Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, PERSONEL POLSEK PULAU PETAK SOSIALISASIKAN SANKSI PIDANA PELAKU KARHUTLA KE MASYARAKAT KECAMATAN PULAU PETAK

SOSIALISASIKAN MAKLUMAT KAPOLDA KALTENG, POLSEK MANTANGAI AJAK WARGA CEGAH KARHUTLA

Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Resmi Rilis Trailer, Laut Bercerita Suarakan Ingatan tentang Korban Hilang
TV & Drama

Resmi Rilis Trailer, Laut Bercerita Suarakan Ingatan tentang Korban Hilang

yadiBy yadi11 September 2026 1:40 PM0173 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA, Film Laut Bercerita garapan sutradara Yosep Anggi Noen mulai memperlihatkan wajahnya melalui trailer dan poster resmi yang diluncurkan Pal8 Pictures, Rabu (9/9/2026). Diadaptasi dari novel best seller karya Leila S. Chudori, film ini membawa penonton pada kisah persahabatan, keluarga, perjuangan, serta kehilangan yang tak pernah benar-benar selesai.

Trailer memperkenalkan Biru Laut, diperankan Reza Rahadian, seorang mahasiswa yang resah melihat kondisi negerinya. Bersama teman-temannya dalam kelompok mahasiswa Winatra, ia menggalang pergerakan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang demokratis.

Biru Laut dan kawan-kawan semakin aktif ketika mereka mendampingi persoalan-persoalan petani. Pada saat bersamaan, tiga aktivis lain harus menjalani persidangan setelah membaca dan mengedarkan buku yang dilarang.

Situasi kemudian berubah ketika Biru Laut bersama sejumlah tokoh Winatra tiba-tiba menghilang. Mereka tak bisa ditemukan. Keluarga, sahabat, dan kekasih berusaha menelusuri keberadaan mereka.

Di tengah pencarian itu, Asmara Jati, adik Biru Laut yang diperankan Yunita Siregar, menjadi sosok yang menjaga harapan agar tetap hidup.

“Di film ini saya mencoba menunjukkan hal-hal yang memang menusuk, menginspirasi, rasa hangat, dan yang membuat orang jadi memaknai kembali kehidupan persahabatan dan keluarga,” kata Yosep Anggi Noen.

Menurut Anggi Noen, kehilangan dalam film tersebut tidak hanya menghadirkan kesedihan. Penantian dan pencarian justru menjadi bentuk perlawanan dari mereka yang ditinggalkan.

“Bagi para sahabat dan keluarga yang kehilangan seseorang di film ini, mereka merasakan kesedihan namun juga dengan setia menunggu dan mencari. Karena menunggu dan mencari, dalam beberapa hal, adalah bagian dari perlawanan,” ujarnya.

Harapan yang Tetap Menyala

Reza Rahadian sebelumnya pernah memerankan Biru Laut dalam versi film pendek. Dalam versi film panjang, karakter tersebut menurut dia memiliki dimensi yang lebih kompleks, tetapi tetap disampaikan dengan pendekatan naratif yang puitik.

“Kita hidup dari zaman ke zaman, akan selalu punya harapan. Selalu ada anak muda yang akan membuat gebrakan, dan berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ini. Hari ini, kita punya banyak Biru Laut dan semangat Winatra di luar sana yang peduli untuk membuat perubahan,” ujar Reza.

Sementara itu, Yunita Siregar mengaku proses menjalani karakter Asmara Jati cukup berat. Saat membaca naskah, ia beberapa kali menangis ketika memahami kisah keluarga Asmara yang kehilangan anggota keluarganya dan harus menunggu kepastian tentang kepulangannya.

“Berduka bukan berarti melupakan tapi mencintai dengan cara yang lain. Asmara Jati, keluarganya, sahabat-sahabatnya, mencintai Biru Laut dengan ketidakhadirannya tapi tetap selalu dikenang,” kata Yunita.

Ia menggambarkan Asmara sebagai sosok tenang yang berusaha menghadapi berbagai gemuruh kehidupan sekaligus menjaga harapan tetap menyala.

Makna tentang ingatan dan kehilangan itu juga tercermin dalam poster resmi film. Laut Bercerita tidak sekadar menghadirkan nama-nama mereka yang hilang, tetapi mengingatkan bahwa di balik setiap nama terdapat keluarga yang masih menunggu kepulangan.

Bagi Leila S. Chudori, film ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat kembali sejarah Indonesia sekaligus memberi inspirasi kepada generasi muda.

