Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan

PERSONIL POLSEK PULAU PETAK LAKSANAKAN PATROLI DIALOGIS KE DESA-DESA WILAYAH KECAMATAN PULAU PETAK

GIAT TANGGAP DARURAT KARHUTLA DI POSPOL BAGUGUS POLSEK MANTANGAI BERSAMA TIM POSLAP KEC. MANTANGAI

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»HANJABA 2026 Usung Tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”, Pramono: Sekolah Itu Penting
Daerah

HANJABA 2026 Usung Tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”, Pramono: Sekolah Itu Penting

yadiBy yadi4 September 2026 8:35 AM0134 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Provinsi DKI Jakarta 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak Jakarta untuk membaca, berkarya, sekaligus menyampaikan gagasan mengenai Jakarta yang mereka kenal dan mereka impikan.

HANJABA 2026 digelar dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta dengan mengangkat tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”.

Melalui tema tersebut, anak-anak diajak melihat Jakarta berdasarkan pengalaman mereka, kemudian menuangkannya dalam berbagai karya literasi.

Pramono mengapresiasi kreativitas dan keberanian para peserta. Menurut dia, kemampuan anak dalam mengekspresikan gagasan merupakan modal penting bagi masa depan Jakarta.

“Kalau melihat performa atau tampilan dari anak-anak kita, terus terang saya merasa bahwa Jakarta masa depannya itu colorful, penuh warna. Sehingga kita semua penuh dengan optimisme,” ujar Pramono.

Pendidikan Jadi Kunci

Pramono menegaskan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut dia, pendidikan merupakan kunci untuk membuka kesempatan sekaligus memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga.

“Saya meyakini untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, sekolah itu nomor satu,” tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, terus memperluas dukungan agar anak-anak dapat mengakses pendidikan.

Saat ini, Kartu Jakarta Pintar (KJP) diberikan kepada sekitar 707.477 siswa. Sementara Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) telah menjangkau sekitar 15.800 mahasiswa.

Mulai tahun depan, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengembangkan program LPDP Jakarta. Program tersebut ditujukan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik di luar negeri.

Pemprov DKI Jakarta juga memastikan persoalan ekonomi tidak menghalangi anak mendapatkan hak pendidikan secara utuh.

Salah satunya melalui perhatian terhadap lulusan yang belum mengambil ijazah karena terkendala biaya.

“Karena nggak mungkin sudah lulus nggak bisa mengambil ijazahnya kalau kemudian bukan karena persoalan ekonomi,” kata Pramono.

HANJABA Jadi Ruang Anak Berani Berkarya

Pramono menilai HANJABA merupakan contoh bagaimana ruang kreativitas dapat mendorong anak untuk berani tampil dan menyampaikan gagasan.

“Saya melihat acara yang seperti ini sangat baik untuk merangsang, merespons, mendorong anak-anak kita untuk bisa dan berani tampil,” ungkapnya.

Dia optimistis potensi yang ditunjukkan para peserta HANJABA menjadi gambaran kekuatan SDM Jakarta pada masa mendatang.

“Itulah yang membuat saya meyakini bahwa Jakarta kaya betul dengan sumber daya manusia atau sumber daya anak. Dan itulah yang kemudian membuat saya meyakini bahwa mudah-mudahan Jakarta ke depan akan semakin tangguh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan HANJABA dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memberikan ruang kepada anak-anak untuk berpikir, berimajinasi, dan berkarya.

Antusiasme peserta HANJABA 2026 meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 1.640 anak mendaftarkan diri sejak registrasi dibuka pada 28 Juli 2026.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan HANJABA.

Setelah melalui seleksi administrasi, seleksi karya, dan kompetisi langsung, sebanyak 488 peserta terpilih mengikuti babak kompetisi pada 20, 21, dan 24 Agustus 2026.

Cabang lomba disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Peserta SD/MI mengikuti lomba menggambar, bertutur, dan membaca puisi.

Sementara peserta SMP/MTs mengikuti lomba membuat komik strip dan pantun.

Adapun peserta SMA/SMK/MA mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris dan fotografi. Lomba menulis terbuka bagi peserta didik dari jenjang SD hingga SMA.

“Beragam cabang lomba tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan literasi dengan caranya masing-masing,” ujar Nasruddin.

Menurut dia, karya para peserta menunjukkan bagaimana generasi muda memandang Jakarta melalui pengalaman, ingatan, dan harapan mereka.

“Ke-488 peserta yang telah sampai pada tahap kompetisi langsung ini adalah anak-anak terbaik di Jakarta yang telah berani mencoba, berkarya, dan menyampaikan gagasan,” tuturnya.

Peserta Juara Pantun: Banyak Membaca Bantu Merangkai Kata

Salah satu peserta, Naurah Najla Olivia dari SMP Negeri 73 Jakarta, berhasil meraih Juara 1 Lomba Membuat Pantun tingkat SMP/MTs.

Naurah mengatakan dirinya mempersiapkan diri sejak beberapa pekan sebelum perlombaan dengan memperbanyak membaca dan mempelajari kosakata baru.

