Polres Seruyan, 15 September 2026 – Wakapolres Seruyan Kompol Syaifullah, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Seruyan sekaligus Pemberian Penghargaan Pengunjung Perpustakaan Teraktif Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Seruyan yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Seruyan Yudiansyah, S.Sos., Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, Kasi Datun Kejari Seruyan Matius Supit Antonio, S.H., M.H., para kepala SOPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, para camat se-Kabupaten Seruyan, serta para Bunda Literasi Kecamatan.
Sebanyak sembilan Bunda Literasi Kecamatan dikukuhkan secara resmi sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi di wilayah Kabupaten Seruyan.
Pengukuhan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat peran Bunda Literasi sebagai penggerak sekaligus role model dalam membangun budaya gemar membaca di tingkat kecamatan hingga desa. Kehadiran Bunda Literasi diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, perpustakaan, dan berbagai sumber pengetahuan.
Wakapolres Seruyan Kompol Syaifullah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa budaya literasi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang memiliki wawasan serta kemampuan berpikir yang baik.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana kita membangun kebiasaan belajar, memperluas wawasan, dan menyaring informasi dengan bijak. Kami mendukung upaya bersama untuk menumbuhkan budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Kompol Syaifullah.
Selain pengukuhan, kegiatan juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada pengunjung perpustakaan teraktif Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah berpartisipasi dalam meningkatkan budaya membaca.
Kehadiran Polres Seruyan dalam kegiatan tersebut turut menunjukkan dukungan terhadap upaya membangun sumber daya manusia melalui pendidikan dan budaya literasi. Gerakan membaca diharapkan tidak berhenti di ruang perpustakaan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan positif yang berkembang di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
Humas Polres Seruyan