“Harapannya film Laut Bercerita bisa menjadi jendela bagi kita untuk melihat sejarah Indonesia sekaligus inspirasi untuk anak-anak muda zaman sekarang. Semoga mereka berani bercita-cita untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Leila, yang turut menulis skenario bersama Anggi Noen.

Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Sebelum itu, film ini akan menjalani penayangan perdana dunia dalam kompetisi utama (Main Competition) Busan International Film Festival (BIFF) 2026 pada 6-15 Oktober.

Film ini diproduksi Pal8 Pictures dengan dukungan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink. Selain Reza Rahadian dan Yunita Siregar, film ini dibintangi Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.

Produser film ini adalah Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori.(Phyd)

Redaksi

#FilmIndonesia LautBercerita LeilaSChudori Pal8Pictures RezaRahadian YosepAnggiNoen YunitaSiregar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePerkuat Sinema Nasional, BPI Fokus Kembangkan Talenta hingga Arsip Film
Next Article POLSEK KAPUAS HULU PERKETAT SISPAM MAKO UNTUK ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS
yadi

Related Posts

Rano Karno Resmi Buka Jakarta Film Week 2026, Perkuat Langkah Jakarta Menuju Kota Sinema Dunia JAKARTA — Jakarta Film Week (JFW) 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10). Memasuki tahun keenam, festival film internasional ini mengusung tema Encounters dan berlangsung hingga 25 Oktober 2026, dengan membawa ambisi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema yang diperhitungkan di tingkat global. Lebih dari sekadar perayaan film, Jakarta Film Week menjadi ruang pertemuan bagi sineas Indonesia dan mancanegara untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi. Festival ini juga menghadirkan program pengembangan talenta dan industri untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Rano Karno mengatakan, penyelenggaraan JFW merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pertumbuhan industri kreatif, khususnya perfilman, agar semakin berdaya saing. “Beragam program dihadirkan, mulai dari pemutaran dan kompetisi film internasional maupun Indonesia, Jakarta Film Fund, hingga program pengembangan industri seperti Producers Lab, Pitching Forum, Talents Hub, Industry Talk, dan Festival Meeting,” ujar Rano. Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi karya-karya film, tetapi juga membuka jalan bagi sineas dan talenta baru untuk berkembang. Melalui pertemuan antara pembuat film, produser, serta pelaku industri, festival ini turut memperluas kesempatan lahirnya kerja sama dan proyek film baru. Rangkaian Jakarta Film Week 2026 berlangsung di sejumlah lokasi, yakni CGV Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh ARTOTEL, Taman Ismail Marzuki, serta CGV dan FX Sudirman. Menurut Rano, ambisi menjadikan Jakarta semakin dikenal dunia melalui film harus berjalan beriringan dengan penguatan fondasi industri perfilman. Dengan demikian, pertumbuhan sektor ini tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pelaku industri dan masyarakat. “Semoga Jakarta Film Week 2026 menjadi ruang tumbuhnya karya dan talenta baru yang membawa perfilman Indonesia semakin diperhitungkan di dunia,” kata Rano sebelum secara resmi membuka festival tersebut. Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, penyelenggara, para pembuat film, serta mitra yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026. Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan festival sekaligus mendorong perkembangan perfilman Indonesia. “Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada para penyelenggara Jakarta Film Week, kepada Pemerintah Provinsi Jakarta, Bapak Rano Karno beserta seluruh timnya, para pembuat film yang berpartisipasi, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi sehingga festival ini dapat terselenggara,” tutur Fadli. Festival Director Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti, berharap festival ini dapat menginspirasi para pegiat perfilman dan mendorong lahirnya karya-karya baru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kebudayaan, serta Jakarta Film Commission atas dukungan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan festival. Dengan mengusung tema Encounters, Jakarta Film Week 2026 diharapkan menjadi titik temu gagasan, budaya, dan kreativitas yang memperluas ruang tumbuh perfilman Indonesia. Tantangannya kini bukan hanya menghadirkan film-film berkualitas selama festival, melainkan juga memastikan pertemuan dan kolaborasi tersebut berlanjut menjadi kekuatan nyata bagi industri film nasional.(red/py). JakartaFilmWeek2026, RanoKarno, FadliZon, FilmIndonesia, PerfilmanIndonesia, JakartaKotaSinema, IndustriKreatif,

22 Oktober 2026 8:29 PM

Akting Raihaanun di Film Beautiful Pain Bikin Penonton Terpukau, Satu Studio Terdiam Saksikan Perjuangan Seorang Ibu

22 Oktober 2026 8:23 PM

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Pusat Produksi Film Asia Tenggara, Investor Internasional Didorong Masuk

22 Oktober 2026 8:09 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.