengkalis selanjutnya akan dirangkum dan disampaikan ke tingkat pusat sebagai bahan penyusunan langkah penanganan yang lebih efektif.

Melalui pengerahan Tim Penyuluh ke berbagai kabupaten/kota di Riau, Mabes TNI berharap kemampuan aparat kewilayahan semakin sigap dalam menghadapi Karhutla. Lebih dari sekadar memadamkan api, gerakan ini diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah, pemilik lahan, aparat, dunia usaha dan seluruh masyarakat.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKemarau Rawan Karhutla Polsek Kapuas Hilir Himbauan warga Untuk Tidak Membuka Lahan Dan Kebun Dengan Cara Dibakar
Next Article Cegah Penyebaran Hoaks Di Masyarakat Polsek Kapuas Hilir Rutin Laksanakan Sosialisasi Anti HPUS
hartono

Related Posts

Sekjen Kemenag Tegaskan Menag Nasaruddin Umar Tetap Fokus Jalankan Tugas

27 Agustus 2026 7:16 PM

Sorotan: Peringatan HUT Ke-27 Mahad Al Zaytun, Tema : “Menyambut 100 Tahun Indonesia dengan Memperbesar Investasi Pendidikan Yg Berkualitas “

27 Agustus 2026 7:12 PM

Kapolres Barsel Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Wilkum Barito Selatan

27 Agustus 2026 7:09 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.