Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sorotan: Sukses Menghibur di F3X Bandung, Stinky Tampil Membawakan 12 Lagu

Polsek Basarang Sambang di Lokasi Objek Vital SPBU Di Kec. Basarang

Polsek Basarang Dukung Ketahanan Pangan Untuk Program Makan Bergizi

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Dari Hobi Jadi Cuan, Bang Jos Darmawan Sulap Mobil Tua Klasik Jadi Karya Seni
Terkini

Dari Hobi Jadi Cuan, Bang Jos Darmawan Sulap Mobil Tua Klasik Jadi Karya Seni

ranuBy ranu19 September 2026 8:29 AM073 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Dari Hobi Jadi Cuan, Bang Jos Darmawan Sulap Mobil Tua Klasik Jadi Karya Seni

Analisnews.co.id — DENPASAR | Siapa sangka hobi mengoleksi mobil tua bisa menjadi karya seni yang menambah pundi-pundi keuangan. Hal itu dibuktikan Jos Darmawan, owner Kebon Vintage Cars Bali Classic, Biaung, Denpasar.

 

Berawal dari sekadar hobi, Jos Darmawan menekuni mobil klasik hingga menjadi koleksi bernilai seni dan ekonomi. Baginya, mobil tua klasik bukan sekadar kendaraan tua, melainkan karya seni.

Menurut Jos, Darmawan mobil klasik lahir dari desain bodi, lekukan, dan interior yang dibuat secara manual oleh tangan manusia. Estetika tinggi inilah yang tidak ditemukan pada mobil modern saat ini.

Ada sejumlah alasan mobil klasik dianggap sebagai karya seni. Pertama, desain buatan tangan. Sebagian besar mobil klasik digambar dan dibentuk oleh desainer otomotif yang mengutamakan keindahan estetika, bukan sekadar fungsi atau aerodinamika.

Kedua, detail material yang autentik. Ornamen krom, kayu asli pada dasbor, hingga lekukan logam yang khas menunjukkan keterampilan kerajinan tangan tingkat tinggi.

Ketiga, simbol sejarah dan zaman. Setiap mobil klasik merekam tren mode, kondisi sosial, serta kemajuan teknologi pada era pembuatannya.

Keempat, karakter yang kuat. Mobil zaman dulu memiliki jiwa dan keunikan visual yang membuatnya mudah dikenang.

Mobil Klasik kata Jos Darmawan, merawatnya bukan hanya soal nostalgia. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni otomotif yang bernilai sejarah sekaligus berpotensi secara ekonomi.

Dari 180 Mobil Klasik yang ia pajang, satu diantaranya dianggap memiliki historis tinggi dan latar belakang yang tidak pernah hilang dimakan jaman. Yakni jenis Plymouth Deluxe, produksi tahun 1948 berkapasitas mesin hingga 4000cc, bukan sekedar mobil biasa, dokumen kepemilikannya masih tercatat atas nama Fatmawati istri Presiden pertama RI Soekarno.

Penasaran! koleksi lainnya Mobil Ford keluaran tahun 1917, dalam kondisi masih bisa berjalan. Menarik nya lagi ada Bus Ai

konic armada transportasi dari Denpasar-Klungkung yang beroperasi diperkirakan mulai tahun 1968 hingga 1974. Bus kondisi masih hidup, original, dan layak jalan. Bus ini bahkan pernah dipinjam oleh Kementrian Perhubungan Pusat, untuk dipamerkan di Balai sidang sebagai bukti transportasi masa lalu, ujarnya.

Ayo! penghobi Mobil Klasik, jangan ditunda lagi, kunjungi Kebon Vintage Cars Bali Classic.

Menurut penuturan Jos Darmawan, ia menyebut Mobil Klasik koleksinya didominasi pabrikan asal Amerika, Jerman, Italia, dan Jepang dari berbagai merk.

Meski belum signifikan, museum Mobil Klasik miliknya mulai dilirik wisatawan baik lokal maupun manca negara, didominasi asal Australia. Untuk biaya perawatan dan karyawan tiket masuk dipatok 100.000 untuk katagori orang dewasa.

“Pesan Jos Darmawan bagi penggemar otomotif. Bagaimana hobi tersebut bisa menjadi nilai tambah untuk Bali. Sehingga Bali tidak hanya bertumpu pada alam, adat dan budaya.Tetapi ada sisi lain yang bisa digali, yaitu dari katagori hobi yang mampu menyumbang pundi-pundi keuangan baru.

Kalau satu hobi bisa menambah kunjungan wisata 0,1 persen, nah kalau ada 100 hobi, tidak dipungkiri bisa menambah kunjungan wisata 10 hingga 15 persen, kata Jos (ranu)

 

#Dari Hobi Jadi Cuan # Jos Darmawan #Ini Karya Seni #Mobil Klasik Bukan Sekedar Tua #Kebon Vintage Cars Bali Classic.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRano Karno Dorong Abang None Jakarta Jadi Jembatan Budaya ke Dunia
Next Article Sorotan: Gelar Aksi Panggung di Bandung, Stinky Gandeng Yoda Bawakan 12 Lagu Nostalgia
ranu

Related Posts

Sorotan: Sukses Menghibur di F3X Bandung, Stinky Tampil Membawakan 12 Lagu

19 September 2026 9:42 AM

Polsek Basarang Sambang di Lokasi Objek Vital SPBU Di Kec. Basarang

19 September 2026 9:38 AM

Polsek Basarang Dukung Ketahanan Pangan Untuk Program Makan Bergizi

19 September 2026 9:36 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.