Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sorotan: Muscam FKKS Pasar Rebo Sukses, Kepengurusan Baru Siap Perkuat Peran Komite Sekolah

Sorotan: ABUPI Dorong SDM Pelabuhan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Global

Kasus Amuk Massa di Baturiti, Arya Weda Karna: Kawal Proses Hukum Secara Adat dan Humanis

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Kasus Amuk Massa di Baturiti, Arya Weda Karna: Kawal Proses Hukum Secara Adat dan Humanis
Terkini

Kasus Amuk Massa di Baturiti, Arya Weda Karna: Kawal Proses Hukum Secara Adat dan Humanis

ranuBy ranu18 September 2026 8:23 PM094 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kasus Amuk Masa di Baturiti, Arya Weda Karna : Kawal Proses Hukum Secara Adat dan Humanis

 

Analisnews.co.id — TABANAN | Anggota DPD RI Dapil Bali, Dr. Arya Weda Karna (AWK), menyambangi Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, untuk menyerap aspirasi warga terkait kasus amuk massa yang berujung pada penetapan 5 warga Banjar Juwuk Legi sebagai tersangka berinisial, MJ, WS, KB, ML dan ND, oleh Polres Tabanan.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap dinamika sosial yang terjadi di Desa Adat Batunya. AWK diterima langsung oleh Perbekel Desa Batunya Made Riasa, bersama prajuru adat dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kronologi peristiwa yang dipicu pencurian ayam milik warga Juwuk Legi. Disebutkan pemilik ayam selain jadi korban pencurian, juga ditetapkan sebagai tersangka. Menurut warga, kejadian tersebut berlangsung spontan. Situasi yang awalnya tenang berubah setelah bunyi kulkul bulus terdengar, kemudian berkembang menjadi aksi massa hingga berujung tewasnya pelaku pencurian.ayam berinisial KD.

“Kami datang untuk mendengarkan langsung dari masyarakat. Sebagai wakil daerah, sudah menjadi kewajiban untuk hadir ketika warga membutuhkan pendampingan, baik secara moral maupun dalam koridor hukum dan adat,” ujar Arya Weda Karna di Kantor Desa Batunya, Jumat 18 September 2026.

AWK menegaskan menghormati proses hukum yang berjalan di Polres Tabanan. Namun ia mendorong penyelesaian kasus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek adat, sosial, dan kemanusiaan.

Ia menjelaskan sebelumnya sudah berkunjung ke Sidatapa untuk mendengar langsung dari keluarga korban. Kini giliran ke Desa Batunya bertemu perbekel, polsek, pecalang, tokoh masyarakat, dan penglingsir Juwuk Legi.

“Pada prinsipnya DPD RI komite hukum akan berlaku adil. Semua saudara, dari Juwuk Legi maupun Sidatapa, nanti akan kita bantu sesuai porsi masing-masing,” ungkapnya.

Keberadaan kami, lanjut AWK, untuk mendorong kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan segera memproses agar ada kepastian hukum. Karena semakin lama proses ini akan meresahkan.

“Di sisi lain kehadiran kami untuk mendengar dan melihat kondisi masyarakat Juwuk Legi, juga kepada keluarga kelima tersangka, kita harus bantu. Kita juga sudah bantu keluarga korban Sidatapa, tetapi jangan dilupakan keluarga yang di Baturiti. Jadi ini bentuk keadilan,” tambahnya.

Setelah kunjungan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan tanpa intervensi hukum, namun memberikan pandangan.

“Terpenting tadi sudah ada komitmen, ini kejadian yang pertama dan terakhir. Kami lihat sudah ada perbaikan, seperti pemasangan portal, penjagaan ketat, selain itu dugaan pencurian sudah tidak ada dan relatif aman.

Sesuatu yang menyejukkan, Perbekel Batunya, Bendesa Juwuk Legi dan tokoh secara langsung sudah minta maaf melalui DPD RI kepada keluarga korban dan masyarakat Sidatapa,” pungkasnya.

AWK juga mendorong pendekatan restorative justice. Jika memungkinkan, diselesaikan secara kekeluargaan melalui paruman adat, tanpa mengabaikan hukum positif. Tujuannya agar tidak menimbulkan luka sosial berkepanjangan.

Ia mengingatkan pentingnya peran desa adat dalam menjaga kondusifitas wilayah agar kejadian serupa tidak terulang. Edukasi hukum dan penguatan awig-awig dinilai menjadi kunci mencegah aksi main hakim sendiri.

Sementara itu, Perbekel Desa Batunya Made Riasa mengapresiasi kehadiran AWK yang memberikan saran dan solusi bagi warganya.

Made Riasa atas nama masyarakat Batunya dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban amuk massa di Banjar Juwuk Legi.

“Ini merupakan pertama dan terakhir kalinya bagi warga kami main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa saudara kita,” ujarnya.

Ia menambahkan proses hukum tetap berjalan dan kelima tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun di sisi lain ada keluarga yang ditinggalkan dan harus menjadi perhatian bersama.

Hal senada disampaikan perwakilan keluarga tersangka. Mereka berharap ada perhatian dan pendampingan hukum yang adil. Peristiwa tersebut disebut terjadi secara spontan akibat emosi kolektif warga.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Tabanan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus. Namun dipastikan proses hukum terhadap lima warga Banjar Juwuk Legi tetap berjalan sesuai prosedur.

Kunjungan AWK diakhiri dengan komitmen mengawal kasus tersebut agar mendapat penanganan objektif, transparan, dan tetap menjunjung tinggi nilai adat Bali.(ranu)

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePatroli R4 Anggota Polsek Kapuas Murung Kunjungi Spbu Berikan Himbauan Kepada Masyarakat
Next Article Sorotan: ABUPI Dorong SDM Pelabuhan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Global
ranu

Related Posts

Sorotan: Muscam FKKS Pasar Rebo Sukses, Kepengurusan Baru Siap Perkuat Peran Komite Sekolah

18 September 2026 8:52 PM

Sorotan: ABUPI Dorong SDM Pelabuhan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Global

18 September 2026 8:37 PM

Patroli R4 Anggota Polsek Kapuas Murung Kunjungi Spbu Berikan Himbauan Kepada Masyarakat

18 September 2026 8:22 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.