“Banyak berlatih, banyak baca buku juga, banyak literasi, kita jadi bisa merangkai kata demi kata dan pantun itu akan jadi mudah kalau kita banyak membaca,” ucap Naurah.

Daftar Juara 1 HANJABA Provinsi DKI Jakarta 2026

– Lomba Menggambar SD/MI: Althaf Haziq Santosa — SDN Grogol Selatan 13

– Lomba Membaca Puisi SD/MI: Alfataro Serhan Khairrazaky — SDIT Nurul Iman

– Lomba Bertutur SD/MI: Claudia Bianca Zooey — SDS Hati Kudus

– Lomba Membuat Komik Strip SMP/MTs: Vania Kara Safindra — SMP Negeri 229

– Lomba Membuat Pantun SMP/MTs: Naurah Najla Olivia — SMP Negeri 73

– Lomba Pidato Bahasa Inggris SMA/SMK/MA: Thirza Namika — SMA Negeri 15

Phyd-Redaksi

#Jakarta #Jakarta500Tahun #PemprovDKI #PramonoAnung AnakJakarta HANJABA2026 HariAnakJakartaMembaca Literasi Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Jadikan Kebun dan Pabrik Laboratorium Kesiapan Kerja, Serap Lebih dari 1.300 Peserta Magang
Next Article Personel Polsek Kapuas Hilir Gelar Giat Jum’at Curhat (4/9/2026)
yadi

Related Posts

Rano Karno Resmi Buka Jakarta Film Week 2026, Perkuat Langkah Jakarta Menuju Kota Sinema Dunia JAKARTA — Jakarta Film Week (JFW) 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10). Memasuki tahun keenam, festival film internasional ini mengusung tema Encounters dan berlangsung hingga 25 Oktober 2026, dengan membawa ambisi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema yang diperhitungkan di tingkat global. Lebih dari sekadar perayaan film, Jakarta Film Week menjadi ruang pertemuan bagi sineas Indonesia dan mancanegara untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi. Festival ini juga menghadirkan program pengembangan talenta dan industri untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Rano Karno mengatakan, penyelenggaraan JFW merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pertumbuhan industri kreatif, khususnya perfilman, agar semakin berdaya saing. “Beragam program dihadirkan, mulai dari pemutaran dan kompetisi film internasional maupun Indonesia, Jakarta Film Fund, hingga program pengembangan industri seperti Producers Lab, Pitching Forum, Talents Hub, Industry Talk, dan Festival Meeting,” ujar Rano. Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi karya-karya film, tetapi juga membuka jalan bagi sineas dan talenta baru untuk berkembang. Melalui pertemuan antara pembuat film, produser, serta pelaku industri, festival ini turut memperluas kesempatan lahirnya kerja sama dan proyek film baru. Rangkaian Jakarta Film Week 2026 berlangsung di sejumlah lokasi, yakni CGV Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh ARTOTEL, Taman Ismail Marzuki, serta CGV dan FX Sudirman. Menurut Rano, ambisi menjadikan Jakarta semakin dikenal dunia melalui film harus berjalan beriringan dengan penguatan fondasi industri perfilman. Dengan demikian, pertumbuhan sektor ini tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pelaku industri dan masyarakat. “Semoga Jakarta Film Week 2026 menjadi ruang tumbuhnya karya dan talenta baru yang membawa perfilman Indonesia semakin diperhitungkan di dunia,” kata Rano sebelum secara resmi membuka festival tersebut. Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, penyelenggara, para pembuat film, serta mitra yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026. Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan festival sekaligus mendorong perkembangan perfilman Indonesia. “Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada para penyelenggara Jakarta Film Week, kepada Pemerintah Provinsi Jakarta, Bapak Rano Karno beserta seluruh timnya, para pembuat film yang berpartisipasi, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi sehingga festival ini dapat terselenggara,” tutur Fadli. Festival Director Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti, berharap festival ini dapat menginspirasi para pegiat perfilman dan mendorong lahirnya karya-karya baru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kebudayaan, serta Jakarta Film Commission atas dukungan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan festival. Dengan mengusung tema Encounters, Jakarta Film Week 2026 diharapkan menjadi titik temu gagasan, budaya, dan kreativitas yang memperluas ruang tumbuh perfilman Indonesia. Tantangannya kini bukan hanya menghadirkan film-film berkualitas selama festival, melainkan juga memastikan pertemuan dan kolaborasi tersebut berlanjut menjadi kekuatan nyata bagi industri film nasional.(red/py). JakartaFilmWeek2026, RanoKarno, FadliZon, FilmIndonesia, PerfilmanIndonesia, JakartaKotaSinema, IndustriKreatif,

22 Oktober 2026 8:29 PM

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Pusat Produksi Film Asia Tenggara, Investor Internasional Didorong Masuk

22 Oktober 2026 8:09 PM

SEMBARI PATROLI RODA DUA DI PEMUKIMAN PENDUDUK DESA BAJUH, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT PATROLI DIALOGIS

22 Oktober 2026 7:03 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.