Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cegah Perusakan Ekosistem Perairan, Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan Bahaya Illegal Fishing untuk Keberlanjutan

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Mendukung Polri dalam Mencegah dan Memerangi Hoax, demi terciptanya Situasi yang aman dan sejuk.

Tingkatkan Kewaspadaan di Lingkungan Perbankan, Sat Samapta Polres Sukamara Lakukan Patroli Pagi di Bank BNI

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Mbah Coco: Suporter Itu Pemain ke-12, Bukan Pelatih ke-12
Daerah

Mbah Coco: Suporter Itu Pemain ke-12, Bukan Pelatih ke-12

yadiBy yadi17 September 2026 9:59 AM0244 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Abalisnews.co.id | Jakarta – Suporter merupakan bagian penting dari sepakbola. Mereka menghidupkan stadion, memberi dukungan kepada tim, sekaligus memiliki hak untuk menyampaikan kritik. Namun, menurut Mbah Coco, ada batas yang perlu dijaga.

Jurnalis yang telah lama mengikuti perkembangan sepakbola nasional itu menilai suporter boleh melakukan protes, termasuk boikot secara damai. Tetapi, protes jangan berubah menjadi upaya mendikte keputusan teknis klub.

“Suporter itu pemain ke-12, bukan pelatih ke-12,” begitu garis besar pandangan Mbah Coco.

Ia menyoroti fenomena ketika sebagian suporter mulai mendesak klub menentukan pelatih, pemain, hingga strategi pertandingan.

Kasus PSPS Riau menjadi salah satu contoh yang disorot. Setelah bermain imbang 3-3 melawan PSMS Medan pada Pegadaian Championship 2025/26, muncul desakan terhadap pelatih Ilham Romadohna dan Direktur Teknik Kurniawan Dwi Yulianto. Sebelumnya, PSPS juga kalah 0-4 dari Bekasi FC.

Menurut Mbah Coco, kekecewaan suporter merupakan hal yang wajar. Kritik juga menjadi bagian dari dinamika klub.

Namun, keputusan teknis tetap memiliki mekanisme dan kewenangan masing-masing.

“Sejak kapan suporter mengatur pelatih? Sejak kapan suporter menentukan taktik dan strategi?” ujarnya.

Boikot Boleh, Intimidasi Jangan

Mbah Coco menegaskan suporter tidak harus diam ketika tidak setuju dengan kebijakan klub.

Soal harga tiket, misalnya, suporter dapat menyampaikan keberatan, meminta penjelasan, bahkan memilih tidak membeli tiket sebagai bentuk protes.

Hal tersebut berbeda dengan intimidasi atau pemaksaan terhadap manajemen.

Dalam polemik harga tiket launching Persija Jakarta pada Agustus 2026, misalnya, muncul keberatan dari sebagian pendukung dan wacana boikot.

Bagi Mbah Coco, boikot damai merupakan bentuk ekspresi ketidakpuasan. Namun, keputusan bisnis tetap berada di tangan manajemen klub.

“Boikot boleh. Protes boleh. Tetapi jangan sampai berubah menjadi pemaksaan,” katanya.

Klub Profesional Punya Struktur

Menurut Mbah Coco, klub profesional memiliki struktur dan pembagian tugas yang jelas.

Pemilik dan manajemen mengelola klub. Direktur teknik menangani aspek teknis bersama timnya. Pelatih bertanggung jawab terhadap strategi dan permainan. Pemain menjalankan tugas di lapangan.

Suporter memiliki peran berbeda.

Mereka menjadi kekuatan atmosfer, komunitas, sekaligus bagian dari ekosistem bisnis klub.

Meski demikian, ikatan suporter dengan klub tidak bisa dipandang sekadar hubungan antara konsumen dan produsen.

Ada sejarah, identitas, kota, warna klub dan ikatan emosional yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, Mbah Coco menyebut suporter sebagai “pemilik spiritual” klub.

Bukan pemilik saham dan bukan pula pemilik secara hukum, melainkan pihak yang memiliki ikatan emosional dengan perjalanan klub.

Jangan Sampai Suporter Bikin Klub Rugi

Mbah Coco juga mengingatkan persoalan lain: sanksi akibat pelanggaran suporter.

Flare, pelemparan benda, keributan maupun pelanggaran regulasi dapat berujung denda kepada klub.

Padahal, uang yang digunakan membayar denda bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti akademi, pemain, fasilitas, keamanan stadion atau pengembangan bisnis.

Ia menilai klub dan suporter perlu sama-sama membangun sistem pencegahan.

Mulai dari steward profesional, pemeriksaan penonton, teknologi keamanan hingga edukasi suporter.

“Kalau cinta klub, jangan sampai perilaku kita justru membuat klub kehilangan uang,” demikian garis besar pesannya.

Klub Harus Bisa Hidup dari Bisnis

Bagi Mbah Coco, persoalan suporter tidak bisa dilepaskan dari problem industri sepakbola Indonesia.

Klub profesional harus memiliki model bisnis yang sehat dan sumber pendapatan berkelanjutan.

Investasi, akademi, stadion, sponsorship, tiket dan merchandise harus dikelola sebagai bagian dari ekosistem bisnis.

Klub jangan terus bergantung pada pemodal yang datang untuk menutup kerugian setiap musim.

“Klub profesional harus belajar menghasilkan uang, bukan terus-menerus mencari orang yang mau menutup kerugian,” ujar Mbah Coco.

Pada akhirnya, Mbah Coco tetap menempatkan suporter sebagai bagian penting dari sepakbola.

Stadion tanpa suporter kehilangan atmosfer. Klub tanpa komunitas kehilangan identitas.

Tetapi setiap pihak memiliki peran.

Manajemen mengelola klub. Pelatih mengatur strategi. Pemain bertanding. Suporter mendukung dan mengkritik.

Suporter boleh bersuara. Boleh tidak membeli tiket. Boleh melakukan boikot secara damai.

Namun, keputusan teknis klub tetap berada pada pihak yang memang diberi kewenangan.

Sebab, kata Mbah Coco, menjadi suporter berarti ikut menjaga klub tetap hidup bukan mengambil alih pekerjaan orang-orang yang bertanggung jawab mengelolanya. (Dbyd)

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePolsek Basarang Sosialisi Larangan Ilegal Mining Di Wilayah Hukumnya
Next Article Andovi da Lopez Tampil sebagai Calon Gubernur di “Bapak Paling Jujur”
yadi

Related Posts

Rano Karno Resmi Buka JITEX dan FKI 2026, Hadirkan 275 Stan hingga 19 September

18 September 2026 11:31 AM

Restu Azwari Calon Anggota BPD Tanjung Dalam Raih Suara Terbanyak di Dapil 4 Dusun IV.

17 September 2026 5:43 PM

Erick Thohir: Olahraga Membentuk Karakter Tangguh dan Mental Juara

15 September 2026 1:27 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.