Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Motor Baru untuk Mobilitas yang Lebih Nyaman, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

“Aku Istimewa, Kamu Juga”: Film Istimewa Buka Percakapan tentang Mimpi, Kesempatan, dan Penerimaan

JAM PULANG SEKOLAH, PAMAPTA POLRES SERUYAN HADIR BANTU PELAJAR MENYEBRANG DENGAN AMAN

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»“Aku Istimewa, Kamu Juga”: Film Istimewa Buka Percakapan tentang Mimpi, Kesempatan, dan Penerimaan
TV & Drama

“Aku Istimewa, Kamu Juga”: Film Istimewa Buka Percakapan tentang Mimpi, Kesempatan, dan Penerimaan

yadiBy yadi8 September 2026 7:03 PM0113 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA — Film Istimewa menggelar gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (7/9/2026), menjelang penayangannya di seluruh bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Film produksi Kairos Pictures ini menghadirkan kisah keluarga dengan anak-anak penyandang disabilitas sebagai pusat perjalanan cerita.

Gala premiere tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain dan filmmaker untuk kembali memperkenalkan Rumah Istimewa kepada penonton. Sebelumnya, film ini telah menyapa masyarakat melalui rangkaian cinema visit di sejumlah kota.

Bagi sutradara Ruben Adrian, tantangan utama dalam menggarap Istimewa adalah menghadirkan karakter penyandang disabilitas sebagai individu yang utuh. Mereka tidak ditempatkan semata-mata sebagai representasi dari kondisi yang dimiliki.

“Kami tidak ingin membuat karakter yang hanya menjelaskan kondisinya. Kami ingin mereka hadir sebagai manusia yang punya keinginan, pilihan, humor, mimpi, dan perjalanan sendiri,” ujar Ruben.

Pandangan tersebut, kata Ruben, tidak hanya diterapkan dalam penulisan cerita, tetapi juga selama proses produksi. Para pemain diberi ruang untuk memahami dan membawa karakter mereka dengan cara masing-masing.

Pesan tentang penerimaan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan para pemain. Niatus Sholihah, pemeran Nita, memaknai penerimaan bukan sebagai bentuk perlakuan berbeda atau rasa kasihan, melainkan kesempatan untuk dipercaya dan menunjukkan kemampuan.

“Buat saya, diterima bukan berarti orang lain merasa kasihan atau memperlakukan kita secara berbeda. Diterima adalah ketika kita diberi kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, dipercaya untuk mengambil pilihan, dan tidak dinilai hanya dari kondisi yang kita miliki,” kata Niatus.

Menurut dia, setiap orang memiliki mimpi, kemampuan, perasaan, dan keinginan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Hal serupa disampaikan Abdullah Mansuri atau Ayah Mans. Bagi dia, kehadiran Istimewa di layar lebar merupakan bagian dari perjalanan panjang bersama teman-teman Istimewa.

“Saya ingin mereka punya ruang untuk bercerita dengan cara mereka sendiri. Selama perjalanan bersama mereka, saya melihat begitu banyak cerita, mimpi, keberanian, dan kemampuan yang mungkin belum banyak orang lihat,” ujar Ayah Mans.

Pengalaman tersebut membuat Ayah Mans merasa cerita mereka perlu dibawa lebih jauh agar semakin banyak orang mengenal mereka bukan berdasarkan kondisi yang melekat, melainkan sebagai pribadi dengan kehidupan dan cerita masing-masing.

Semangat itu kemudian menjadi fondasi pesan yang ingin disampaikan film Istimewa. Film ini tidak hendak berhenti sebagai cerita mengenai anak-anak dengan disabilitas, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan cara memandang, menerima, dan memberikan ruang kepada orang lain.

Istilah “Istimewa” dalam film ini pun tidak dimaksudkan untuk menggantikan istilah disabilitas. Kata tersebut digunakan sebagai cara pandang bahwa kondisi seseorang bukanlah satu-satunya hal yang menentukan siapa dirinya.

Melalui gala premiere, para pemain dan filmmaker berharap Istimewa dapat membuka percakapan yang lebih luas mengenai penerimaan, kesempatan, serta pentingnya melihat teman-teman dengan disabilitas sebagai manusia yang utuh.

Sebab, ketika seseorang diberikan ruang dan kepercayaan, yang terlihat bukan sekadar kondisi yang melekat pada dirinya, tetapi juga pribadi, mimpi, kemampuan, pilihan, dan cerita yang membentuk kehidupannya.

“Aku Istimewa. Kamu juga Istimewa. Kita semua istimewa dari awal.”

Film Istimewa akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.(Phyd)

Redaksi

#FilmIndonesia Disabilitas FilmIstimewa Istimewa Penerimaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJAM PULANG SEKOLAH, PAMAPTA POLRES SERUYAN HADIR BANTU PELAJAR MENYEBRANG DENGAN AMAN
Next Article Motor Baru untuk Mobilitas yang Lebih Nyaman, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%
yadi

Related Posts

Tak Jemu 27 Kali Nonton, Denny Sumargo Mengaku Masih Menangis Saat Review Baby Udon

7 September 2026 4:24 PM

Reza Rahadian & Dian Sastro Bintangi Descendants of the Sun Versi Indonesia-Korea

6 September 2026 10:29 AM

Targetkan Layar Lebar, Last Witness Gunakan YouTube Sebagai Batu Loncatan

6 September 2026 10:24 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.