Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, PERSONEL POLSEK PULAU PETAK SOSIALISASIKAN SANKSI PIDANA PELAKU KARHUTLA KE MASYARAKAT KECAMATAN PULAU PETAK

SOSIALISASIKAN MAKLUMAT KAPOLDA KALTENG, POLSEK MANTANGAI AJAK WARGA CEGAH KARHUTLA

Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Pramono Anung: Pers Tak Perlu Melebih-lebihkan, Kawal Jakarta Menuju Kota Global
Daerah

Pramono Anung: Pers Tak Perlu Melebih-lebihkan, Kawal Jakarta Menuju Kota Global

yadiBy yadi7 September 2026 9:19 PM0173 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA — Sebanyak 754 karya jurnalistik berpartisipasi dalam Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin ke-52 Tahun 2026. Bagi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan perhatian besar insan pers terhadap dinamika sekaligus pembangunan Ibu Kota.

Pramono menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, dewan juri, seluruh peserta, dan para pemenang penghargaan saat menghadiri penyerahan Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Tahun ini ada 754 karya jurnalistik yang berpartisipasi, menunjukkan besarnya perhatian insan pers dalam merekam dinamika Jakarta dari berbagai sudut pandang,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, pers memiliki posisi penting sebagai mitra kritis pemerintah. Karena itu, pemberitaan yang akurat, berbasis fakta, serta tidak berlebihan dibutuhkan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi Jakarta.

“Menurut saya apa adanya. Enggak perlu yang terlalu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi,” katanya.

Ia menilai karya jurnalistik yang berpegang pada fakta, data, kode etik, dan tanggung jawab publik juga dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih objektif. Pemberitaan tersebut sekaligus dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik.

Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI menargetkan Jakarta masuk dalam jajaran 20 besar kota global dunia pada 2045. Untuk mencapai sasaran tersebut, Pramono menilai kolaborasi dengan insan pers menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai agenda pembangunan.

“Banyak agenda strategis Jakarta yang perlu terus dikawal bersama, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan transportasi publik dan Transit-Oriented Development (TOD), penataan ruang kota, hingga transformasi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Pramono juga mengapresiasi hadirnya kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta” pada penyelenggaraan tahun ini. Menurut dia, karya jurnalistik bukan hanya dokumentasi atas peristiwa hari ini, melainkan juga bagian dari memori kolektif kota.

Karya-karya tersebut, kata dia, kelak dapat membantu generasi mendatang memahami perjalanan Jakarta.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan teruslah berkarya dengan menjaga integritas serta profesionalisme. Pemprov DKI membutuhkan pers yang independen, kritis, akurat, dan konstruktif untuk bersama-sama mengawal Jakarta menjadi kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Pramono.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik 2027 dengan mengusung tema khusus 500 Tahun Jakarta.

Menurut Kesit, tingginya partisipasi pada tahun ini menjadi motivasi bagi PWI Jaya untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik pada 2027. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah penambahan kategori penghargaan untuk karya jurnalistik yang dipublikasikan melalui media sosial.

“Buat kami, yang paling penting adalah bagaimana kami bisa memberikan kontribusi kepada teman-teman media, kepada teman-teman wartawan untuk membuat karya jurnalistik, khususnya terkait dengan dinamika Jakarta,” ujar Kesit.

Redaksi

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKerja Sama Indonesia–Tiongkok Semakin Erat, BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Belajar Global bagi Mahasiswa
Next Article Antisipasi Kejahatan Polsek Kapuas Kuala Laksanakan Patroli Pada Malam Hari
yadi

Related Posts

Rano Karno Resmi Buka Jakarta Film Week 2026, Perkuat Langkah Jakarta Menuju Kota Sinema Dunia JAKARTA — Jakarta Film Week (JFW) 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10). Memasuki tahun keenam, festival film internasional ini mengusung tema Encounters dan berlangsung hingga 25 Oktober 2026, dengan membawa ambisi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema yang diperhitungkan di tingkat global. Lebih dari sekadar perayaan film, Jakarta Film Week menjadi ruang pertemuan bagi sineas Indonesia dan mancanegara untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi. Festival ini juga menghadirkan program pengembangan talenta dan industri untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Rano Karno mengatakan, penyelenggaraan JFW merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pertumbuhan industri kreatif, khususnya perfilman, agar semakin berdaya saing. “Beragam program dihadirkan, mulai dari pemutaran dan kompetisi film internasional maupun Indonesia, Jakarta Film Fund, hingga program pengembangan industri seperti Producers Lab, Pitching Forum, Talents Hub, Industry Talk, dan Festival Meeting,” ujar Rano. Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi karya-karya film, tetapi juga membuka jalan bagi sineas dan talenta baru untuk berkembang. Melalui pertemuan antara pembuat film, produser, serta pelaku industri, festival ini turut memperluas kesempatan lahirnya kerja sama dan proyek film baru. Rangkaian Jakarta Film Week 2026 berlangsung di sejumlah lokasi, yakni CGV Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh ARTOTEL, Taman Ismail Marzuki, serta CGV dan FX Sudirman. Menurut Rano, ambisi menjadikan Jakarta semakin dikenal dunia melalui film harus berjalan beriringan dengan penguatan fondasi industri perfilman. Dengan demikian, pertumbuhan sektor ini tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pelaku industri dan masyarakat. “Semoga Jakarta Film Week 2026 menjadi ruang tumbuhnya karya dan talenta baru yang membawa perfilman Indonesia semakin diperhitungkan di dunia,” kata Rano sebelum secara resmi membuka festival tersebut. Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, penyelenggara, para pembuat film, serta mitra yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026. Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan festival sekaligus mendorong perkembangan perfilman Indonesia. “Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada para penyelenggara Jakarta Film Week, kepada Pemerintah Provinsi Jakarta, Bapak Rano Karno beserta seluruh timnya, para pembuat film yang berpartisipasi, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi sehingga festival ini dapat terselenggara,” tutur Fadli. Festival Director Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti, berharap festival ini dapat menginspirasi para pegiat perfilman dan mendorong lahirnya karya-karya baru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kebudayaan, serta Jakarta Film Commission atas dukungan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan festival. Dengan mengusung tema Encounters, Jakarta Film Week 2026 diharapkan menjadi titik temu gagasan, budaya, dan kreativitas yang memperluas ruang tumbuh perfilman Indonesia. Tantangannya kini bukan hanya menghadirkan film-film berkualitas selama festival, melainkan juga memastikan pertemuan dan kolaborasi tersebut berlanjut menjadi kekuatan nyata bagi industri film nasional.(red/py). JakartaFilmWeek2026, RanoKarno, FadliZon, FilmIndonesia, PerfilmanIndonesia, JakartaKotaSinema, IndustriKreatif,

22 Oktober 2026 8:29 PM

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Pusat Produksi Film Asia Tenggara, Investor Internasional Didorong Masuk

22 Oktober 2026 8:09 PM

SEMBARI PATROLI RODA DUA DI PEMUKIMAN PENDUDUK DESA BAJUH, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT PATROLI DIALOGIS

22 Oktober 2026 7:03 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.